RM.id Rakyat Merdeka - Danantara Indonesia mulai membangun fasilitas Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bekasi, Jawa Barat. Proyek ini memiliki nilai investasi sekitar Rp3 triliun dan ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2028.
Pembangunan PSEL Kota Bekasi diresmikan Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) bersama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) di Ciketing Udik, Bantar Gebang, Kota Bekasi, Rabu (26/8/2026).
Fasilitas ini dirancang mampu mengolah hingga 1.500 ton sampah per hari menjadi energi bersih berupa listrik. PSEL Bekasi merupakan proyek kedua yang mulai dibangun setelah PSEL Denpasar Raya pada Juli 2026.
Pembangunan fasilitas tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan mandat pengelolaan sampah perkotaan menggunakan teknologi ramah lingkungan sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengatakan pembangunan PSEL Bekasi menjadi solusi nyata untuk menjawab persoalan sampah, khususnya di Kota Bekasi.
"Peresmian pembangunan PSEL hari ini menandai hadirnya solusi nyata untuk menjawab tantangan darurat sampah di Indonesia dan secara terkhusus di Kota Bekasi," kata Pandu.
Baca juga : Prabowo Kembali Ungkap Rencana Beri Bintang untuk Pimpinan Danantara
Menurut Pandu, PSEL Bekasi diharapkan tidak hanya memberikan manfaat terhadap lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dan energi bagi masyarakat sekitar.
Proyek tersebut diproyeksikan menciptakan hingga 1.000 lapangan kerja hijau dan menyediakan energi bersih bagi puluhan ribu rumah tangga.
"Langkah ini membuktikan bahwa sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Danantara Indonesia, dan berbagai pemangku kepentingan dapat menghadirkan solusi konkret bagi pengelolaan sampah terintegrasi di Indonesia," ujarnya.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan kolaborasi antarpihak diperlukan untuk mempercepat penanganan timbunan sampah di berbagai daerah.
"Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis timbunan sampah yang selama ini menjadi persoalan di berbagai daerah dapat ditangani lebih cepat. Semoga melalui upaya bersama, kita dapat menghadirkan solusi nyata bagi pengelolaan sampah di Indonesia," kata Zulkifli.
Listrik PSEL Dibeli PLN
Dalam peresmian pembangunan PSEL Bekasi, dilakukan pula penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) atau Power Purchase Agreement (PPA) dengan PT PLN (Persero). Perjanjian tersebut menjadi landasan komersial bagi penyerapan listrik yang dihasilkan PSEL Bekasi ke jaringan PLN. Dengan adanya PJBL, proyek memiliki kepastian penyerapan listrik dan keberlanjutan operasional dalam jangka panjang.
Baca juga : DSI Perkenalkan Jajaran Direksi Dan Komisaris, Luke Mahony Jadi Dirut
Sesuai Perpres Nomor 109 Tahun 2025, listrik yang dihasilkan PSEL akan dibeli dan disalurkan ke PLN. PJBL antara PLN dengan setiap Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) PSEL ditetapkan dengan harga beli USD0,20 per kWh untuk semua kapasitas. Selain telah memperoleh kepastian penyerapan listrik, PSEL Kota Bekasi juga telah mengantongi dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyerahkan dokumen AMDAL kepada Bekasi Environment Nusantara selaku BUPP PSEL Bekasi pada Senin (24/8/2026).
Penyusunan AMDAL dilakukan melalui kajian menyeluruh terhadap setiap risiko dampak lingkungan. Terbitnya dokumen tersebut menjadi salah satu tonggak penting bagi proyek untuk memasuki tahap konstruksi. Hal ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Danantara Indonesia dalam memastikan proyek PSEL memenuhi standar tata kelola dan lingkungan.
Gunakan Teknologi Minim Emisi
PSEL Kota Bekasi akan menggunakan teknologi moving grate incinerator yang dilengkapi Air Pollution Control System (APCS) berlapis. Teknologi tersebut dipilih dengan menyesuaikan karakteristik sampah di Indonesia dan dirancang untuk mengurangi volume sampah secara signifikan dalam waktu cepat. Sistem pengolahan tersebut mengacu pada standar lingkungan European Union Industrial Emissions Directive (EU IED), yang menjadi salah satu acuan standar emisi lingkungan yang ketat.
PSEL Bekasi juga akan bersinergi dengan teknologi pengelolaan sampah berbasis pirolisis. Sampah yang telah menumpuk akan diolah menjadi energi terbarukan berupa bahan bakar minyak. Proyek pirolisis tersebut dikelola secara terpisah oleh TNI Angkatan Darat.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak mengatakan fasilitas tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk mengolah timbunan sampah yang sudah ada.
Baca juga : Tawarkan Lebih Dari 100 Ribu Unit, Cicilan Mulai Dari Rp 1 Jutaan
"Fasilitas ini menghadirkan kemampuan untuk mengolah timbunan sampah eksisting yang selama ini menjadi perhatian di berbagai daerah. Kami berharap model ini dapat dikembangkan di lebih banyak lokasi sehingga memberikan dampak yang lebih luas bagi pengelolaan sampah di Indonesia," kata Maruli.
PSEL Kota Bekasi berlokasi di Ciketing Udik, Bantar Gebang, Kota Bekasi. Proyek ini berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN), dengan Bekasi Environment Nusantara sebagai BUPP.
Pembangunan PSEL Bekasi ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada pertengahan 2028. PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) merupakan perusahaan di bawah PT Danantara Investment Management (DIM) yang berfokus pada pengembangan infrastruktur PSEL.
Denera dibentuk untuk mengimplementasikan pengembangan PSEL sebagaimana diamanatkan dalam Perpres Nomor 109 Tahun 2025, sekaligus mengoordinasikan dan mempercepat pengembangan proyek PSEL di Indonesia.
Sementara itu, Danantara Indonesia atau Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) merupakan badan pengelola investasi strategis yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025.
Sebagai lembaga independen di bawah Presiden, Danantara Indonesia memiliki mandat mengelola dan mengoptimalkan investasi pemerintah serta aset BUMN untuk mendukung program strategis nasional, industrialisasi, dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.