Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Persita Pastikan Ikut Indonesia Women’s League 2026/27
- Prioritas Pemerintah Usai Gempa NTT: Aktifkan Posko Hingga Penyelamatan Korban
- Persijap Tunjuk Juan Cortes sebagai Pelatih Kepala
- Man United Keok dari AC Milan di Laga Pramusim 2026/27
- Gempa M5,9 Guncang Teluk Tomini Sulawesi Tengah, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Guru Besar: Bintang Kehormatan untuk Pimpinan Danantara Bisa Motivasi BUMN
Minggu, 16 Agustus 2026 08:58 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Rencana Presiden Prabowo Subianto memberikan bintang kehormatan kepada pimpinan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dinilai bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga dapat menjadi pemacu bagi manajemen BUMN untuk meningkatkan kinerja dan mengoptimalkan aset negara.
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru, Prof. Dr. Marihot Manullang, mendukung rencana tersebut.
Menurutnya, penghargaan itu dapat menjadi motivasi bagi jajaran Danantara dan manajemen BUMN untuk terus bekerja secara profesional serta memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Marihot menanggapi pidato Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI, Jumat (14/8/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo mengungkapkan rencana memberikan penghargaan kepada manajemen Danantara atas keberhasilan meningkatkan dividen dan keuntungan BUMN.
"Ini membuktikan dengan manajemen yang akal sehat, dengan niat tidak menipu, keberhasilan kita bisa datang dengan sangat cepat. Sekali lagi, saya apresiasi manajemen dan pimpinan Danantara. Saya kira pantas ini pimpinan Danantara nanti mendapat bintang kehormatan di suasana hari kemerdekaan ini," kata Prabowo.
Baca juga : Pidato Prabowo Bangun Kepercayaan Diri Nasional
Menurut Prof. Marihot, penghargaan kepada pimpinan Danantara juga dapat menjadi simbol bahwa profesionalisme, integritas, serta keberanian melakukan pembenahan dan transformasi dalam pengelolaan aset negara mendapat perhatian dari pemerintah.
“Kami dukung, apresiasi Presiden Prabowo terhadap pimpinan Danantara merupakan bentuk penghargaan terhadap kerja keras dan capaian yang telah ditunjukkan. Ini juga menjadi pesan bahwa pengelolaan aset negara harus dilakukan secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan nasional,” jelasnya.
Dalam pidatonya, Prabowo turut mengapresiasi kinerja Danantara dalam mendorong perbaikan kinerja BUMN. Presiden memaparkan sejumlah BUMN yang mencatatkan pertumbuhan laba signifikan.
Data yang disampaikan Presiden menunjukkan PT Timah mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 804,7 persen, Pupuk Indonesia 253 persen, Semen Indonesia 196,5 persen, Pegadaian 84,6 persen, Pertamina 80 persen, Pelindo 60,4 persen, BTN 40,8 persen, dan Bank Mandiri 24,3 persen.
Selain pertumbuhan laba, sejumlah BUMN juga menunjukkan keberhasilan melakukan turnaround. Krakatau Steel dan Kimia Farma yang sebelumnya mengalami kerugian kini berhasil membukukan laba.
Meski periode pencatatannya berbeda-beda, arah kinerja kedua perusahaan tersebut menunjukkan tren positif.
Baca juga : Eddy Soeparno: Ekonomi Karbon Harus Jadi Mesin Pertumbuhan Baru Indonesia
Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, memproyeksikan seluruh rangkaian proyek hilirisasi nasional dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi sekitar 600.000 orang di Indonesia.
Hal itu disampaikan Rosan saat melaporkan 13 proyek hilirisasi tahap kedua yang dimulai secara simbolis oleh Presiden Prabowo Subianto di Cilacap, Jawa Tengah, dikutip dari siaran video Sekretariat Presiden di Jakarta, Rabu (14/4/2026).
Menurut Prof. Marihot, capaian Danantara tidak terlepas dari kepemimpinan Rosan Roeslani yang dinilai mampu mengedepankan profesionalisme, tata kelola yang sehat, serta orientasi pada peningkatan kinerja Danantara yang berdampak nyata.
“Beliau (Rosan Roeslani) menurut saya menunjukkan kepemimpinan yang sangat baik dalam mengawal Danantara. Dia mampu membawa semangat profesionalisme, efisiensi, dan optimalisasi aset negara sehingga memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja dan dividen BUMN di bawah Danantara Indonesia,” tuturnya.
Ia menilai, Rosan merupakan sosok yang memiliki pengalaman dan kapasitas untuk mengelola lembaga strategis seperti Danantara.
Kemampuan membangun koordinasi, mengambil keputusan secara terukur, serta menjaga fokus pada kepentingan negara dinilai menjadi modal penting dalam menjalankan mandat Danantara.
Baca juga : Tamsil Linrung: Pidato Presiden Tegaskan APBN Spiral Kesejahteraan Asta Cita
“Saya melihat Pak Rosan sebagai figur yang memiliki kapasitas dan pengalaman yang kuat. Kepemimpinannya patut diapresiasi karena mampu menerjemahkan visi besar Presiden Prabowo dalam bentuk kerja dan capaian yang konkret,” katanya.
Prof. Marihot menilai peningkatan dividen dan keuntungan BUMN merupakan indikator penting untuk melihat efektivitas pengelolaan aset negara. Karena itu, capaian tersebut perlu dijaga sekaligus ditingkatkan secara berkelanjutan.
“Yang terpenting, penghargaan ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja. Danantara harus mampu memastikan bahwa optimalisasi aset BUMN pada akhirnya memberikan manfaat yang semakin besar bagi negara dan masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap, momentum Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia dapat menjadi titik penguatan transformasi tata kelola BUMN dan pengelolaan investasi negara.
“Jika kinerja positif ini konsisten dan dibangun dengan tata kelola yang baik, Danantara dapat menjadi instrumen strategis untuk memperkuat perekonomian nasional dan mendukung agenda pembangunan Presiden Prabowo,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya