BREAKING NEWS
 

5 UMKM Tenun Manggarai Binaan Yayasan Astra-YDBA Tampil Di Fashion Nation

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ADITYA NUGROHO
Senin, 21 September 2026 10:12 WIB
Foto: Astra

RM.id  Rakyat Merdeka - Lima usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) fashion binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra (Yayasan Astra-YDBA) menampilkan koleksi busana berbahan Tenun Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam ajang Fashion Nation 20th Edition di Jakarta.

Kelima UMKM tersebut, yakni Soloputri, Alendra, Copa de Flores, Conny’s Creation, dan Kelow, tampil dalam peragaan busana yang digelar di Main Atrium Senayan City, Minggu (20/9/2026), dengan mengusung tema “The Future Nostalgic”.

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Yayasan Astra-YDBA dengan Sparks Fashion Academy (SFA) untuk mengembangkan kain tenun tradisional menjadi busana siap pakai yang modern dan memiliki nilai jual.

Sebelum peragaan busana, Yayasan Astra-YDBA bersama SFA juga berbagi pengalaman mengenai perjalanan pembinaan UMKM fashion melalui sesi mini talkshow.

Ketua Pengurus Yayasan Astra-YDBA Rahmat Samulo mengatakan, wastra tidak hanya perlu dilestarikan sebagai warisan budaya, tetapi juga dikembangkan menjadi produk modern yang dapat mendorong perekonomian masyarakat lokal.

“Bagi kami, wastra bukan hanya warisan yang harus dijaga, tetapi juga peluang bagi UMKM untuk naik kelas,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Baca juga : Yayasan Astra Dorong Pengembangan UMKM Fashion

Ia mengatakan, kolaborasi dengan SFA memberikan pembekalan kepada UMKM binaan dari sisi bisnis dan desain sehingga Tenun Manggarai Barat dapat diolah menjadi busana modern yang mampu menjangkau pasar lebih luas.

Koleksi yang ditampilkan merupakan hasil pembinaan Yayasan Astra-YDBA terhadap pelaku UMKM tenun di Manggarai Barat selama dua tahun terakhir. Wilayah tersebut merupakan salah satu Desa Sejahtera Astra (DSA).

Pendampingan dilakukan dari hulu hingga hilir, antara lain melalui peningkatan teknik tenun, standardisasi produk, manajemen usaha, hingga pemenuhan standar Quality, Cost & Delivery (QCD) yang dibutuhkan industri fashion.

Pembinaan juga mencakup perluasan akses pasar agar produk tenun dapat masuk ke dalam rantai pasok industri fashion. “Melalui kolaborasi dengan SFA, kain tenun tradisional diolah oleh para desainer menjadi busana siap pakai sesuai karakter masing-masing brand, tanpa menghilangkan identitas budayanya,” ujar Rahmat.

Adsense

Lima UMKM tersebut dipilih melalui proses kurasi bersama tim mentor SFA dalam program Fashion Design Intermediate. Kurasi mencakup keaktifan dan konsistensi selama pelatihan, perkembangan dan kualitas proyek, keunikan identitas merek, potensi pengolahan Tenun Manggarai menjadi produk modern, serta komitmen mengikuti seluruh rangkaian program.

Soloputri menampilkan eksplorasi eco coloring, siluet minimalis, dan motif yang terinspirasi dari identitas Indonesia. Alendra mengedepankan kekuatan wastra dengan memadukan unsur etnik ke dalam tampilan modern dan komersial.

Baca juga : BKSAP DPR Dalami Manfaat Perjanjian Dagang Internasional

Sementara itu, Copa de Flores mengembangkan desain yang dipengaruhi arsitektur dan ciri khas tenun Nusa Tenggara dengan gaya modern dan youthful. Conny’s Creation mengeksplorasi experimental textiledan gaya eklektik, sedangkan Kelow menggabungkan denim, gaya edgy, serta unsur etnik kontemporer yang dekat dengan karakter anak muda.

Kolaborasi Tahun Ketiga

Tahun 2026 menjadi tahun ketiga kolaborasi Yayasan Astra-YDBA dan SFA sejak pelatihan bersama dimulai pada 2024. Adapun keikutsertaan UMKM fashion binaan dalam Fashion Nation telah dimulai sejak 2025.

Rahmat mengatakan, Yayasan Astra-YDBA setiap tahun membina sekitar 100 UMKM fashion, dengan sekitar 25 UMKM di antaranya mengikuti program kolaborasi bersama SFA.

Program tersebut terbagi dalam tiga tingkatan, yakni Basic, Intermediate, dan Professional, yang mencakup pembelajaran dasar desain fashion, riset tren, pengembangan merek, persiapan koleksi untuk pasar ritel, hingga perencanaan ekspansi bisnis.

“Dari setiap batch, lima UMKM mendapat kesempatan tampil di Fashion Nation, sementara 20 UMKM lainnya hadir untuk mendukung dan menggali insight yang dapat dipraktikkan pada bisnis masing-masing,” katanya.

Baca juga : Didukung 190 Ribu Karyawan, Astra Raih Dua Penghargaan Fortune Indonesia 100

Dalam kerangka pembinaan rantai pasok UMKM Yayasan Astra-YDBA, SFA berperan sebagai ahli dan mentor desain untuk memperkuat kompetensi industri fashion, mulai dari desain, riset tren, hingga branding.

Rahmat mengatakan, pihaknya berharap semakin banyak kolaborasi lintas sektor yang memberikan ruang bagi wastra lokal untuk tampil di tingkat nasional hingga global seiring perkembangan industri fashion Indonesia menuju 2027.

“Yayasan Astra-YDBA berkomitmen terus mendampingi UMKM fashion dan kerajinan dari hulu ke hilir agar tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense