RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur Banten Andra Soni mengatakan inovasi Sistem Integrasi Geospasial Informasi Tanah dan Pajak (SISGITA) yang dikembangkan Pemerintah Kota Tangerang Selatan berpotensi memperkuat pendapatan asli daerah (PAD).
Menurut Andra, SISGITA yang telah direplikasi oleh 58 pemerintah daerah kabupaten/kota di Indonesia tersebut mampu mengintegrasikan data pertanahan dan perpajakan untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Banten, saya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan yang telah menginisiasi dan mengembangkan kerja sama ini,” kata Andra dalam Penandatanganan Kesepakatan Bersama Antardaerah dan Perjanjian Kerja Sama Replikasi dan Pemanfaatan SISGITA di Aula Blandongan, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan, Senin (21/9/2026).
Ia mengatakan, integrasi data berbasis elektronik menjadi fondasi penting bagi pemerintah daerah di era digital. Melalui SISGITA, informasi pertanahan dan perpajakan dapat dihubungkan dalam satu sistem yang lebih terpadu.
Baca juga : 58 Pemda Replikasi SISGITA Tangsel, Data Tanah Dan Pajak Jadi Terintegrasi
Dengan integrasi tersebut, pemerintah daerah dapat memiliki data yang lebih akurat serta mempercepat proses kerja dan meningkatkan efektivitas pelayanan.
“Dengan demikian, sistem elektronik peta pajak dan pertanahan tidak hanya menghasilkan data yang lebih akurat, tetapi juga proses kerja yang lebih cepat, pelayanan yang lebih efektif, serta tata kelola pemerintahan daerah yang semakin transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Andra mengatakan keterhubungan Nomor Identifikasi Bidang (NIB) dengan Nomor Objek Pajak (NOP) dapat memperkuat basis data perpajakan daerah sekaligus mendukung validasi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
“Pada akhirnya diharapkan meningkatkan pendapatan asli daerah di kabupaten/kota,” katanya.
Baca juga : 13% Pelajar Tangsel Anemia, Pemkot Perkuat Pemberian Tablet Tambah Darah
Ia menilai replikasi SISGITA menunjukkan inovasi pemerintahan daerah dapat dikembangkan dan dimanfaatkan daerah lain dengan menyesuaikan kebutuhan serta karakteristik masing-masing wilayah.
Menurutnya, keterlibatan sejumlah pemerintah daerah dalam kerja sama tersebut menunjukkan semangat kolaborasi dan berbagi praktik baik antardaerah.
“Inilah semangat otonomi daerah di era digital, semangat untuk membangun sinergi, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan pemerintahan daerah sebagai organisasi pembelajar yang senantiasa terbuka untuk berbagi pengalaman, mengadopsi praktik baik, dan terus melakukan perbaikan,” tuturnya.
Andra mengatakan kerja sama tersebut juga menjadi momentum penting bagi Provinsi Banten dan Kota Tangerang Selatan. Ia menyebut SISGITA sebagai salah satu praktik baik yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan oleh daerah lain.
Baca juga : Pencarian 5 Jurnalis Hilang Distop Hari ke-10, Gubernur Banten: Tetap Dipantau
“Kegiatan pada hari ini menjadi kebanggaan, sekaligus hadiah ulang tahun Provinsi Banten ke-26 pada 4 Oktober yang datang, sekaligus kado ulang tahun Kota Tangerang Selatan ke-18 pada 26 November mendatang,” ucapnya.
Ia berharap SISGITA dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendorong pemerintah daerah terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang terintegrasi serta berbasis data.
“Semoga inovasi sistem peta pajak dan pertanahan Kota Tangerang Selatan senantiasa memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi praktik baik yang menginspirasi daerah-daerah lainnya untuk terus berinovasi, memperkuat kolaborasi, dan membangun tata kelola pemerintahan daerah yang efektif, transparan, dan akuntabel,” kata Andra.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.