Dark/Light Mode

Kekayaan Mineral Dari Ujung Barat Hingga Timur

MIND ID Pacu Hilirisasi Jadi Rantai Industri Nasional

Kamis, 17 September 2026 19:09 WIB
Jajaran Direksi MIND ID dan anak perusahaan saat menghadiri Rapat Kerja Komisi XII DPR RI, Jakarta, Selasa (15/9/2026). Foto: MIND ID
Jajaran Direksi MIND ID dan anak perusahaan saat menghadiri Rapat Kerja Komisi XII DPR RI, Jakarta, Selasa (15/9/2026). Foto: MIND ID

RM.id  Rakyat Merdeka - BUMN Holding Pertambangan Nasional MIND ID menegaskan komitmennya mengelola sebesar-besarnya kekayaan mineral dan batu bara Indonesia dari hulu hingga hilir agar menghasilkan nilai tambah maksimal bagi negara dan masyarakat.

Komitmen tersebut diterjemahkan melalui pembangunan rantai industri terintegrasi yang mencakup komoditi nikel, emas, tembaga, timah, bauksit, aluminium hingga batu bara, sekaligus memperkuat penguasaan teknologi, energi, sumber daya manusia, pasar nasional dan global untuk sebesar-besarnya kemakmuran bangsa.

Baca juga : Cegah Karhutla, Cek Endra Minta Perusahaan Perkebunan Siagakan Mobil Tangki Air

“Komitmen hilirisasi Grup MIND ID untuk meningkatkan manfaat sumber daya mineral dan batu bara telah diterjemahkan ke dalam portofolio inisiatif dan proyek strategis pada ekosistem grup yang mencakup bauksit, nikel, batu bara, emas hingga tembaga,” kata Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, Selasa (15/9/2026).

Maroef mengatakan hilirisasi menjadi agenda utama Grup MIND ID untuk mengubah kekayaan sumber daya alam Indonesia menjadi fondasi industrialisasi, ketahanan ekonomi dan penciptaan nilai tambah nasional.

Baca juga : Rumah BUMN Pertamina Dorong UMKM Aceh Naik Kelas dan Perluas Pasar

Strategi tersebut antara lain melalui, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk dalam meningkatkan nilai tambah bijih nikel untuk mendukung ekosistem baterai kendaraan listrik. PT Bukit Asam mengembangkan pemanfaatan batu bara, termasuk fasilitas angkutan, pembangkit listrik dan berbagai proyek konversi batu bara menjadi produk bernilai tambah.

Freeport Indonesia mengolah tembaga menjadi katoda tembaga, Inalum memperluas kapasitas smelter aluminium, Vale Indonesia mengembangkan tambang nikel sekaligus fasilitas pengolahan baru, sementara Antam dan Inalum mengembangkan hilirisasi bauksit menjadi alumina. “Ini harus dikembangkan sebagai suatu ekosistem industri yang utuh dan terintegrasi,” ujarnya.

Baca juga : MIND ID Optimalkan Penerimaan Negara dari Pengelolaan Mineral Nasional

Integrasi itu mencakup ketersediaan bahan baku, teknologi, energi, infrastruktur, keterhubungan proses produksi, kepastian pasar, harmonisasi kebijakan serta koordinasi antarpemangku kepentingan.

Dengan pendekatan tersebut, hilirisasi diharapkan tidak berhenti pada produk antara atau midstream, melainkan bergerak menuju material dan produk dengan nilai tambah lebih tinggi yang dibutuhkan industri nasional maupun pasar global.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.