RM.id Rakyat Merdeka - PT Telkom Akses memperkuat transformasi perusahaan untuk berkembang dari entitas yang berfokus pada pembangunan dan pengelolaan jaringan menjadi pengelola infrastruktur digital yang lebih produktif, adaptif, dan mampu menciptakan nilai strategis bagi TelkomGroup.
Transformasi tersebut dijalankan di bawah kepemimpinan Direktur Utama Telkom Akses, Irphan Wijaya.
Dalam lima tahun ke depan, perusahaan menargetkan penguatan posisi sebagai salah satu rujukan industri dalam pembangunan dan pengelolaan infrastruktur telekomunikasi nasional.
Bagi Irphan, transformasi bukan sekadar membangun jaringan dalam skala lebih besar, tetapi juga membentuk organisasi yang lebih kuat, agile, dan berkelanjutan.
“Bagi saya, lima tahun ke depan bukan hanya tentang membangun maupun mengelola lebih banyak jaringan, tetapi membangun perusahaan yang jauh lebih kuat. Saya ingin Telkom Akses berevolusi dari execution company menjadi strategic value creator bagi TelkomGroup, serta menjadi benchmark nasional dalam kualitas deployment, produktivitas, digital field operation, dan keselamatan kerja,” ujar Irphan, Jumat (21/8/2026).
Untuk mewujudkan visi tersebut, Telkom Akses menetapkan lima fokus transformasi, yakni penguatan operational excellence, digitalisasi proses melalui pemanfaatan teknologi dan Artificial Intelligence (AI), dan pengembangan human capital sebagai keunggulan kompetitif.
Lalu, ekspansi sumber pertumbuhan di luar captive market, serta penguatan budaya integritas, disiplin operasi, dan continuous improvement.
Irphan menempatkan operational excellence sebagai salah satu fondasi utama transformasi Telkom Akses.
Baca juga : Peruri Dorong Percepatan Ekosistem Digital Sektor Pemerintah Lewat GPFE 2026
Fokus tersebut diarahkan pada empat aspek, yaitu kualitas, kecepatan eksekusi, produktivitas, dan keselamatan kerja.
Keempat aspek itu menjadi landasan untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus mendorong efisiensi operasional perusahaan.
Sejalan dengan perkembangan industri telekomunikasi yang semakin dinamis, Telkom Akses juga memperkuat standardisasi dan digitalisasi proses, termasuk melalui penerapan predictive maintenance dan analitik berbasis AI.
Transformasi tidak hanya dilakukan dari sisi teknologi, tetapi mencakup business model, process, technology, people, hingga culture agar seluruh elemen organisasi berkembang secara selaras dan berkelanjutan.
Dari sisi bisnis, Telkom Akses akan memperkuat sejumlah portofolio, antara lain Managed Services, Deployment & Construction, serta Value Added Managed Services (VAMS).
Perusahaan juga menargetkan external market sebagai salah satu sumber pertumbuhan utama dalam lima tahun mendatang, dengan menyasar Other Licensed Operator (OLO), Internet Service Provider (ISP), dan segmen enterprise.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Telkom Akses memperluas basis bisnis sekaligus memperkuat kapabilitas perusahaan di luar pasar internal TelkomGroup.
Transformasi perusahaan juga menempatkan sumber daya manusia (SDM) sebagai salah satu faktor kunci keberhasilan.
Baca juga : 19 Tahun SIMGROUP, Perkuat Transformasi Lewat Inovasi dan Aksi Sosial
Irphan menilai, teknologi dan strategi merupakan enabler, sementara kualitas manusia menjadi faktor yang menentukan kemampuan perusahaan dalam menciptakan keunggulan kompetitif.
“SDM yang berkualitas akan menjadi pembeda utama perusahaan dalam membangun competitive advantage. SDM yang kompeten juga akan mampu mengoptimalkan penggunaan sumber daya perusahaan secara keseluruhan,” imbuhnya.
Karena itu, Telkom Akses mendorong pengembangan Future Ready Talent dengan lima karakter utama, yaitu Integrity, Digital Mindset, Customer Experience Centric, Learning Agility, dan Collaboration.
Pengembangan talenta dilakukan melalui berbagai program, seperti coaching, mentoring, cross assignment, succession planning, dan individual development plan, dengan memperkuat prinsip meritokrasi dalam pengembangan karier.
Khusus bagi teknisi yang berinteraksi langsung dengan pelanggan, pengembangan kompetensi tidak hanya diarahkan pada kemampuan teknis, tetapi juga mencakup kemampuan komunikasi dan emotional intelligence.
Hal tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengalaman pelanggan sekaligus memperkuat peran teknisi sebagai representasi perusahaan di lapangan.
Di samping transformasi operasional, digitalisasi, dan pengembangan talenta, Telkom Akses memperkuat budaya perusahaan melalui nilai TRUST, yakni Teamwork, Responsibility, Uncompromised Integrity, Service Excellence, dan Transformation Mindset.
Nilai TRUST menjadi landasan bagi seluruh Warrior Telkom Akses untuk membangun kolaborasi lintas fungsi, memiliki ownership terhadap hasil pekerjaan, menjunjung tinggi integritas, mengutamakan kualitas layanan, serta terbuka terhadap perubahan dan pemanfaatan teknologi.
Baca juga : Menteri Rini: AI Hanya Alat, Tak Gantikan Peran Manusia
Dari nilai tersebut, Irphan menempatkan integrity, discipline, dan accountability sebagai fondasi penting dalam membangun organisasi yang sehat dan berkinerja tinggi.
"Kompetensi bisa dipelajari, sementara karakter tidak mudah dibangun dan membutuhkan proses. Saya ingin budaya perusahaan bergerak dari Command & Control menjadi Empower & Collaborate, serta dari Activity Based menjadi Outcome Based,” tegasnya.
Perubahan budaya tersebut diharapkan mampu mendorong organisasi bergerak lebih cepat, memperluas ruang kolaborasi dan pengambilan keputusan, sekaligus memastikan setiap aktivitas perusahaan menghasilkan dampak yang terukur.
Melalui transformasi yang terintegrasi antara operational excellence, digital transformation, people excellence, dan penguatan budaya, Telkom Akses menargetkan organisasi yang semakin agile dalam merespons perubahan industri.
Langkah tersebut sekaligus diarahkan untuk meningkatkan kontribusi Telkom Akses bagi TelkomGroup, pelanggan, dan ekosistem digital Indonesia.
Menutup pesannya kepada seluruh Warrior Telkom Akses, Irphan mengajak seluruh insan perusahaan untuk tidak hanya menjadi bagian dari transformasi, tetapi mengambil peran sebagai penggerak perubahan.
“Menjalankan transformasi operasional tidaklah mudah. Perusahaan yang mampu bertahan bukan hanya yang besar, tetapi yang mampu beradaptasi dengan cepat. Saya mengajak seluruh Warrior Telkom Akses untuk tidak sekadar menjadi bagian dari perubahan, tetapi menjadi penggerak perubahan yang memberikan komitmen dan kontribusi nyata untuk membangun perusahaan yang semakin agile,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.