RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menggenjot penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) untuk mendukung Program 3 Juta Rumah. Hingga 8 September 2026, penyaluran KPP mencapai Rp 12 triliun kepada 83.210 debitur di seluruh Indonesia.
Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto mengatakan, sosialisasi dan penyaluran fasilitas KPP merupakan wujud komitmen strategis perseroan dalam mengakselerasi inklusi pembiayaan perumahan di Indonesia.
“Langkah ini menjadi bukti nyata sinergi kelembagaan dalam membangun ekosistem perumahan yang berkelanjutan,” ujar Aris dalam keterangan resmi, Minggu (20/9/2026).
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Program Pembiayaan Perumahan Kredit Program Perumahan (KPP) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) Wilayah Jakarta.
Khusus Jakarta, hingga 8 September 2026, BRI mencatat penyaluran KPP sebesar Rp 427,5 miliar kepada 1.619 debitur.
Penyaluran tersebut terdiri atas pembiayaan sisi pasokan (supply) sebesar Rp 242,5 miliar kepada 110 debitur dan sisi permintaan (demand) sebesar Rp 185 miliar kepada 1.509 debitur Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Baca juga : Suahasil Tancap Gas
Dari sisi pasokan, pembiayaan mencakup pengembang (developer) sebesar Rp 73,6 miliar kepada 29 debitur, toko bahan bangunan Rp 39,8 miliar kepada 23 debitur, serta kontraktor perumahan Rp 129,1 miliar kepada 58 debitur.
Sementara secara nasional, realisasi penyaluran FLPP telah mencapai 25.030 unit rumah, sejalan dengan target komitmen penyaluran sebanyak 60 ribu unit pada tahun ini.
Aris mengatakan, sosialisasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan program KPP kepada masyarakat secara lebih luas agar semakin banyak yang mengetahui kemudahan akses pembiayaan perumahan yang disediakan pemerintah melalui perbankan.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya membantu masyarakat memperoleh rumah dengan pembiayaan terjangkau, tetapi juga mendukung pengembangan ekosistem perumahan secara menyeluruh.
“BRI akan terus memperkuat perannya dalam mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah, melalui sinergi dengan Pemerintah dan pengembang,” katanya.
Untuk memperluas akses pembiayaan, BRI menyediakan berbagai penawaran Program KPR Sejahtera dan fasilitas KPP yang berlaku hingga 31 Desember 2026.
Baca juga : LRT Manggarai-Dukuh Atas Mulai Dibangun Awal Tahun
Penawaran tersebut antara lain uang muka atau Down Payment (DP) ringan 1 persen dan suku bunga tetap 5 persen hingga 20 tahun.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengapresiasi peran BRI dalam memastikan pelaksanaan program pembiayaan perumahan berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Implementasi program di tingkat pelaksana menjadi kunci agar kebijakan Pemerintah dirasakan masyarakat,” ucapnya.
Ara, sapaan Maruarar, menekankan arahan Presiden Prabowo terkait Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan harus dijalankan secara efektif di tingkat pelaksana.
“Saya tanya, apakah lambat? Jawabannya cepat di BRI. Apakah ada pungli? Tidak ada. Apakah dipersulit? Tidak ada. BRI sudah membuktikan bahwa sebagai bagian dari negara, BRI mampu menjalankan misi ini secara efektif, efisien, dan produktif,” tegasnya.
Terpisah, Direktur Eksekutif Segara Institute Piter Abdullah menilai, KPP merupakan instrumen penting untuk menjawab kesenjangan akses kepemilikan rumah yang selama ini semakin melebar.
Baca juga : Dikalahkan Atletico, Madrid Serang Wasit
“Suku bunga yang ditetapkan Pemerintah secara khusus bagi kelompok berpenghasilan menengah ke bawah memungkinkan mereka yang sebelumnya sulit menabung untuk mencicil rumah, bisa segera memiliki tempat tinggal,” kata Piter kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Namun, Piter melihat kendala utama KPP bukan pada besaran suku bunga, melainkan persyaratan administrasi dan lokasi proyek.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang berhak menerima KPP tetapi kesulitan memenuhi persyaratan awal.
“Belum lagi, unit rumah yang tersedia sering kali berada jauh dari pusat kerja sehingga biaya transportasi justru menjadi beban tambahan,” tutupnya. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.