Dark/Light Mode

Kinerja BUMN Semester I 2026 Tunjukkan Hasil Transformasi

Rabu, 12 Agustus 2026 17:30 WIB
Managing Partner BUMN Research Group LM FEB UI Toto Pranoto.
Managing Partner BUMN Research Group LM FEB UI Toto Pranoto.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kinerja sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada semester I 2026 menunjukkan tren positif. Perbaikan tersebut terlihat dari pertumbuhan laba sejumlah BUMN di berbagai sektor strategis. Mulai dari pertambangan, pupuk, perbankan, hingga logistik.

Managing Partner BUMN Research Group LM FEB UI Toto Pranoto menilai, kinerja positif ditopang sejumlah BUMN besar yang selama ini menjadi penggerak utama pendapatan dan laba perusahaan negara.

"Menurut saya kinerja solid masih ditunjukkan BUMN blue chips yang sedari dulu menjadi motor penggerak revenue dan profit total BUMN. Misal kinerja Himbara di sektor perbankan, sektor mineral dan hasil tambang, sektor telco dan Pertamina," kata Toto, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (11/8/2026).

Menurut Toto, kinerja BUMN masih berpotensi meningkat seiring proses penataan dan konsolidasi perusahaan negara. Ia menilai, streamlining BUMN perlu terus dilakukan agar struktur perusahaan menjadi lebih efisien dan kinerja dapat ditingkatkan.

Baca juga : Pameran INTI 2026 Dorong Transformasi Digital Nasional

"Harapan saya supaya proses streamlining BUMN bisa dipercepat sehingga perbaikan kinerja bisa lebih cepat dilaksanakan," ujar Toto.

Berdasarkan laporan keuangan semester I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, PT Timah mencatat pertumbuhan laba paling signifikan. Perusahaan tambang tersebut membukukan laba bersih Rp 2,71 triliun, melonjak 804,7 persen dibandingkan Rp300 miliar pada semester I 2025.

Kinerja positif juga dicatat PT Pupuk Indonesia. Laba bersih perusahaan mencapai Rp 8,51 triliun atau tumbuh 253 persen dibandingkan Rp 2,41 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Di sektor semen, PT Semen Indonesia mencatat kenaikan laba 196,5 persen, dari Rp 65,24 miliar menjadi Rp 193,46 miliar. Sementara itu, PT Agrinas Palma Nusantara membukukan laba Rp 890 miliar atau tumbuh 150 persen. Pertumbuhan tersebut menambah catatan positif kinerja perusahaan di sektor perkebunan strategis.

Baca juga : Meta Hadirkan AI untuk WhatsApp Business

Pertumbuhan juga terlihat pada sektor jasa keuangan dan logistik. PT Pegadaian mencatat kenaikan laba 84,6 persen menjadi Rp 6,59 triliun. PT Pelindo membukukan laba Rp2,57 triliun atau tumbuh 60,4 persen.

PTPN IV PalmCo mencatat kenaikan laba 54 persen menjadi Rp 3,23 triliun. Adapun PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN membukukan laba Rp2,40 triliun, tumbuh 40,8 persen dibandingkan semester I 2025.

Bank Mandiri juga mencatat pertumbuhan laba 24,3 persen menjadi Rp 30,41 triliun. Sementara PT Pertamina Geothermal Energy mencatat pertumbuhan laba 15,5 persen menjadi 79,61 juta dolar AS. Selain pertumbuhan laba, sejumlah BUMN juga menunjukkan perbaikan kinerja dengan berbalik dari posisi rugi menjadi laba.

PT Krakatau Steel, misalnya, yang sebelumnya mencatat kerugian sekitar Rp 1,74 triliun, berhasil membukukan laba sekitar Rp 150 miliar hingga Rp 185 miliar pada semester I 2026. PT Kimia Farma juga mencatat pembalikan kinerja. Perusahaan yang sebelumnya mengalami kerugian Rp 135,61 miliar tersebut membukukan laba Rp 54,07 miliar.

Baca juga : Danantara Housing Expo 2026: BRI Pimpin Kolaborasi Himbara Perkuat Pembiayaan Perumahan

Perbaikan kinerja tersebut menjadi indikator penting dalam proses transformasi dan penataan BUMN. Namun, kinerja positif perlu dijaga melalui efisiensi, konsolidasi, penguatan tata kelola, serta percepatan restrukturisasi perusahaan yang masih menghadapi persoalan fundamental.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.