RM.id Rakyat Merdeka - Gadai tak lagi identik dengan pilihan terakhir ketika seseorang membutuhkan dana cepat. Dari pelaku usaha kecil yang menjaminkan perhiasan untuk menjaga perputaran modal hingga pebisnis kelas atas yang memanfaatkan aset mewah sebagai sumber likuiditas, industri pergadaian kini menjangkau segmen yang semakin luas.
Gambaran itu terlihat di outlet PT Pegadaian (Persero) kawasan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2026).
Suasana antrean nasabah berpadu dengan aktivitas penaksiran berbagai barang jaminan, mulai dari kalung emas, cincin kawin, hingga perangkat elektronik.
Salah seorang nasabah, Rahmawati (42), pemilik usaha katering rumahan asal Matraman, mengaku menggunakan layanan gadai untuk menjaga perputaran modal usahanya.
"Bahan-bahan pokok lagi pada naik semua, sementara saya dapat pesanan katering untuk acara akhir pekan ini. Kalau nunggu pembayaran dari klien minggu depan, modalnya tidak muter. Ke sini (Pegadaian) cuma butuh 15 menit, bawa kalung emas 5 gram, uang modal langsung cair ke rekening," ujar Rahmawati.
Bagi Rahmawati, gadai bukan semata pilihan karena kondisi terdesak. Layanan tersebut menjadi jembatan likuiditas atau cash flow bridging ketika kebutuhan modal harus dipenuhi dengan cepat, sementara proses pinjaman perbankan dinilai kurang praktis untuk skala usahanya.
Fenomena tersebut menjadi bagian dari pertumbuhan industri pergadaian nasional. Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tekanan daya beli, industri gadai justru mencatatkan pertumbuhan yang cukup kuat.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran pinjaman industri pergadaian nasional tumbuh lebih dari 33 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), dengan total penyaluran menembus Rp 103,36 triliun.
Sebagai salah satu pemain utama, PT Pegadaian mencatatkan pertumbuhan outstanding loan (OSL) gross lebih dari 58 persen secara tahunan.
Di tengah kekhawatiran terhadap kredit bermasalah pada sektor keuangan lainnya, rasio non-performing loan (NPL) industri pergadaian juga berada di bawah 1 persen.
Baca juga : Emas Melonjak, Lesca Gadai Premier Beri Solusi Optimalisasi Portofolio Pengusaha
Peta persaingan industri pergadaian pun semakin beragam. Selain perusahaan milik negara, sejumlah pemain gadai swasta berizin OJK turut berekspansi.
Nama seperti Pusat Gadai Indonesia, Gadai Top, Raja Gadai, hingga Beli Gadai semakin mudah ditemui di berbagai kawasan perkotaan dan permukiman.
Kehadiran regulasi seperti POJK Nomor 39 Tahun 2024 dan UU P2SK turut mendorong penataan industri, sekaligus memperkuat pergeseran dari praktik gadai informal menuju layanan yang lebih modern dan terawasi.
Daya tarik gadai terutama terletak pada skema pembiayaan berbasis aset atau collateral-based lending.
Ketika perbankan semakin selektif dalam menyalurkan kredit dan pinjaman daring menghadapi persoalan kepercayaan, gadai menawarkan akses dana yang relatif cepat dengan aset sebagai jaminan.
Gadai Menyasar Aset Mewah
Perkembangan industri gadai tidak hanya terlihat di gerai yang melayani masyarakat umum. Di segmen lain, layanan gadai mulai menyasar kalangan high-net-worth individuals (HNWI) dan pemilik bisnis dengan aset bernilai besar.
Aset yang dijadikan jaminan pun berbeda. Jika masyarakat umum banyak menggadaikan emas atau barang elektronik, kalangan atas dapat menggunakan koleksi bernilai tinggi.
Seperti misalnya, jam tangan edisi terbatas Patek Philippe, Audemars Piguet, dan Rolex, tas desainer seperti Hermès Birkin, perhiasan berlian, hingga logam mulia dalam jumlah besar.
Perbedaannya terletak pada tujuan penggunaan dana. Jika masyarakat berpenghasilan lebih rendah menggunakan gadai untuk memenuhi kebutuhan hidup atau usaha, kalangan atas memanfaatkannya sebagai bagian dari rekayasa finansial (financial engineering) dan manajemen arus kas.
Salah satu pemain yang menggarap segmen pergadaian premium adalah PT Lesca Gadai Premier.
Baca juga : Lesca Gadai Premier Hadirkan ‘Discreet Liquidity’ Lewat Layanan White Glove
Perusahaan tersebut menyasar kebutuhan pebisnis yang membutuhkan tambahan modal kerja hingga miliaran rupiah dengan menjadikan aset premium sebagai jaminan.
Strategi Likuiditas Pengusaha
Memasuki paruh kedua 2026, kenaikan harga emas dunia yang mencapai rekor tertinggi di tengah ketidakpastian geopolitik turut membuka peluang bagi pemilik aset emas.
Kondisi tersebut dimanfaatkan Lesca Gadai Premier melalui program optimalisasi portofolio tengah tahun.
Direktur Lesca Gadai Premier Bastian Purnama mengatakan, dalam manajemen kekayaan modern, menjual aset fisik premium yang nilainya sedang menguat ketika membutuhkan likuiditas bukan selalu menjadi pilihan paling taktis.
Kenaikan harga emas perhiasan dan logam mulia di pasar global saat ini adalah kesempatan emas bagi para kolektor dan pengusaha.
"Melalui skema pendanaan berbasis aset (asset-backed lending) yang kami tawarkan, mereka dapat memanfaatkan nilai laten dari koleksi premium tersebut secara maksimal. Mereka bisa mendapatkan pencairan dana hingga miliaran rupiah berdasarkan taksiran harga pasar terkini yang sedang tinggi, namun aset fisik mereka tetap utuh di bawah kepemilikan mereka," kata Bastian.
Menurut dia, salah satu tantangan bagi CEO, pendiri startup, dan pengusaha kelas atas ketika membutuhkan dana cepat adalah risiko reputasi (reputational risk).
Pengajuan pinjaman institusional dalam jumlah besar atau penjualan aset operasional secara mendadak dinilai dapat menimbulkan signaling effect negatif di mata investor maupun kompetitor karena berpotensi ditafsirkan sebagai tanda perusahaan sedang mengalami persoalan arus kas.
Karena itu, Lesca Gadai Premier mengusung konsep Discreet Liquidity yang didukung layanan privat White Glove Service.
Bastian menyatakan, bagi para pemimpin bisnis, waktu dan reputasi adalah komoditas yang paling berharga.
Baca juga : Lesca Gadai Premier Ubah Barang Mewah Jadi Aset Likuid Bernilai
Menunggu proses persetujuan kredit perbankan konvensional yang memakan waktu berminggu-minggu, akan membuat momentum ekspansi hilang.
"Di sisi lain, mereka tidak ingin pasar mencium bahwa mereka sedang membutuhkan dana taktis. Di sinilah konsep Discreet Liquidity yang kami tawarkan menjadi solusi mutlak," ujar Bastian.
Melalui layanan tersebut, nasabah premium tidak harus datang ke kantor atau gerai. Tim penilai (appraiser) senior Lesca Gadai Premier dapat mendatangi lokasi yang diinginkan, mulai dari ruang rapat privat di kantor hingga kediaman pribadi.
Penilaian aset dilakukan berdasarkan taksiran nilai pasar, sementara pencairan dana hingga miliaran rupiah dapat dilakukan melalui transfer bank secara langsung.
Aspek keamanan dan integritas layanan tersebut didukung sertifikasi internasional yang dimiliki perusahaan, yakni ISO 9001:2015 untuk Manajemen Mutu dan ISO/IEC 27001:2022 untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Bukan Lagi Sekadar Dana Darurat
Ekonom Senior Prasasti Center for Policy Studies, Piter Abdullah, menilai pertumbuhan pergadaian dari segmen ritel hingga kelas premium menunjukkan adanya perubahan cara pandang masyarakat dan dunia usaha terhadap pengelolaan modal.
"Bagi segmen kelas atas, efisiensi biaya modal (cost of capital) dan perlindungan reputasi adalah kunci. Meminjam dana dengan jaminan aset mewah yang sedang menguat nilainya jauh lebih efisien dibandingkan harus menarik deposito berjangka lebih awal atau menjual kepemilikan saham di saat pasar saham sedang bergejolak," tuturnya.
"Lembaga seperti Lesca Gadai Premier berhasil mengubah persepsi gadai dari sekadar solusi darurat menjadi alat bantu navigasi keuangan yang sangat elegan," imbuh Piter.
Dari antrean nasabah di gerai Pegadaian Kramat Raya hingga layanan privat bagi pemilik aset bernilai tinggi, industri pergadaian menunjukkan perannya yang semakin luas.
Di tengah ketidakpastian ekonomi dan kebutuhan likuiditas, gadai tidak hanya berfungsi sebagai jaring pengaman bagi masyarakat, tetapi juga berkembang menjadi instrumen untuk menjaga arus kas dan mendukung aktivitas bisnis.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.