RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan untuk menekan dampak asap terhadap masyarakat, lingkungan dan aktivitas perekonomian.
Untuk menekan dampak tersebut, Pemerintah memperkuat penanganan karhutla melalui pengerahan personel, pemadaman, penambahan sumber air, hingga koordinasi regional untuk mengantisipasi dampak asap lintas batas.
“Akibat titik api karhutla yang makin meluas sebagai dampak kemarau dan fenomena El Nino, aktivitas ekonomi di wilayah Kalimantan mulai terganggu. Penanganan perlu dilakukan secara cepat dan terkoordinasi,” kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Airlangga menegaskan, Pemerintah terus melakukan penanganan karhutla dengan mempertimbangkan kondisi cuaca yang lebih kering akibat fenomena El Nino. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kebakaran, sehingga pengendalian api perlu dilakukan secara terpadu untuk mencegah dampak meluas.
Baca juga : Dekatkan Diri Dengan Masyarakat, PAN Kaltara Targetkan Rekrut 9 Ribu Relawan
Penguatan penanganan dilakukan, antara lain dengan mengerahkan 12.880 personel gabungan di wilayah Kalimantan. Pemerintah juga menambah sumber air melalui pembangunan dan pengaktifan sumur bor di sejumlah wilayah prioritas.
“Kami fokus di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Upaya di lapangan mencakup patroli, pemantauan titik panas, pemadaman, pembasahan lahan, hingga pendinginan untuk memastikan api tidak kembali muncul,” jelasnya.
Pemerintah juga mengoptimalkan pemadaman melalui jalur darat dan udara, termasuk water bombing, serta pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca.
Pengerahan sumber daya melibatkan TNI-Polri, Pemerintah Daerah, serta masyarakat di wilayah terdampak.
Baca juga : Pindar Makin Diminati UMKM Akses Pembiayaan
Airlangga mengatakan, perkembangan penanganan karhutla juga terus dikawal lintas kementerian.
“Sejumlah menteri juga mengikuti perkembangan kondisi di lapangan dan memastikan langkah penanganan berjalan sesuai kebutuhan,” ujar politisi Partai Golkar itu.
Selain penanganan kebakaran, potensi asap yang bergerak melintasi batas negara menjadi perhatian Pemerintah.
Airlangga mengatakan, Pemerintah memilih mekanisme kerja sama ASEAN untuk menangani persoalan tersebut melalui koordinasi regional.
Baca juga : “Saya Nggak Ikut Politik”
“Kan ASEAN punya Trans-ASEAN Boundary yang mengenai asap itu. Jadi, mengacu pada itu aja,” kata Airlangga.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.