Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pemerintah Dukung Pembentukan Ekosistem Sistem Logistik Nasional Bebas Emisi
Kamis, 23 Juli 2026 18:28 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perhubungan menegaskan komitmen mempercepat transformasi sektor angkutan barang menuju sistem logistik nasional yang lebih efisien, berdaya saing, dan rendah emisi melalui pengembangan Green Logistics Corridor sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi transportasi nasional.
Komitmen tersebut disampaikan oleh Dr. Robby Kurniawan SSTP, M.Si, M.MTr, Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Kawasan dan Lingkungan, saat menjadi panelis pada Indonesia Zero Emission Heavy-Duty Vehicle (IZEHDV) Summit 2026 yang diselenggarakan oleh World Resources Institute (WRI) Indonesia bersama Indonesia Freight Decarbonization Accelerator (IFDA) di Hotel St. Regis Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Forum tingkat nasional tersebut mengusung tema "Achieving Energy Security Through Transformation of the Transportation Sector" dan mempertemukan para menteri, pimpinan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, pelaku industri, akademisi, lembaga keuangan, serta mitra pembangunan internasional untuk mempercepat transisi kendaraan berat tanpa emisi di Indonesia. Agenda dan posisi Robby sebagai panelis pada sesi "The National Green Logistics Corridor Initiative: Infrastructure, Regulations, and Enabling Ecosystem" tercantum dalam briefing note penyelenggara.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem SAF, untuk Penerbangan Rendah Emisi
Robby menegaskan, sektor angkutan barang merupakan tulang punggung distribusi nasional sekaligus salah satu penyumbang emisi terbesar di sektor transportasi. Oleh karena itu, transformasi menuju Zero Emission Heavy-Duty Vehicle (ZEHDV) tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus dibangun melalui pendekatan ekosistem yang mengintegrasikan kebijakan, infrastruktur, teknologi, pembiayaan, dan kolaborasi lintas sektor.
"Transisi menuju kendaraan berat tanpa emisi bukan semata-mata mengganti mesin diesel menjadi listrik. Yang kita bangun adalah transformasi sistem logistik nasional yang mampu menghadirkan efisiensi ekonomi, meningkatkan daya saing industri, memperkuat ketahanan energi, sekaligus mewujudkan transportasi yang berkelanjutan," jelasnya.
Menurutnya, Kementerian Perhubungan saat ini terus memperkuat berbagai kebijakan yang mendukung percepatan dekarbonisasi transportasi melalui pengembangan transportasi berkelanjutan, peningkatan efisiensi sistem logistik, digitalisasi pelayanan transportasi, serta pengembangan infrastruktur yang mendukung penggunaan kendaraan rendah emisi.
Baca juga : Pengamat: Tata Kelola Batu Bara Dukung Keandalan Listrik Nasional
Robby juga menekankan pentingnya Green Logistics Corridor sebagai model pengembangan koridor logistik masa depan yang menghubungkan kawasan industri, pelabuhan, jalan tol, pusat logistik, kawasan pergudangan, serta jaringan energi bersih dalam satu ekosistem yang terintegrasi. Menurutnya, koridor tersebut akan menjadi platform strategis untuk mempercepat adopsi truk listrik sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok nasional.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan implementasi koridor logistik hijau memerlukan sinergi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator jalan tol, pelabuhan, PLN, industri otomotif, perusahaan logistik, lembaga pembiayaan dan dunia usaha.
"Transformasi ini membutuhkan orkestrasi kebijakan. Tidak cukup hanya menyediakan kendaraan listrik, tetapi juga harus diikuti kesiapan jaringan pengisian daya, regulasi yang adaptif, model pembiayaan yang inovatif, serta insentif yang mampu menciptakan ekosistem investasi yang menarik bagi dunia usaha," ujarnya.
Baca juga : ANTAM dan Bank Muamalat Perkuat Ekosistem Emas Nasional Lewat Sinergi
Robby menambahkan, dekarbonisasi angkutan barang memiliki manfaat strategis yang jauh melampaui aspek lingkungan. Transisi menuju kendaraan berat rendah emisi diyakini akan memperkuat ketahanan energi nasional melalui pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar diesel impor, meningkatkan efisiensi biaya logistik nasional, memperbaiki kualitas udara, serta mendukung pencapaian target Net Zero Emission Indonesia tahun 2060.
Diskusi panel juga menghadirkan berbagai pemangku kepentingan strategis, antara lain PT PLN (Persero), PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan PT Danantara Development Management Fund, yang membahas kesiapan infrastruktur, pembiayaan, regulasi, hingga pengembangan ekosistem kendaraan berat.
Penyelenggaraan Indonesia Zero Emission Heavy-Duty Vehicle Summit 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi nasional untuk mempercepat transformasi sektor angkutan barang menuju sistem logistik yang lebih hijau, efisien, tangguh, dan berdaya saing global. WRI Indonesia menyatakan bahwa forum ini mempertemukan para pemimpin pemerintah, industri, dan pelaku usaha untuk membahas percepatan transisi menuju angkutan barang tanpa emisi serta pengembangan Koridor Logistik Hijau Nasional sebagai salah satu agenda utama.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya