RM.id Rakyat Merdeka - PTPN Group mulai menggarap proyek percontohan budidaya kedelai seluas 1.000 hektare sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai.
Melalui subholding PTPN III (Persero), PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, penanaman kedelai perdana dilakukan serentak di 20 titik di berbagai wilayah kerja perusahaan pada Jumat pekan lalu.
Penanaman dipusatkan di Kebun Adolina Regional 2, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, dan terhubung secara daring dengan manajemen regional lainnya yang melaksanakan kegiatan serupa di enam provinsi.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan pilot project tersebut merupakan tindak lanjut penugasan pemerintah dalam mendukung Asta Cita dan memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya komoditas kedelai.
“Alhamdulillah, PTPN IV telah melaksanakan tanam perdana proyek percontohan kedelai. Ini merupakan tindak lanjut kita atas arahan Bapak Presiden melalui Bapak Menteri Pertanian untuk meningkatkan produksi nasional dan menekan impor kedelai,” kata Jatmiko, Senin (31/8/2026).
Pada tahap pertama, perusahaan menargetkan areal percontohan seluas 1.000 hektare yang seluruhnya berada di kawasan peremajaan (replanting) sawit milik perusahaan.
Baca juga : Selama 2 Tahun, Kebun Sosa PTPN IV Salurkan Rp 762 Juta untuk Warga Padang Lawas
“Kita optimalisasikan areal peremajaan ataupun konversi sawit. Sehingga kurang lebih selama enam bulan sebelum sawit kembali ditanam, kita akan menanam kedelai terlebih dahulu,” jelasnya.
Menurut Jatmiko, inisiatif tersebut penting mengingat dalam lima tahun terakhir Indonesia rata-rata mengalami defisit kedelai sekitar 2,5 juta ton per tahun.
Kondisi itu membuat kebutuhan kedelai nasional masih sangat bergantung pada impor, yang mencapai sekitar 97 persen.
Karena itu, keberhasilan proyek percontohan tersebut dinilai penting untuk menentukan pengembangan komoditas kedelai secara lebih luas.
Namun, perluasan tetap akan dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian investasi sebagaimana diarahkan Danantara.
“Karena kita belum pernah tanam kedelai sebelumnya, kita siapkan pilot project 1.000 hektare dulu. Dan sesuai arahan Danantara, jika ini berhasil serta memperlihatkan kelayakan di berbagai aspek, insyaallah akan dilanjutkan dengan luasan yang lebih masif,” ujar Jatmiko.
Baca juga : PTPN IV PalmCo Siapkan Talenta Pemimpin Perempuan Nasional
“Sehingga harapan pemerintah untuk meningkatkan produksi dan menekan impor kedelai tadi dapat diwujudkan,” sambungnya.
Perwakilan Direktur Jenderal Pangan Kementerian Pertanian RI, Arief Muliawan, mengapresiasi langkah PTPN dalam mengembangkan budidaya kedelai.
Menurutnya, program tersebut layak menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam mendukung swasembada pangan nasional.
“Kami memberikan apresiasi kepada PTPN yang terus menunjukkan komitmennya dalam menjalankan berbagai program swasembada pangan nasional. Semoga proyek ini berhasil dan dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain yang ada di Indonesia,” kata Arief.
Sementara itu, Direktur Produksi dan Pengembangan PTPN III (Persero), Rizal H. Damanik, menekankan pentingnya sinergi antara PTPN Group, Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, serta mitra strategis untuk mempercepat sekaligus meningkatkan keberhasilan program tersebut.
“Jika ingin skalanya lebih besar dan persentase keberhasilannya tinggi, kerja sama banyak pihak mulai dari pemerintah, perusahaan, kelompok tani, dan mitra strategis lainnya pasti akan sangat dibutuhkan, termasuk kepastian serapan dari offtaker,” ujar Rizal.
Baca juga : PTPN Group Kirim 17 Ton Bantuan Untuk Korban Gempa Di NTT
Dia berharap, proyek percontohan kedelai PTPN IV PalmCo dapat berhasil sehingga memberikan dampak maksimal bagi penguatan ketahanan pangan nasional.
Dalam proyek tersebut, PTPN IV PalmCo mulai menanam kedelai varietas Grobogan. Varietas ini memiliki potensi produksi hingga 2 ton per hektare dengan siklus tanam sekitar 85–90 hari.
Perusahaan menilai dukungan seluruh pihak dalam ekosistem yang dibangun menjadi kunci agar proyek tersebut tidak berhenti sebatas percontohan, tetapi dapat dikembangkan dalam skala lebih luas dan berkelanjutan.
Dengan optimalisasi lahan peremajaan sawit sebelum kembali ditanami sawit, program ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah sekaligus mendukung peningkatan produksi kedelai dalam negeri.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.