BREAKING NEWS
 

DEB Pertamina Bantu Penyandang Disabilitas Boyolali Jadi Berdaya & Mandiri

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Minggu, 23 Agustus 2026 19:48 WIB
Kelompok Pandawa Patra mengembangkan pertanian dan peternakan di Boyolali. Dok. Pertamina

RM.id  Rakyat Merdeka - Keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang bagi penyandang disabilitas untuk mandiri dan berkarya. Hal itu ditunjukkan Kelompok Pandawa Patra di Desa Keposong, Kecamatan Tamansari, Boyolali, Jawa Tengah, yang berkembang melalui program Desa Energi Berdikari (DEB) Pertamina.

Kelompok yang dirintis pada 2017 tersebut awalnya hanya beranggotakan tujuh penyandang disabilitas. Ketika itu, keterbatasan fasilitas dan akses pelatihan menjadi tantangan utama dalam mengembangkan kegiatan pemberdayaan.

Local Hero Pandawa Patra, Haryono, mengatakan kegiatan edukasi bagi penyandang disabilitas pada awalnya dilakukan secara sederhana di rumah dengan fasilitas terbatas.

“Kami cukup kesulitan memberikan edukasi kepada teman-teman disabilitas karena keterbatasan fasilitas. Kegiatan belajar masih dilakukan di rumah dengan skala yang sangat kecil. Tempat berkumpul pun sangat terbatas,” kata Haryono.

Perubahan mulai dirasakan pada akhir 2021 ketika Pandawa Patra mendapat pendampingan dari Pertamina. Sebelum program dijalankan, Pertamina bersama kelompok terlebih dahulu memetakan kebutuhan dan potensi para anggota.

Dari proses tersebut, disepakati konsep integrated farming yang menggabungkan sektor pertanian dan peternakan. Konsep tersebut tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga diarahkan untuk membangun kemandirian ekonomi anggota secara berkelanjutan.

Baca juga : Local Hero Pastikan Desa Energi Berdikari Tetap Berjalan

Menurut Haryono, pendekatan tersebut menjadi pembeda karena Pertamina tidak sekadar memberikan bantuan, tetapi turut memperkuat kapasitas kelompok melalui pendampingan secara berkelanjutan.

“Pertamina tidak langsung memberikan bantuan, tetapi lebih dulu berdiskusi, memetakan kebutuhan kami, lalu menyusun program yang sesuai dengan kondisi anggota,” ujarnya.

Melalui berbagai pelatihan pertanian dan peternakan, anggota Pandawa Patra mendapatkan keterampilan baru sekaligus membangun keberanian untuk mencoba, belajar, dan berkembang.

Kini, Pandawa Patra telah memiliki 29 anggota. Sebanyak 24 anggota merupakan penyandang disabilitas beserta keluarganya, sementara lima lainnya berasal dari keluarga rentan.

Adsense

Haryono menekankan, Pandawa Patra tidak dibangun semata sebagai tempat mencari penghasilan, melainkan sebagai ruang belajar bagi para anggotanya.

“Di sini kami selalu mengatakan kepada teman-teman bahwa Pandawa Patra bukan tempat mencari uang, tetapi tempat belajar. Kalau ingin gagal, silakan gagal di sini. Ketika kembali ke rumah, mereka harus sudah siap dan percaya diri untuk berhasil,” tegasnya.

Baca juga : Bersama 1.000 Penyandang Disabilitas, Mendikdasmen Gaungkan Pendidikan Inklusif

Salah seorang anggota Pandawa Patra, Martuti (42), mengaku bersyukur dapat bergabung bersama kelompok tersebut bersama anaknya, Bagas Suprianto (21), yang merupakan penyandang disabilitas.

Melalui Pandawa Patra, Martuti dan Bagas mendapatkan kesempatan belajar berbagai keterampilan, mulai dari bercocok tanam hingga beternak.

Selain mengembangkan kapasitas anggota, program pemberdayaan tersebut juga dilengkapi inovasi pemanfaatan energi terbarukan. Pertamina menghadirkan teknologi biogas yang memanfaatkan limbah kotoran sapi untuk memenuhi kebutuhan listrik di kawasan integrated farming.

Pemanfaatan energi terbarukan tersebut menjadi bagian dari konsep DEB Pertamina yang bertujuan mendorong kemandirian masyarakat sekaligus menciptakan pembangunan yang inklusif di berbagai daerah.

Program tersebut diimplementasikan Pertamina melalui PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Fuel Terminal (FT) Boyolali bersama Kelompok Pandawa Patra di Desa Keposong.

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan DEB Pandawa Patra menjadi salah satu contoh bahwa semangat untuk mandiri dapat tumbuh dari siapa saja, termasuk masyarakat penyandang disabilitas.

Baca juga : BAZNAS-Kemnaker Siapkan Penyandang Disabilitas Masuk Dunia Kerja

“Dengan keterbatasan yang mereka miliki, anggota DEB Pandawa Patra menjadi tempat untuk menumbuhkan kemandirian anggota kelompok,” ujar Baron.

Melalui DEB Pandawa Patra, Pertamina tidak hanya mendorong peningkatan keterampilan dan aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga membuka ruang bagi penyandang disabilitas untuk lebih percaya diri, produktif, dan berdaya.

Program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat berjalan beriringan dengan pemanfaatan energi terbarukan serta pembangunan yang inklusif.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense