BREAKING NEWS
 

100 Tahun Wiper Bosch, Kemenhub dan Pakar Soroti Pentingnya Visibilitas

Reporter & Editor :
FAZRY
Jumat, 4 September 2026 21:10 WIB
Diskusi panel pada acara 100 years anniversary Bosch Wiper yang menekankan sinergitas antara pemerintah, pelaku industri, akademisi, distributor dan media untuk meningkatkan keselamatan berkendara. [Ki-Ka] Moderator, Muhammad Perkasa Al Hafiz; Kasubdit Uji Kendaraan Bermotor Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Heri Prabowo, Bosch Mobility Aftermarket Indonesia Country Director, Griselda Iwandi; Akademisi dan Pengamat Otomotif Institut Teknologi Bandung, Dr. Yannes Martinus Pasaribu, General Manager PT Berkat Otopart Indonesia, Daniel Shantio.

RM.id  Rakyat Merdeka - Faktor keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan oleh perilaku pengemudi atau kondisi rem dan ban, melainkan juga visibilitas atau jarak pandang di balik kemudi.

Gangguan pandangan saat hujan atau kaca kotor berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.

Hal itu mengemuka dalam diskusi peringatan 100 tahun teknologi wiper Bosch yang digelar di Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Aan Suhanan, melalui Kasubdit Uji Kendaraan Bermotor Heri Prabowo, menegaskan bahwa budaya keselamatan harus dijaga sepanjang siklus hidup kendaraan, mulai dari desain hingga operasional. Keselamatan jalan bertumpu pada tiga aspek utama: kendaraan yang laik, pengemudi yang kompeten, serta dukungan infrastruktur.

Baca juga : Pelita Air Pertahankan Predikat Maskapai Paling Tepat Waktu

"Kegiatan seperti Bosch Safety Driving Campaign ini merupakan salah satu contoh konkret bagaimana kolaborasi antara pemerintah dan industri dapat memperkuat edukasi keselamatan kepada masyarakat luas," ujar Heri dalam keterangan tertulis yang diterima RM.ID, Jumat (4/9/2026).

Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu menjelaskan, mayoritas keputusan pengemudi didasarkan pada informasi visual.

Hujan berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lebih dari 31 persen, sementara kaca yang kotor dapat menurunkan efektivitas kontrol visual pengemudi.

Adsense

“Pengemudi mengambil keputusan berdasarkan apa yang mereka lihat. Karena itu, visibilitas yang baik menjadi bagian penting dalam membantu pengemudi membaca situasi dan mengambil keputusan lebih awal,” kata Yannes.

Baca juga : Jasa Marga & Hutama Karya Digitalisasi Data Di Jalan Tol

Managing Director Bosch Indonesia Pirmin Riegger menyampaikan, pengembangan teknologi keselamatan bertumpu pada prinsip Invented for Life untuk menjawab kebutuhan nyata pengemudi.

“Bagi Bosch, teknologi bukan hanya tentang menciptakan sesuatu yang baru. Melalui prinsip Invented for Life, kami ingin memastikan bahwa inovasi memberikan manfaat nyata bagi kehidupan manusia. Dalam mobilitas, hal tersebut berarti menghadirkan teknologi yang membantu membuat perjalanan menjadi lebih aman, sekaligus dapat diandalkan dalam berbagai kondisi,” tutur Pirmin.

Ia menambahkan, meski teknologi kendaraan berkembang pesat dalam satu abad terakhir, kebutuhan dasar pengemudi akan pandangan yang jelas tetap menjadi hal utama.

“Selama 100 tahun, kebutuhan pengemudi mungkin berkembang seiring perubahan kendaraan dan teknologi, tetapi satu hal tetap sama: manusia membutuhkan teknologi yang dapat diandalkan untuk membantu mereka berkendara dengan lebih aman. Karena itu, inovasi bagi kami bukan hanya tentang mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga tentang memahami bagaimana teknologi tersebut memberikan manfaat bagi penggunanya,” lanjutnya.

Baca juga : Tahun Depan, Truk ODOL Bakal Kena Tilang Otomatis

Sementara itu, Country Sales Director Bosch Mobility Aftermarket Griselda Iwandi mengimbau pemilik kendaraan untuk memeriksa kondisi komponen pembersih kaca secara berkala.

“Idealnya, wiper diganti setiap enam bulan, tetapi kondisi penggunaan juga perlu diperhatikan. Pengemudi tidak perlu menunggu sampai wiper berhenti berfungsi. Ketika hasil sapuannya mulai menurun, itu sudah menjadi tanda untuk melakukan pemeriksaan dan penggantian,” ucap Griselda.

Dalam kegiatan tersebut, Bosch juga meluncurkan program Care for Sight bekerja sama dengan Yayasan Tunas Bakti Nusantara (YTBN) berupa penyaluran unit wiper untuk mendukung operasional armada ambulans di wilayah darurat.

“Kontribusi tersebut tidak dimaksudkan sebagai solusi tunggal terhadap seluruh kebutuhan kendaraan darurat, melainkan sebagai bagian dari komitmen Bosch untuk terus mendorong kesadaran bahwa kesiapan kendaraan merupakan bagian dari ekosistem keselamatan yang lebih luas,” pungkas Griselda.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense