RM.id Rakyat Merdeka - Penerapan teknologi pencahayaan cerdas dan hemat energi dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam mempercepat transformasi kota pintar serta efisiensi energi bangunan di Indonesia.
Langkah ini sejalan dengan target nasional untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat.
Isu tersebut mengemuka dalam ajang Signify Innovation Day: Light the Future yang digelar oleh perusahaan pencahayaan Signify di Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Forum ini menghadirkan jajaran pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PPN/Bappenas, Dinas Bina Marga DKI Jakarta, hingga praktisi bangunan hijau dan sektor properti.
Baca juga : Signify Luncurkan Philips UltraBright, 40% Lebih Terang dan Nyaman di Mata
Director Commercial Leader of Professional Business Signify Indonesia, Lucas Ardhana, menyampaikan bahwa fungsi pencahayaan kini telah berkembang jauh melampaui penerangan visual semata.
"Kami percaya bahwa pencahayaan memiliki peran jauh lebih besar dari sekedar penerangan. Teknologi pencahayaan pintar dan berkelanjutan dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat, menunjang mobilitas dan aktivitas ekonomi, memperkuat estetika kota, hingga meningkatkan efisiensi operasional dan energi serta membantu mengurangi emisi karbon. Inilah yang kami sebut sebagai 'Light Beyond Illumination', yaitu bagaimana pencahayaan dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat, bisnis, dan lingkungan," ujar Lucas Ardhana dalam keterangan tertulis yang diterima RM.ID, Selasa (8/9/2026).
Dalam sesi diskusi mengenai kota cerdas (smart & liveable cities), dibahas mengenai integrasi transisi lampu LED dan sistem terkoneksi pintar pada Penerangan Jalan Umum (PJU) DKI Jakarta, serta peluang skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Pendekatan sirkularitas juga dinilai vital dalam memperpanjang siklus hidup aset infrastruktur kota.
Baca juga : Signify Hadirkan Solusi Pencahayaan Hemat Energi Philips UltraEfficient LED
Selain infrastruktur publik, kesiapan gedung masa depan (future-ready building) turut menjadi fokus utama. Pengintegrasian prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam tata kelola bangunan dianggap ampuh menekan konsumsi energi sekaligus menaikkan efisiensi operasional bisnis.
Chief Executive Officer of Professional Business Signify Southeast Asia & Far East, Jitender Khurana, menekankan pentingnya fleksibilitas dan keterhubungan teknologi dalam ekosistem bangunan modern.
Future-ready buildings adalah tentang menciptakan lingkungan yang mampu merespons kebutuhan yang terus berubah, beroperasi secara lebih efisien dan cerdas, serta memberikan manfaat yang lebih baik bagi masyarakat dan bisnis.
"Dalam ekosistem ini, kami meyakini bahwa pencahayaan memiliki peran penting dalam menghubungkan manusia, ruang, dan teknologi, sekaligus menghadirkan fleksibilitas, kecerdasan, efisiensi energi, dan kendali yang lebih besar terhadap bagaimana sebuah bangunan beroperasi. Keahlian dan inovasi Signify turut mendorong percepatan transisi menuju pencahayaan LED yang hemat energi dan terkoneksi, sehingga membantu pelanggan mengurangi konsumsi energi, menekan biaya operasional dan emisi karbon, serta menciptakan nilai bisnis jangka panjang yang lebih besar," ujar Jitender Khurana.
Baca juga : WiZ Smart Lighting Luncurkan Lampu Pintar Dengan 16 Juta Pilihan Warna
Melalui pameran teknologi dan demonstrasi interaktif, Signify turut memamerkan ragam solusi pencahayaan profesional terintegrasi yang diperuntukkan bagi area perkantoran, pusat data (data center), sektor perhotelan, fasilitas olahraga, hingga pencahayaan fasad kota.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.