BREAKING NEWS
 

PTPN I Undang Investor Garap Hilirisasi Hingga Hospitality

Reporter & Editor :
MUHAMAD FIKY
Sabtu, 26 September 2026 16:28 WIB
Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras beri keterangan di avara Business Gathering PTPN I di Kawasan Agrowisata Gunung Mas, Puncak, Bogor, Kamis (24/9/2026). (Foto: PTPN I)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I mengajak investor dan mitra strategis menggarap peluang hilirisasi komoditas serta optimalisasi aset perusahaan sebagai bagian dari transformasi bisnis dari sektor hulu menuju produk bernilai tambah.

Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras mengatakan, perseroan membuka peluang kerja sama hilirisasi berbagai komoditas, mulai dari teh, kopi, kelapa, kakao, karet hingga tembakau.

Tawaran tersebut disampaikan dalam Business Gathering PTPN I di Kawasan Agrowisata Gunung Mas, Puncak, Bogor, Kamis (24/9/2026).

“Kami punya aset besar, komoditas beragam, infrastruktur cukup, tetapi belum punya produk end user yang kompetitif. Teh, kopi, tembakau, cerutu, kakao kualitas dunia, tetapi yang familiar malah merek lain. Karet juga begitu. Makanya kami mengundang para investor untuk kolaborasi,” kata Abdul dalam keterangannya, Sabtu (26/9/2026).

Menurut dia, PTPN I memiliki modal yang cukup besar untuk mendorong hilirisasi nasional, mulai dari komoditas, perkebunan, fasilitas pengolahan hingga jaringan aset yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

“Potensi yang kami miliki luar biasa dan bisa kita kerjasamakan ke depan,” ujarnya.

Baca juga : Pemkot Salatiga-BPDP Dorong UKMK Naik Kelas Lewat Hilirisasi Perkebunan

Untuk komoditas teh dan kopi, PTPN I memiliki perkebunan di sejumlah sentra produksi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Sumatera.

Produk Kopi Tembus Eropa

Produk kopi PTPN I juga telah menembus pasar Italia, Jerman, Inggris, Jepang dan Belanda.

Abdul mengatakan peluang pengembangan tidak berhenti pada penjualan bahan baku. Investor dapat masuk pada sektor pengolahan, pengemasan hingga pengembangan produk ritel yang menyasar konsumen akhir.

“Yang kita harapkan bukan hanya menjual komoditas, tetapi bagaimana produk itu mempunyai nilai tambah dan bisa masuk ke pasar yang lebih luas,” katanya.

Adsense

Peluang serupa terbuka untuk komoditas tembakau dan cerutu, termasuk pengembangan produk Golden Djawa dan Deli.

Baca juga : MIND ID Pacu Hilirisasi Jadi Rantai Industri Nasional

PTPN I juga melihat potensi pengembangan Cigar Center di Jakarta untuk memperkuat ekosistem cerutu sekaligus menjadi ruang bisnis dan promosi produk.

Pada sektor karet, PTPN I memiliki produk Ribbed Smoked Sheet (RSS) dan Standard Indonesian Rubber(SIR) yang dapat dikembangkan menjadi bahan baku untuk berbagai kebutuhan industri.

Selain hilirisasi komoditas, PTPN I menawarkan optimalisasi aset berupa lahan, bangunan, rumah dinas, mess, gedung perkantoran hingga kawasan perkebunan.

Aset tersebut berpotensi dikembangkan menjadi properti, hospitality, ruang komersial, pusat bisnis, destinasi wisata hingga kawasan terpadu.

Sejumlah aset di kawasan perkotaan juga dapat dikembangkan menjadi coffee shop, tea shop, clubhousedan ruang komersial.

“Aset tetap kami, terutama lahan, itu sangat kompetitif. Selain luas, posisinya sekarang sangat dekat dengan pusat-pusat pertumbuhan dan keramaian. Aset untuk destinasi wisata juga umumnya sangat indah. Ini juga harus dikembangkan bersama investor,” ujarnya.

Baca juga : Dewi Yustisiana: SDM Kunci Tingkatkan Kinerja dan Hilirisasi Minerba

Kawasan perkebunan seperti Gunung Mas dan Malabar juga dinilai memiliki potensi agrowisata. Pengembangannya dapat diarahkan tidak hanya sebagai lokasi produksi, tetapi juga destinasi edukasi dan rekreasi.

Abdul menekankan, kolaborasi menjadi kunci untuk mengembangkan berbagai potensi tersebut. Investor diharapkan membawa teknologi, jaringan pasar, modal dan kompetensi industri.

“Dunia bisnis saat ini hanya menyediakan satu peluang bagi yang ingin terus berkembang, yakni harus bekerja sama dan mau mengikuti perubahan. Kalau kita hanya bertahan di comfort zone, tidak akan ada transfer knowledge, tidak ada challenge, tidak ada culture change, dan itu artinya tidak akan ada kemajuan,” tegasnya.

Meski membuka peluang investasi secara luas, Abdul memastikan seluruh kerja sama tetap mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik, kepatuhan hukum, nilai keekonomian dan keberlanjutan.

“Kita terbuka untuk melakukan kerja sama, tetapi tetap konsisten dengan good governance dan corporate governance. Kita tetap mengembangkan dan mengelola korporasi dengan baik,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense