Dark/Light Mode

Di Tengah Dinamika Daya Beli, Dirut BRI: Prospek Bisnis UMKM Tetap Terjaga

Sabtu, 19 September 2026 06:40 WIB
Direktur Utama BRI Hery Gunardi. (Foto: Dok. BRI)
Direktur Utama BRI Hery Gunardi. (Foto: Dok. BRI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Optimisme pelaku Usaha Mikro kecil dan Menengah (UMKM) masih terjaga, di tengah dinamika daya beli dan kenaikan biaya usaha. Survei PT Bank Rakyat Indonesia (Perseroan) atau BRI mencatat, aktivitas bisnis UMKM pada triwulan II-2026 tetap tumbuh dengan indeks 102,1.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menjelaskan, terjaganya aktivitas bisnis UMKM pada triwulan II-2026 ditopang sejumlah faktor. Mulai dari perekonomian yang tetap tumbuh positif, panen raya tanaman pangan dan harga produk pertanian yang baik.

“Lalu, mulai bergulirnya proyek Pemerintah dan swasta, kondisi cuaca yang kondusif, hingga penyaluran bantuan sosial yang tetap agresif,” kata Hery di Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Meski demikian, Hery mengatakan, laju ekspansi mengalami perlambatan dibandingkan triwulan I-2026. Kondisi tersebut antara lain dipengaruhi normalisasi permintaan pasca-Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), pelemahan daya beli masyarakat, kenaikan harga barang input dan biaya operasional, keterbatasan modal usaha, serta persaingan usaha yang semakin ketat.

Untuk triwulan III-2026, prospek bisnis UMKM diperkirakan tetap berada pada fase ekspansif, meskipun dengan laju lebih moderat. Kondisi tersebut terutama ditopang peningkatan proyek Pemerintah dan swasta yang akan memberikan spillover effect terhadap sektor lainnya serta perekonomian yang tetap tumbuh.

“Pelemahan daya beli dan El Nino menjadi faktor risiko yang perlu dicermati, khususnya bagi sektor pertanian,” ujar Hery.

Optimisme tersebut juga tercermin dari aktivitas investasi UMKM yang tetap tumbuh dengan indeks berada di atas 100. Hal ini menunjukkan pelaku UMKM masih memiliki keyakinan terhadap prospek ekonomi dan keberlanjutan usahanya.

Baca juga : LRT Sudah Terhubung, Kini Giliran Mikrotrans

Dari sisi sektoral, mayoritas sektor UMKM pada triwulan II-2026 masih mencatatkan indeks di atas 100. Sektor pertanian, konstruksi dan pertambangan mencatatkan penguatan yang didorong momentum panen raya, harga jual produk pertanian yang baik, serta mulai bergulirnya proyek Pemerintah dan swasta dengan dukungan kondisi cuaca yang kondusif.

Sementara itu, industri pengolahan dan jasa-jasa lainnya masih berada pada fase ekspansif, meskipun mengalami perlambatan. Kondisi tersebut terutama dipengaruhi normalisasi permintaan pasca-HBKN, pelemahan daya beli, kenaikan harga barang input dan biaya operasional, serta persaingan usaha yang semakin ketat.

Untuk triwulan III-2026, aktivitas bisnis di seluruh sektor diperkirakan tetap berada pada fase ekspansif, meskipun dengan laju lebih moderat. Sektor pertambangan dan konstruksi diperkirakan menjadi penopang seiring semakin banyaknya proyek Pemerintah dan swasta yang bergulir.

Prospek tersebut sejalan dengan sentimen bisnis pelaku UMKM untuk tiga bulan mendatang. Indeks Ekspektasi Sentimen Bisnis pelaku UMKM untuk triwulan III-2026 tercatat sebesar 120,2. Level indeks yang jauh di atas 100 ini menunjukkan optimisme terhadap prospek ekonomi, sektor usaha dan perkembangan usaha ke depan masih kuat. Optimisme terlihat pada mayoritas sektor usaha.

“Sentimen bisnis sektor konstruksi naik 7,4 poin menjadi 110,8. Sedangkan pertambangan meningkat 1,6 poin menjadi 108,3,” rinci Hery.

Penguatan kedua sektor tersebut terutama didorong bergulirnya proyek Pemerintah dan swasta, peningkatan permintaan pasir, batu dan galian untuk bangunan, serta kondisi cuaca yang kondusif.

Selain prospek usaha, kepercayaan pelaku UMKM terhadap Pemerintah juga tetap terjaga. Indeks Kepercayaan Pelaku UMKM terhadap Pemerintah (IKP) pada triwulan II-2026 tercatat sebesar 107,4 atau masih berada di atas 100.

Baca juga : AS Roma Vs Inter Milan, Duel Tim Sempurna

Penilaian tertinggi diberikan pada aspek memberikan rasa aman dan tenteram dengan indeks 130,4, disusul menyediakan dan merawat infrastruktur sebesar 116,5.

Hery menilai, hasil survei menunjukkan pelaku UMKM masih memiliki daya tahan di tengah moderasi aktivitas ekonomi. Kendati menghadapi tekanan daya beli, kenaikan biaya usaha serta persaingan yang semakin ketat, optimisme terhadap prospek usaha tetap menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan usaha dan menangkap peluang pertumbuhan.

Kondisi ini, lanjut Hery, menunjukkan pentingnya terus menjaga daya beli masyarakat sekaligus menciptakan ruang bagi UMKM untuk berkembang.

“BRI akan terus mencermati dinamika tersebut sebagai bagian dari upaya mendukung UMKM agar mampu menjaga keberlanjutan usaha dan menangkap peluang pertumbuhan ke depan,” tutup Hery.

Terpisah, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengamini, hingga akhir 2026, prospek pertumbuhan bisnis UMKM masih menunjukkan optimisme.

Begitu juga dengan pembiayaan UMKM pada 2026 yang diperkirakan masih dapat tumbuh, meskipun menghadapi sejumlah tantangan.

Tantangan tersebut antara lain rendahnya permintaan dalam negeri, khususnya di kelompok menengah, efisiensi anggaran daerah, serta risiko pemulihan bencana yang masih berlangsung di berbagai wilayah Tanah Air.

Baca juga : Mesin V4 Yamaha Loyo, Trek Lurus Red Bull Ring Jadi Momok

“Serta instabilitas geopolitik yang memengaruhi UMKM berorientasi ekspor,” kata Bhima kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurutnya, prospek pembiayaan UMKM pada 2026 akan sangat bergantung pada kebijakan penurunan suku bunga kredit di luar Kredit Usaha Rakyat (KUR), agar biaya pembiayaan lebih terjangkau.

Bhima juga menilai, adopsi teknologi dan digitalisasi telah menjangkau lebih dari 25 juta pelaku usaha dan menjadi roda penggerak utama efisiensi penjualan.

“Pelaku usaha mau tidak mau harus adaptif terhadap fluktuasi daya beli, serta memperluas jaringan produksi agar bisnis semakin kompetitif,” imbaunya. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.