Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Polda Banten: Terpal-Galon Aqua Bukan Milik Kapal Jurnalis Hilang
- Menhub: 114 Korban Kapal Virgo Transport 8 Ditemukan, 108 Selamat 6 Meninggal
- Guru Besar Trisakti Puji Blusukan Gibran Soal Dampak Karhutla
- Man City Menang di Derby Manchester Meski 10 Pemain
- Aktivis Apresiasi Wapres Gibran Lihat Langsung Dampak Karhutla ke Orangutan
Resmikan IN APPS 2026, Menekraf Tegaskan Aplikasi Masa Depan Ekonomi Digital
Senin, 14 September 2026 15:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf), Teuku Riefky Harsya, secara resmi membuka ajang Indonesia Application Summit (IN APPS) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Senin (14/9/2026).
Forum internasional ini diselenggarakan untuk memperkuat ekosistem peranti lunak nasional.
Langkah tersebut sekaligus menegaskan peran subsektor aplikasi sebagai pilar baru pertumbuhan ekonomi digital dan ekonomi kreatif di Indonesia.
Dalam pidato pembukaannya, Menteri Ekraf menekankan pentingnya integrasi industri aplikasi dalam rencana pembangunan nasional jangka panjang.
Baca juga : China Akui 11 Profesi Baru, Dari Teknisi Robot Hingga Analis Data Olahraga
"Aplikasi telah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari.Karena itu, ketika kita berbicara mengenai industri aplikasi, sesungguhnya kita sedang berbicara mengenai masa depan ekonomi digital Indonesia," ujar Riefky.
Riefky menambahkan, Presiden Prabowo Subianto telah menerbitkan Peraturan Presiden mengenai Rencana Induk Ekonomi Kreatif (RINDEKRA).
Riefky mengatakan, aturan ini menempatkan subsektor aplikasi sebagai salah satu prioritas utama dari 21 subsektor yang ada.
"Di dalam RINDEKRA ini 7 di antaranya menjadi prioritas, termasuk subsektor aplikasi. Sektor ini sangat inklusif dan berkelanjutan karena 63 persen tenaga kerjanya berasal dari generasi muda (Gen Z dan milenial)," katanya.
Baca juga : Harbolnas 2026 Siap Kerek Ekonomi Ke Level 6 Persen
Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni.Raffi Ahmad mengajak, generasi muda untuk mengambil peran sebagai pencipta teknologi.
Ia berharap, anak muda tidak sekadar menjadi pengembang pasif di tengah maraknya adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
"Kita ingin anak-anak muda Indonesia naik kelas. Dari sekadar pengguna (users) menjadi pencipta (creators/founders). Kita butuh lebih banyak engineer, developer, dan creative entrepreneur lokal," katanya.
Gubernur Banten Andra Soni menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada Provinsi Banten sebagai tuan rumah IN APPS 2026.
Baca juga : BI Rancang Mesin EDC Untuk Transaksi KKI
Ia mengapresiasi kontribusi kawasan teknologi di wilayahnya terhadap perekonomian daerah. Andra Soni berharap, acara ini menjadi penggerak lahirnya talenta digital yang membangun produk aplikasi bernilai ekonomi.
"Kawasan BSD City hingga pertengahan 2026 ini telah merealisasikan investasi sebesar Rp 1,4 triliun dan menyerap lebih dari 1.700 tenaga kerja," kata Andra
Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Letjen TNI (Purn.) Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, akselerasi adopsi aplikasi adalah kunci memperkuat ekosistem digital. Namun, inovasi harus berbasis pada standar keamanan.
"Keamanan bukanlah opsi, melainkan fondasi utama dan pembangun kepercayaan (trust builder). Tanpa fondasi keamanan yang kuat, transformasi digital dapat runtuh," pungkas Nugroho.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya