Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Gerak Cepat, Waskita Karya Salurkan Ribuan Bantuan Untuk Korban Gempa NTT
- Juventus Menang Tipis di Pekan Pertama Serie A 2026/27
- Ibrahima Konate Ingin Buktikan Diri Di Real Madrid
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
DSI Perkenalkan Jajaran Direksi Dan Komisaris, Luke Mahony Jadi Dirut
Senin, 24 Agustus 2026 22:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI memperkenalkan jajaran pimpinan eksekutif dan identitas merek kepada publik. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan kelembagaan DSI sebagai BUMN yang mendapat mandat mengelola tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam strategis.
DSI dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2026 tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam Strategis. Perusahaan mulai beroperasi pada 1 Juni 2026 dengan mandat memperkuat transparansi, tata kelola, dan optimalisasi nilai dalam ekspor komoditas strategis Indonesia.
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, DSI dibentuk untuk memperkuat visibilitas terhadap ekosistem komoditas strategis Indonesia.
“Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, tetapi sumber daya saja tidak cukup. Kita memerlukan tata kelola yang lebih kuat, visibilitas yang lebih baik, dan sistem yang lebih akuntabel untuk memastikan nilai yang dihasilkan dari komoditas-komoditas ini dicatat dan dioptimalkan dengan baik bagi kepentingan nasional,” ujar Rosan dalam keterangan resmi, Senin (24/8/2026).
Dalam waktu sedikit lebih dari dua bulan, DSI telah membangun visibilitas analitis terhadap sekitar 6.500 deklarasi ekspor dengan nilai lebih dari 14 miliar dolar AS dan volume lebih dari 90 juta ton komoditas.
Baca juga : 60 Tahun Hubungan Diplomatik, RI-Singapura Siapkan Kemitraan Lebih Nendang
Perdagangan tersebut mencakup lebih dari 50 pelabuhan muat di 25 provinsi dengan tujuan ekspor ke lebih dari 100 negara.
DSI memanfaatkan integrasi data dengan referensi pasar global untuk memantau berbagai aspek transaksi ekspor, mulai dari harga, volume, kualitas, klasifikasi Harmonized System (HS), kapal pengangkut hingga negara tujuan.
Perkenalkan Jajaran Pimpinan
Sejalan dengan penguatan operasional tersebut, DSI memperkenalkan jajaran Dewan Komisaris dan Direksi yang akan menjalankan mandat perusahaan.
Dewan Komisaris DSI dipimpin Komisaris Utama Cipung Noer. Ia didampingi Tony Wenas, Prof. Mari Elka Pangestu, dan Harold Tjiptadjaja sebagai komisaris. Jajaran tersebut memiliki pengalaman di berbagai bidang, mulai dari pengembangan industri dan teknologi, operasi pertambangan berskala global, kebijakan ekonomi dan perdagangan internasional, investasi hingga pasar keuangan.
Sementara itu, posisi Direktur Utama DSI dijabat Luke Mahony. Ia didampingi Sinthya Roesly sebagai Direktur Keuangan dan Treasury, Nur Hidayat Udin sebagai Direktur Manajemen Risiko, serta Ivan Ferdiansyah Baely sebagai Direktur Hukum dan Kepatuhan.
Baca juga : Investasi Hilirisasi Bauksit Menggeser Dominasi Nikel
Komposisi direksi tersebut menggabungkan pengalaman di sektor sumber daya alam dengan keahlian di bidang keuangan, manajemen risiko, hukum dan kepatuhan. Selain memperkenalkan jajaran pimpinan, DSI untuk pertama kalinya memperkenalkan identitas mereknya kepada publik.
Bangun Fondasi Kelembagaan
Direktur Utama DSI Luke Mahony mengatakan, penguatan sistem dan kapabilitas menjadi fokus utama perusahaan pada tahap awal operasional.
“Sejak mulai beroperasi, kami telah mengembangkan visibilitas terhadap ribuan transaksi ekspor serta fondasi analitis yang diperlukan untuk mendukung mandat DSI,” kata Luke.
Menurut dia, DSI akan terus memperkuat kemampuan pemantauan, verifikasi dan operasional untuk mendukung ekosistem ekspor yang lebih transparan, akuntabel dan efisien.
Di sisi lain, DSI memastikan proses implementasi dilakukan secara bertahap dengan tetap menjaga kepastian berusaha dan keberlanjutan ekspor. Pada tahap awal, DSI berfokus pada integrasi data ekspor nasional dan analitik tingkat transaksi untuk komoditas strategis, termasuk batu bara, kelapa sawit dan ferroalloy.
Baca juga : Keberhasilan DSI, Prabowo: Kelola Devisa Lebih Dari 10,5 M Dolar, Diakui Dunia
Ke depan, kemampuan pemantauan dan verifikasi akan diperluas melalui pelacakan kapal, validasi negara tujuan serta rekonsiliasi devisa hasil ekspor. DSI juga melibatkan pelaku industri dalam pengembangan sistem melalui kerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Forum Industri Nikel Indonesia (FINI), Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI-ICMA), dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI). Kerja sama tersebut diwujudkan melalui pembentukan Industry Task Force untuk menguji platform DSI sekaligus memberikan masukan dari sisi industri.
Sebagai BUMN Ekspor, DSI menegaskan keberadaannya bukan untuk menggantikan fungsi kementerian dan lembaga pemerintah. Kewenangan penindakan, perizinan dan regulasi tetap berada pada pemerintah.
Dalam jangka panjang, DSI diharapkan mampu memperkuat tata kelola ekspor sehingga nilai ekonomi sumber daya alam strategis Indonesia dapat dicatat dan dioptimalkan lebih baik bagi perekonomian nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya