Dark/Light Mode

PTPN Group Kembangkan 10.000 Hektare Ubi Kayu Di Lampung

Rabu, 12 Agustus 2026 22:18 WIB
PTPN Group bersama 11 mitra menandatangani kerja sama pengembangan ubi kayu di Lampung sebagai bagian dari hilirisasi pertanian hingga bioetanol.
PTPN Group bersama 11 mitra menandatangani kerja sama pengembangan ubi kayu di Lampung sebagai bagian dari hilirisasi pertanian hingga bioetanol.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN III mulai mengembangkan ekosistem ubi kayu di Lampung dengan target lahan mencapai 10.000 hektare. Program ini menggandeng 11 mitra dari berbagai unsur untuk membangun rantai usaha mulai dari budidaya hingga industri hilir.

Tahap awal pengembangan mencakup rencana penanaman ubi kayu di lahan seluas 7.313 hektare. Pengembangan dilakukan bertahap sesuai kesiapan lahan hingga mencapai target 10.000 hektare.

Program tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PTPN Group dan 11 mitra di Kantor Regional PT Perkebunan Nusantara I (Persero) atau PTPN I Regional 7, Bandar Lampung, Rabu (12/8/2026).

Kerja sama melibatkan perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), koperasi, dan yayasan. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat sektor budidaya sekaligus menyiapkan kebutuhan industri pengolahan.

Direktur Utama PTPN III Denaldy Mulino Mauna mengatakan, pengembangan ubi kayu tersebut dirancang untuk membangun ekosistem bisnis yang menghubungkan sektor hulu dan hilir.

Baca juga : PTPN Group Perkuat Transformasi Bisnis Karet Hadapi Pasar Global

“Kami di PTPN III membangun rantai nilai yang utuh, mulai dari hulu hingga hilir,” ujar Denaldy dalam siaran persnya, Rabu (12/8/2026).

Di sektor hulu, PTPN Group menyiapkan optimalisasi lahan, penerapan teknologi pertanian, serta pengembangan varietas unggul dengan produktivitas tinggi.

Sementara di sektor hilir, ubi kayu akan diarahkan menjadi bahan baku industri pengolahan, termasuk untuk produksi bioetanol.

“Kami mengarahkan hilirisasi pada industri pengolahan, termasuk pemanfaatan ubi kayu sebagai bahan baku bioetanol,” kata Denaldy.

Menurutnya, pengembangan tersebut dapat memberikan manfaat ganda bagi ketahanan pangan sekaligus ketahanan energi nasional. Peningkatan nilai tambah komoditas juga diharapkan berdampak terhadap pendapatan petani serta menggerakkan perekonomian desa.

Baca juga : Semester I 2026, Penjualan PTPN Group Tembus Rp 29,1 Triliun

Program ini turut melibatkan Pemerintah Provinsi Lampung, BUMDes, koperasi, BUMD, serta masyarakat dalam rantai usaha yang dirancang secara inklusif.

Denaldy mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Lampung terhadap program pengembangan ubi kayu tersebut.

“Sinergi ini adalah langkah nyata mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan energi nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Aset Manajemen PTPN I Arif Budiman mengatakan, PTPN I siap menjalankan program secara bertahap. Tahapannya meliputi penyiapan lahan, penguatan kemitraan, pengembangan budidaya, hingga integrasi dengan industri hilir.

“Kami optimistis kolaborasi ini memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha lokal,” kata Arif.

Baca juga : PSI Lampung Miliki Ribuan Kader Baru

Menurut Arif, keterlibatan BUMN diarahkan untuk memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan masyarakat di tingkat tapak secara konsisten.

PTPN I menargetkan program tersebut berkembang menjadi model agribisnis modern melalui penguatan pengelolaan lahan dan kemitraan jangka panjang.

Pengembangan akan diperkuat melalui riset, inovasi teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan pengembangan industri hilir.

Dengan luas awal 7.313 hektare, program tersebut menjadi tahap penting menuju target pengembangan ubi kayu seluas 10.000 hektare di Lampung.

Hilirisasi menjadi bagian penting dari program tersebut. Ubi kayu tidak hanya diposisikan sebagai komoditas pertanian, tetapi juga sebagai bahan baku industri yang dapat mendukung kebutuhan pangan dan pengembangan energi berbasis bioetanol bagi perekonomian daerah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.