Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tangsel One Dan Helita Diluncurkan, Integrasikan 441 Layanan Publik
Jumat, 1 Mei 2026 10:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Kota Tangerang Selatan meluncurkan platform layanan publik digital “Tangsel One” dan asisten virtual “Helita” (Helo Kita Tangsel) sebagai pintu masuk baru pelayanan publik berbasis percakapan melalui aplikasi WhatsApp.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan inovasi tersebut ditujukan untuk memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan tanpa harus mengunduh banyak aplikasi atau mendatangi kantor pelayanan.
“Jadi tidak perlu mengunduh aplikasi lain, cukup simpan Helita di WhatsApp. Mau tanya apa saja terkait pelayanan publik, nanti akan dilayani,” ujar Benyamin usai peluncuran di Pusat Pemerintahan Kota Tangsel, Kamis.
Ia menjelaskan, sebanyak 441 layanan publik yang selama ini tersebar di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) akan diintegrasikan secara bertahap dalam satu ekosistem digital melalui Tangsel One.
Dengan integrasi tersebut, masyarakat tidak perlu lagi berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain untuk mengurus layanan.
“Semua layanan itu nantinya akan menjadi satu. OPD juga cukup mengakses Tangsel One ini sebagai pintu layanan,” katanya.
Pada tahap awal, layanan perizinan melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) telah tersedia. Layanan dari OPD lain akan ditambahkan secara bertahap.
Baca juga : Kinerja Operasi 2025, Pelindo Sinergi Lokaseva Integrasikan Layanan Pelabuhan
Benyamin mencontohkan, warga yang ingin mengurus Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) cukup bertanya melalui Helita. Sistem akan memberikan informasi persyaratan hingga alur pengajuan, termasuk pengunggahan dokumen.
“Basisnya memang AI, tapi bukan hanya untuk informasi. Ini juga diarahkan untuk layanan publik secara langsung,” ujarnya.
Ia menambahkan, Helita disiapkan sebagai pendamping digital pemerintah yang dapat diakses selama 24 jam penuh untuk membantu masyarakat memahami dan mengakses layanan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tangsel Tubagus Asep Nurdin mengatakan pendekatan berbasis percakapan dipilih karena sesuai dengan kebiasaan masyarakat.
“Warga sehari-hari sudah terbiasa chat. Jadi kami tidak ingin masyarakat dipaksa memahami sistem yang rumit. Sistemlah yang harus mengikuti kebiasaan warga,” ujarnya.
Menurut dia, Helita dapat diakses melalui pemindaian QR code atau nomor WhatsApp resmi yang disediakan pemerintah kota.
Ia menambahkan, pengembangan Tangsel One akan terus berlanjut seiring kebutuhan masyarakat dan arahan pimpinan daerah.
Baca juga : Jalanan Lebih Lancar, Layanan Publik Buka
“Ini bukan sekadar peluncuran, tetapi proses berkelanjutan,” katanya.
Terkait keamanan data, Asep memastikan Pemkot Tangsel berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara untuk menjaga perlindungan data masyarakat.
“Isu keamanan data menjadi perhatian utama. Kami bekerja sama dengan BSSN untuk memastikan data warga tetap aman,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Benyamin yang menyebut koordinasi juga dilakukan dengan kementerian terkait sebelum peluncuran.
Dari pemerintah pusat, Asisten Deputi Koordinasi Penerapan Transformasi Digital Pemerintah Mohammad Averroucemenilai Tangsel One sebagai bagian dari reformasi birokrasi digital.
“Transformasi digital merupakan bagian penting dari pembangunan dan reformasi birokrasi. Digitalisasi bukan lagi pelengkap,” katanya.
Namun, ia mengingatkan agar digitalisasi tetap inklusif dan tidak hanya melayani masyarakat yang melek teknologi.
Baca juga : Harwan: Integrasi Etika Dan Compliance Kunci Kepercayaan Publik
“Pendekatan omni-channel tetap diperlukan agar semua lapisan masyarakat dapat terjangkau,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya konsolidasi platform digital di daerah untuk mendukung interoperabilitas layanan publik secara nasional.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Banten mengapresiasi inovasi tersebut. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Banten Komarudin menyebut Tangsel One sebagai langkah maju dalam peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Pelayanan publik adalah wajah pemerintah. Jika pelayanannya baik, maka baik pula pemerintah di mata masyarakat,” katanya.
Menurut dia, kehadiran sistem terpadu seperti Tangsel One diharapkan mampu mengurangi keluhan masyarakat yang selama ini tersebar dan tidak tertangani secara sistematis.
Pemkot Tangsel menegaskan, pengembangan Tangsel One dan Helita tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga perubahan budaya birokrasi agar lebih cepat, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Ke depan, integrasi layanan, peningkatan akurasi sistem, serta edukasi kepada masyarakat dan aparatur akan menjadi fokus utama agar layanan digital tersebut benar-benar memberikan manfaat optimal.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya