RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada tahun 2027. Strategi itu menjadi bagian dari arah kebijakan Pemerintah bersama DPR dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pencapaian target pertumbuhan tersebut akan ditempuh melalui penguatan mesin pertumbuhan sektoral berbasis transformasi. “Kebijakan diarahkan agar pertumbuhan ekonomi semakin inklusif, sekaligus berkelanjutan,” kata Airlangga di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Untuk itu, Pemerintah akan memperkuat sektor bernilai tambah tinggi, antara lain digitalisasi, semikonduktor dan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI). Sektor yang memiliki daya tahan tinggi seperti pertanian dan energi juga akan direvitalisasi. Salah satu langkah yang disiapkan, yakni pembentukan bursa komoditas mineral yang dapat menjadi acuan Indonesia Reference Price.
Penguatan mesin pertumbuhan juga dilakukan dari sisi investasi dan ekspor. Pemerintah akan memperkuat daya saing melalui deregulasi, optimalisasi perjanjian perdagangan internasional, serta pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia.
“Arah kebijakan itu akan diperkuat melalui bauran kebijakan makro, dengan kebijakan fiskal sebagai katalis pertumbuhan, kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas, serta percepatan investasi dengan melibatkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan sektor swasta,” jelas Airlangga.
Baca juga : Jalur Khusus Sepeda Sepi Pesepeda, Ramai Pemotor
Menurut mantan Menteri Perindustrian itu, strategi tersebut ditopang empat prasyarat utama. Yakni iklim investasi yang atraktif, kepastian regulasi, stabilitas makroekonomi, serta APBN yang sehat, kredibel dan berkelanjutan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan RAPBN 2027 tetap dirancang ekspansif secara terarah dan terukur untuk memberikan dukungan terhadap perekonomian nasional di tengah ketidakpastian global.
Pendapatan negara dalam RAPBN 2027 diproyeksikan mencapai Rp 3.426,0 triliun atau tumbuh 6,8 persen dibandingkan outlook 2026. Sementara belanja negara direncanakan sebesar Rp 4.097,2 triliun dengan defisit anggaran sebesar 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
“Fiskal kita tetap dirancang untuk ekspansif walaupun tidak besar sekali. Tapi yang jelas dari Pemerintah akan ada dorongan ke perekonomian,” ujar Purbaya.
Belanja negara akan diarahkan pada belanja berkualitas untuk menjaga daya beli masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik dan Sumber Daya Manusia (SDM), serta membangun sarana dan prasarana pendukung prioritas nasional.
Baca juga : Newcastle United Vs Liverpool, Serba Tidak Ideal
Belanja Pemerintah Pusat dalam RAPBN 2027 mencapai Rp 3.362,2 triliun, sedangkan transfer ke daerah sebesar Rp 735,0 triliun.
Pemerintah juga menetapkan delapan klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN). Yakni kedaulatan pangan; kemandirian energi dan air; pendidikan; kesehatan; hilirisasi dan industrialisasi; infrastruktur, perumahan dan ketahanan bencana; ekonomi kerakyatan dan desa; serta penurunan kemiskinan.
Purbaya mengatakan, pengalaman Pemerintah menghadapi dinamika ekonomi global sepanjang 2026 menjadi modal dalam merancang kebijakan 2027.
“Untuk tahun 2027, Pemerintah optimistis kinerja perekonomian nasional akan tetap solid dan terjaga seiring dengan terpeliharanya stabilitas makroekonomi dan dukungan kebijakan Pemerintah,” ujarnya.
Dengan kombinasi penguatan sektor produktif, percepatan investasi, penguatan ekspor, belanja negara yang terarah, serta perlindungan daya beli, Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 6 persen dapat dicapai secara inklusif dan berkelanjutan.
Baca juga : Jelang US Open, Alcaraz Kirim Pesan Ancaman: I’m Back!
Pemerintah juga memastikan APBN tetap dikelola secara prudent agar mampu menjadi instrumen untuk menjaga stabilitas, sekaligus memberikan ruang bagi percepatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Terpisah, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai, target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2027 masih dapat dicapai. Namun, pencapaian tersebut membutuhkan sumber pertumbuhan baru dan percepatan investasi produktif.
“Kebijakan ekonomi tidak cukup hanya mengandalkan momentum pertumbuhan 2026, konsumsi rumah tangga maupun peningkatan belanja Pemerintah,” kata Josua kepada Rakyat Merdeka, Jumat (21/8/2026). NOV
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Minggu, 23 Agustus 2026 dengan judul "Strategi Kebijakan RAPBN 2027 Jaga Stabilitas Dan Pacu Pertumbuhan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.