Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bersama 1.000 Penyandang Disabilitas, Mendikdasmen Gaungkan Pendidikan Inklusif
Jumat, 14 Agustus 2026 17:49 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Seribu penyandang disabilitas membacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia menggunakan bahasa isyarat secara serentak di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta.
Aksi tersebut menjadi bagian dari puncak acara Suara Inklusi sekaligus menegaskan komitmen menghadirkan pendidikan bermutu dan setara bagi seluruh anak Indonesia.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti turut hadir dan membaur bersama para penyandang disabilitas dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung pada Rabu (12/8/2026).
Kegiatan dimulai sejak pagi ketika Abdul Mu'ti mengunjungi SLB Tunas Bhakti untuk meresmikan revitalisasi sekolah. Rangkaian kemudian berlanjut hingga sore hari dalam puncak acara Suara Inklusi di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) KGPAA Paku Alam X bersama Alya, perwakilan teman tuli, memimpin aksi 1.000 penyandang disabilitas yang membacakan Teks Proklamasi menggunakan bahasa isyarat.
Abdul Mu'ti mengatakan, pemenuhan hak pendidikan bagi seluruh warga negara merupakan amanat konstitusi, termasuk bagi warga negara dengan kelainan fisik, intelektual, sosial, maupun kondisi lainnya yang berhak memperoleh pendidikan khusus, sesuai dengan Pasal 31 Undang-Undang Dasar 1945, setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.
Baca juga : Rakornas TKA 2026, Kemendikdasmen Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah
Ketentuan tersebut juga ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, khususnya Pasal 5 ayat (1) dan (2), yang mengatur hak setiap warga negara memperoleh pendidikan yang bermutu, termasuk warga negara dengan kelainan fisik, intelektual, sosial, maupun kondisi lainnya yang berhak mendapatkan pendidikan khusus.
“Atas dasar itu semua, sesuai dengan Asta Cita Bapak Presiden Prabowo Subianto, kami Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkomitmen untuk mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua dengan partisipasi semesta,” ujar Abdul Mu'ti di Yogyakarta, Rabu (12/8/2026).
Menurut dia, pemerintah berupaya menghadirkan pendidikan yang aksesibel dan dapat dijangkau oleh siapa saja.
Pendidikan juga diharapkan fleksibel, mudah diakses, serta memiliki layanan yang mampu memenuhi kebutuhan seluruh peserta didik.
“Pendidikan yang affordable yang dapat dijangkau biayanya baik dengan dukungan pemerintah maupun dukungan masyarakat,” lanjutnya.
Abdul Mu'ti meneguhkan komitmen Kemendikdasmen untuk mewujudkan layanan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh anak Indonesia.
Baca juga : Wamen Fajar: SNT Jadi Jembatan Emas Pendidikan Berkualitas
“Siapa pun mereka, di mana pun mereka berada. Dan semangat kemerdekaan inilah yang ingin kita tumbuhkan terus sebagai bagian dari spirit kami dalam melaksanakan amanah konstitusi mendukung program Asta Cita Bapak Presiden untuk Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto mengapresiasi kolaborasi pemerintah, sekolah, orang tua, komunitas, dan masyarakat dalam menghadirkan ruang yang setara bagi penyandang disabilitas.
Menurutnya, terbukanya kesempatan yang lebih luas dapat membantu anak-anak menunjukkan kemampuan yang selama ini belum terlihat.
“Seringkali yang menjadi hambatan bukanlah keterbatasan yang dimiliki seseorang, melainkan cara pandang kita. Ketika masyarakat membuka pintu kesempatan, ketika sekolah memberikan ruang belajar yang setara, ketika dunia kerja memberikan kepercayaan, dan ketika lingkungan menerima setiap orang dengan hormat, maka kemampuan yang selama ini tersembunyi akan tumbuh dan memberikan manfaat bagi banyak orang,” ujar Mbak Titiek, sapaan akrabnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, pemerintah juga menyerahkan kartu Program Indonesia Pintar (PIP) dan bantuan revitalisasi satuan pendidikan secara simbolis.
Program revitalisasi Kemendikdasmen pada 2025 telah menjangkau 46 satuan pendidikan di DIY dengan nilai Rp71,3 miliar. Secara nasional, program tersebut telah menjangkau 1.609 sekolah dengan nilai Rp 2,02 triliun hingga Juli 2026.
Baca juga : PERSIS-Kemendikdasmen Sinergi Pulihkan Akses Pendidikan Korban Banjir Sumatera
Rangkaian kegiatan Suara Inklusi merupakan hasil kolaborasi Kemendikdasmen, Pemerintah Provinsi DIY, dan Pemerintah Kota Yogyakarta. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan pameran karya seni siswa penyandang disabilitas.
Rangkaian kegiatan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menciptakan ruang pendidikan yang setara.
Pesan yang mengemuka dari kegiatan tersebut adalah bahwa kemajuan bangsa membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk berjalan berdampingan, saling mendukung, dan memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan bermutu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya