Dark/Light Mode

Ketika Energi Bersih Jangkau Pelosok

Local Hero Pastikan Desa Energi Berdikari Tetap Berjalan

Sabtu, 15 Agustus 2026 06:40 WIB
Local Hero Pertamina Drilling Services Indonesia, Alfredo Nicholas Saputra Kolin. (Foto: Dok. Pertamina)
Local Hero Pertamina Drilling Services Indonesia, Alfredo Nicholas Saputra Kolin. (Foto: Dok. Pertamina)

RM.id  Rakyat Merdeka - Alfredo Nicholas Saputra Kolin, warga Kampung Posa, Distrik Klamono, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, selalu dihantui persoalan air bersih di setiap musim kemarau.

Alfredo dan warga kampung lainnya, acap kali mengandalkan air hujan yang ditampung saat musim penghujan atau mengambil air dari Sungai Klasafet yang cukup jauh dari permukiman, untuk mendapatkan air bersih. Begitu hujan berkurang, persediaan air pun menipis. 

Warga terpaksa harus ekstra berhemat, jika kondisi sungai sedang keruh. 

Baca juga : Berpotensi Sumbang PAD Rp 3 Triliun, Pemprov DKI Bidik Pajak Mobil Listrik

Tapi, itu cerita masa lalu. Kini, air bersih lebih mudah mengalir ke permukiman warga, berkat sistem Solar Water Treatment yang ditopang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 3,3 kWp. 

Ada Peran Local Hero 

Alfredo yang dididik menjadi local hero Program Desa Energi Berdikari (DEB) Pertamina, bertugas memastikan pembangkit tetap beroperasi. 

“Kalau listrik dari PLTS berhenti, air bersih juga ikut berhenti. Karena itu saya harus memastikan semuanya berjalan dengan baik,” ungkapnya. 

Local Hero Desa Energi Berdikari mengikuti sesi praktik kegiatan Sertifikasi Teknisi Panel Surya, di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (6/8/2026). (Foto: Dok. Pertamina)

Baca juga : Enam Federasi Arab Dukung Tuan Infantino

Kisah Alfredo menjadi gambaran bagaimana agenda kemandirian energi dapat diterjemahkan langsung ke tingkat desa. Energi terbarukan tidak hanya sekadar menghadirkan listrik, tetapi juga menyelesaikan persoalan kebutuhan dasar masyarakat. 

Cerita serupa datang dari Desa Tumpak, Lombok Tengah. Burhanudin dipercaya mengelola PLTS berkapasitas 6,6 kWp yang digunakan Kelompok Masyarakat Tani Hutan Bina Lestari. 

Sebelum Burhanudin mengawal PLTS, Desa Tumpak mengalami keterbatasan energi. Sehingga, mesin produksi Virgin Coconut Oil (VCO) beroperasi secara terbatas. Tapi begitu PLTS hadir, ceritanya berbeda. 

Baca juga : National Bank Open 2026, Ben Shelton Juara Bertahan

Energi bersih tersebut sukses menggerakkan mesin produksi VCO berkapasitas 5.500 watt. Produktivitas meningkat, peluang pendapatan baru pun terbuka. Masyarakat semakin terdorong mengembangkan pengelolaan hasil hutan secara lebih lestari. 

“Sekarang, produksi VCO berjalan lebih lancar. Listrik dari PLTS membuat kami lebih percaya diri mengembangkan usaha,” tutur Burhanudin. 

Dua cerita tersebut memperlihatkan implementasi kemandirian energi, yang dimulai dari tingkat paling dekat dengan masyarakat. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.