BREAKING NEWS
 

Prof Didik: Perbaikan Iklim Investasi Jadi Kunci Perkuat Rupiah

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Minggu, 30 Agustus 2026 15:03 WIB
Didik J Rachbini. (Foto: Universitas Paramadina)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ekonom Senior Didik J. Rachbini menilai perbaikan iklim investasi menjadi salah satu faktor penting untuk memperkuat fondasi nilai tukar rupiah dalam jangka panjang, di tengah keterbatasan kebijakan moneter dalam menghadapi persoalan struktural perekonomian.

Menurut Didik, Bank Indonesia (BI) memang memiliki sejumlah instrumen untuk menjaga stabilitas nilai tukar, termasuk melalui kebijakan suku bunga. Namun, penguatan rupiah tidak cukup hanya mengandalkan instrumen moneter.

Ia mengatakan, arus investasi asing dapat menjadi salah satu sumber devisa yang memperkuat sektor eksternal Indonesia. Oleh karena itu, daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi perlu terus ditingkatkan.

“Indonesia sangat membutuhkan modal asing karena investasi tersebut mendatangkan dana segar devisa bagi Indonesia,” kata Didik dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (30/8/2026).

Namun, menurut dia, investor global memiliki banyak pilihan untuk menempatkan modalnya di berbagai negara berkembang. Kondisi tersebut membuat Indonesia harus mampu menciptakan lingkungan investasi yang kompetitif.

Baca juga : Rupiah Jelang Akhir Pekan Perkasa Rp 17.729

Didik menilai sejumlah persoalan, seperti kepastian hukum, biaya transaksi yang tinggi, dan persepsi risiko investasi, masih menjadi faktor yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan daya tarik investasi nasional.

Jika negara lain menawarkan lingkungan usaha yang lebih baik dan sistem hukum yang lebih dipercaya, menurut dia, investor berpotensi mengalihkan modalnya ke negara tersebut.

“Jika negara lain menawarkan lingkungan bisnis yang lebih baik dan hukum yang lebih dipercaya, maka dana investasi bisa kabur dan pindah ke negara tersebut,” ujarnya.

Adsense

Ia mengatakan masuknya investasi asing tidak hanya berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dapat memperkuat pasokan devisa yang dibutuhkan untuk menopang stabilitas nilai tukar.

Menurut Didik, kebutuhan devisa Indonesia terus meningkat untuk membiayai impor, pembayaran utang luar negeri, serta berbagai transaksi internasional yang sebagian besar menggunakan dolar AS.

Baca juga : Destry Diminta Jaga Stabilitas Rupiah

Sementara itu, kemampuan sektor eksternal dalam menghasilkan devisa dinilai masih menghadapi sejumlah tantangan. Kondisi tersebut membuat rupiah tetap rentan terhadap tekanan, terutama ketika permintaan terhadap dolar AS meningkat.

Didik menilai, penguatan nilai tukar membutuhkan perbaikan yang lebih luas, tidak hanya melalui kebijakan suku bunga, tetapi juga peningkatan daya saing ekonomi dan penguatan sumber-sumber penerimaan devisa.

Selain investasi, ia mendorong, penguatan ekspor dan pengembangan sektor-sektor ekonomi yang mampu menghasilkan pendapatan dari pasar internasional.

Menurut dia, struktur ekonomi Indonesia selama ini masih didominasi aktivitas domestik. Besarnya pasar dalam negeri memang menjadi kekuatan bagi pertumbuhan ekonomi, tetapi belum tentu memberikan pasokan devisa yang cukup untuk menopang nilai tukar.

Karena itu, Didik menilai, Indonesia perlu memperkuat orientasi ekonomi ke luar atau outward looking dengan meningkatkan ekspor dan memperluas sumber penerimaan devisa. “Untuk menjaga nilai rupiah lebih stabil dan lebih kuat tidak cukup hanya dengan menggunakan instrumen suku bunga,” katanya.

Baca juga : Ekonom Optimistis Ekonomi RI, Daya Beli Jadi Tantangan Utama

Ia menambahkan, perbaikan iklim investasi, kepastian hukum, peningkatan daya saing, serta penguatan ekspor perlu berjalan secara bersamaan agar Indonesia memiliki fondasi sektor eksternal yang lebih kuat.

Dengan demikian, kebijakan BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar dapat didukung oleh arus masuk devisa yang lebih berkelanjutan, baik melalui investasi maupun peningkatan aktivitas perdagangan dengan pasar internasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense