Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 7 Poin Penjelasan BMKG Soal Gempa Kepulauan Seribu, Tak Berpotensi Tsunami
- Gempa M5,9 Guncang Kepulauan Seribu Jakarta, Getaran Terasa Hingga Mentawai
- Sunderland Vs Arsenal, The Gunners Siap Buru Kemenangan Keempat
- US Open 2026, Sabalenka Dihadang Rybakina
- Muenchen, MU dan Como Pesta Gol di Liga Champions 2026/27
China Akui 11 Profesi Baru, Dari Teknisi Robot Hingga Analis Data Olahraga
Kamis, 10 September 2026 04:16 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - China mengumumkan 11 profesi baru dan 23 pekerjaan baru di bawah profesi yang sudah ada, Rabu (9/9/2026).
Langkah yang diumumkan oleh Kementerian Sumber Daya Manusia dan Jaminan Sosial China ini dirancang untuk merespons pergeseran pasar tenaga kerja akibat kemajuan teknologi, peningkatan industri, serta perubahan kebutuhan konsumen.
Sebelas profesi baru itu mencakup:
1. Digital twin engineering
2. Technicians embodied-intelligence robot application technicians
3. Industrial product digital modeling specialists
Baca juga : Sikat Rekan Senegaranya, Diaspora Muda Berjaya Di China Masters 2026
5. Microgrid managers
6. Hydrogen fuel cell manufacturing workers
7. Water-electrolysis hydrogen production workers
8. Incense-making artisans
9. Shore-based ship management engineering technicians
10. Satellite navigation equipment installers and adjusters
11. Corporate sustainability planners
Baca juga : Jasa Raharja Raih Anugerah Ekonomi Hijau 2026
Dari 11 profesi tersebut, lima masuk kategori profesi digital dan tiga lainnya merupakan profesi hijau.
Penambahan tersebut menunjukkan perkembangan industri berbasis teknologi tinggi, transisi menuju ekonomi hijau, serta peningkatan kualitas layanan turut mengubah pasar tenaga kerja China.
Selain 11 profesi baru, pemerintah China juga mengakui 23 jenis pekerjaan baru di bawah profesi yang sudah ada.
Beberapa di antaranya low-altitude logistics operators, low-altitude intelligent connected system administrators, AI agent developers, new-energy vehicle inspectors, airport obstacle-clearance inspectors, age-friendly renovation designers, fresh-cut flower processors, ice-and-snow sculptors, dan community workers.
"Perkembangan profesi digital menunjukkan tren luas digitalisasi industri dan industrialisasi digital," kata Zhang Wei, Direktur Divisi Klasifikasi Pekerjaan dan Pengembangan Standar pada Pusat Bimbingan Teknis Pelatihan Ketenagakerjaan China.
"China diperkirakan masih akan menghadapi kekurangan tenaga kerja yang memiliki kemampuan dan keterampilan di bidang teknologi digital dalam beberapa waktu ke depan," imbuhnya," dikutip Bastille Post.
Di samping itu, kebutuhan terhadap perlindungan lingkungan dan pengembangan ekonomi hijau juga terus meningkat. Kondisi tersebut membuat jenis profesi hijau semakin beragam.
Baca juga : Hanya Mitra Bisnis, Beijing Jaga Jarak Dengan Teheran
Zhang mengatakan, perkembangan itu menunjukkan strategi dual-carbon China mulai semakin diterapkan dalam sektor ketenagakerjaan.
Prospek Kerja
Pemerintah China menetapkan sejumlah persyaratan sebelum mengakui profesi baru. Salah satunya adalah jumlah tenaga kerja yang menjalankan pekerjaan tersebut harus telah mencapai skala tertentu. Selain itu, pekerjaan tersebut juga harus memiliki prospek penyerapan tenaga kerja yang kuat di masa depan.
Sejak 2019, China telah mengumumkan delapan gelombang pengakuan profesi baru. Secara keseluruhan, sebanyak 121 profesi baru telah ditambahkan ke dalam daftar profesi China selama periode tersebut.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya China menyesuaikan sistem ketenagakerjaan dengan perubahan struktur ekonomi dan kebutuhan industri, khususnya di sektor digital, hijau, manufaktur maju, serta jasa modern.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya