BREAKING NEWS
 

Resmikan IN APPS 2026, Menekraf Tegaskan Aplikasi Masa Depan Ekonomi Digital

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Senin, 14 September 2026 15:22 WIB
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya (tengah) di Indonesia Application Summit (IN APPS) 2026 di ICE BSD, Senin (14/9/2026). (Foto: Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf), Teuku Riefky Harsya, secara resmi membuka ajang Indonesia Application Summit (IN APPS) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Senin (14/9/2026). 

Forum internasional ini diselenggarakan untuk memperkuat ekosistem peranti lunak nasional.

Langkah tersebut sekaligus menegaskan peran subsektor aplikasi sebagai pilar baru pertumbuhan ekonomi digital dan ekonomi kreatif di Indonesia.

Dalam pidato pembukaannya, Menteri Ekraf menekankan pentingnya integrasi industri aplikasi dalam rencana pembangunan nasional jangka panjang. 

Baca juga : China Akui 11 Profesi Baru, Dari Teknisi Robot Hingga Analis Data Olahraga

"Aplikasi telah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari.Karena itu, ketika kita berbicara mengenai industri aplikasi, sesungguhnya kita sedang berbicara mengenai masa depan ekonomi digital Indonesia," ujar Riefky.

Riefky menambahkan, Presiden Prabowo Subianto telah menerbitkan Peraturan Presiden mengenai Rencana Induk Ekonomi Kreatif (RINDEKRA).

Riefky mengatakan, aturan ini menempatkan subsektor aplikasi sebagai salah satu prioritas utama dari 21 subsektor yang ada.

Adsense

"Di dalam RINDEKRA ini  7 di antaranya menjadi prioritas, termasuk subsektor aplikasi. Sektor ini sangat inklusif dan berkelanjutan karena 63 persen tenaga kerjanya berasal dari generasi muda (Gen Z dan milenial)," katanya. 

Baca juga : Harbolnas 2026 Siap Kerek Ekonomi Ke Level 6 Persen

Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni.Raffi Ahmad mengajak, generasi muda untuk mengambil peran sebagai pencipta teknologi.

Ia berharap, anak muda tidak sekadar menjadi pengembang pasif di tengah maraknya adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

"Kita ingin anak-anak muda Indonesia naik kelas. Dari sekadar pengguna (users) menjadi pencipta (creators/founders). Kita butuh lebih banyak engineer, developer, dan creative entrepreneur lokal," katanya. 

Gubernur Banten Andra Soni menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada Provinsi Banten sebagai tuan rumah IN APPS 2026.

Baca juga : BI Rancang Mesin EDC Untuk Transaksi KKI

Ia mengapresiasi kontribusi kawasan teknologi di wilayahnya terhadap perekonomian daerah. Andra Soni berharap, acara ini menjadi penggerak lahirnya talenta digital yang membangun produk aplikasi bernilai ekonomi.

"Kawasan BSD City hingga pertengahan 2026 ini telah merealisasikan investasi sebesar Rp 1,4 triliun dan menyerap lebih dari 1.700 tenaga kerja," kata Andra

Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Letjen TNI (Purn.) Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, akselerasi adopsi aplikasi adalah kunci memperkuat ekosistem digital. Namun, inovasi harus berbasis pada standar keamanan. 

"Keamanan bukanlah opsi, melainkan fondasi utama dan pembangun kepercayaan (trust builder). Tanpa fondasi keamanan yang kuat, transformasi digital dapat runtuh," pungkas Nugroho.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense