BREAKING NEWS
 

7 Indikator APBN Kuat dan Kredibel: Defisit 0,93 Persen dari PDB

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Jumat, 18 September 2026 16:17 WIB
Menkeu Suahasil Nazara (Foto: dok. Kemenkeu)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyampaikan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Agustus 2026 tetap kuat dan kredibel. Hal tersebut tercermin dari keseimbangan primer yang positif, defisit yang terkendali, serta realisasi pendapatan, belanja, dan pembiayaan yang masih on track.

Berikut 7 indikator APBN kuat dan kredibel menurut Suahasil, seperti disampaikan dalam Konferensi Pers APBN KiTa di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (18/9/2026):

1. Keseimbangan Primer Positif

Kinerja APBN yang kuat dan kredibel tercermin dari keseimbangan primer yang tetap positif, defisit yang terkendali, serta realisasi pendapatan, belanja, dan pembiayaan yang masih on track.

Baca juga : 7 Fakta Pembiayaan APBN On Track: Utang Rp506 T Hingga Investasi Rp62,6 T

“Hingga akhir Agustus kinerja APBN itu tetap kuat dengan keseimbangan primer yang positif, defisit tetap dalam batasan yang terkendali dan ini artinya memang perjalanan APBN-nya relatively on track,” ujar Suahasil.

2. Defisit APBN 0,93 Persen Dari PDB

Hingga 31 Agustus 2026, pendapatan negara tercatat Rp2.055,6 triliun atau 65 persen dari target. Sementara belanja negara mencapai sekitar Rp2.295 triliun. Sehingga, defisit APBN saat ini tercatat Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

3. Pendapatan Negara Tumbuh 25,4 Persen

Adsense

Penerimaan negara hingga akhir Agustus 2026 tumbuh 25,4 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.

4. Penerimaan Pajak Tumbuh 24,1 Persen

Baca juga : 7 Indikator Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Gejolak Global

Penerimaan pajak tumbuh 24,1 persen, sementara kepabeanan dan cukai mencapai Rp210,2 triliun atau tumbuh 7,8 persen.

5. PNBP Tembus Rp435,1 Triliun

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga akhir Agustus 2026 mencapai Rp435,1 triliun. Angka tersebut tumbuh 41,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

6. Belanja Negara Tumbuh 41,7 Persen

Belanja negara hingga akhir Agustus 2026 tumbuh 17,1 persen. Sementara belanja Kementerian/Lembaga (K/L) mencapai Rp912,4 triliun atau tumbuh 33 persen secara tahunan. 

7. APBN Jalankan Fungsi Perlindungan Masyarakat

Baca juga : Menkeu Suahasil Pastikan Layanan Pengaduan Masyarakat Tetap Berlanjut

Suahasil menuturkan, APBN terus menjalankan fungsi perlindungan masyarakat melalui berbagai program, antara lain subsidi dan kompensasi, perlindungan sosial, serta dukungan terhadap daya beli masyarakat.

Menurutnya, seluruh pelaksanaan tersebut harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kredibilitas fiskal.

“APBN hadir untuk melindungi masyarakat. Berbagai macam program yang saya sampaikan tadi, subsidi, kompensasi, PKH, perlindungan sosial, menjaga daya beli, menjaga kesejahteraan, mendorong pemberdayaan ekonomi. Karena itu, APBN-nya harus tetap kredibel. Pendapatan harus kita perkuat, belanja harus makin efektif, produktif, tapi harus tetap efisien, dan defisit kita kelola secara sehat dan terkendali,” jelasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense