Dark/Light Mode

Ajaib Raih Investasi Rp4,8 T, Andi Gani: Investor Asing Masih Percaya Indonesia

Senin, 31 Agustus 2026 20:30 WIB
Presiden Komisaris Ajaib Group Andi Gani Nena Wea (kiri) menyampaikan keterangan terkait investasi SBI Holdings di Jakarta, Senin (31/8/2026). Dok. Ajaib
Presiden Komisaris Ajaib Group Andi Gani Nena Wea (kiri) menyampaikan keterangan terkait investasi SBI Holdings di Jakarta, Senin (31/8/2026). Dok. Ajaib

RM.id  Rakyat Merdeka - Ajaib Group mendapat suntikan investasi senilai 270 juta dolar AS atau sekitar Rp4,8 triliun dari SBI Holdings, grup investasi asal Jepang. Investasi tersebut disebut menjadi salah satu yang terbesar di sektor startup Indonesia dalam lima tahun terakhir.

Presiden Komisaris Ajaib Group Andi Gani Nena Wea mengatakan, masuknya investasi tersebut menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk terus mengembangkan layanan investasi dan edukasi finansial di Indonesia.

"Ini investasi terbesar dalam lima tahun terakhir untuk startup di Indonesia," kata Andi Gani dalam konferensi pers di Kantor Ajaib Group, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Menurut Andi Gani, investasi dari SBI Holdings juga menunjukkan bahwa investor asing masih memiliki kepercayaan terhadap prospek ekonomi dan industri teknologi finansial Indonesia.

Ia menilai masuknya investasi tersebut sekaligus membantah anggapan bahwa investor asing mulai meninggalkan pasar Indonesia.

Baca juga : Keluarga Jacob Nuwa Wea Salurkan Bantuan Untuk Warga Terdampak Gempa Di Kotakeo

"Kami berharap dengan masuknya investasi sebesar ini di dunia investasi startup, menambah semangat ketika banyak rumor investasi asing lari dari perdagangan saham di Indonesia. Tapi buktinya Rp4,8 triliun masuk ke dalam Ajaib Group," ujarnya.

Andi Gani menilai keputusan SBI Holdings menanamkan modal di Ajaib Group menjadi bukti bahwa tingkat kepercayaan investor asing terhadap Indonesia masih tinggi.

"Artinya tingkat kepercayaan asing terhadap Indonesia masih sangat tinggi. Dengan masuknya SBI Holdings, ini adalah keberhasilan dari investasi di Indonesia," tegasnya.

Menurutnya, investasi tersebut juga tidak terlepas dari perkembangan ekosistem investasi di dalam negeri. Pertumbuhan teknologi finansial dan meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung perkembangan Ajaib.

Andi Gani mengatakan basis nasabah Ajaib kini tidak lagi terkonsentrasi di kota-kota besar. Pengguna layanan tersebut telah tersebar di berbagai daerah di Indonesia, termasuk kota-kota yang sebelumnya dinilai belum memiliki potensi besar untuk investasi ritel saham.

Baca juga : Andi Gani Serukan Persatuan Buruh Kawal UU Ketenagakerjaan

"Artinya, kemajuan edukasi teknologi finansial sudah masuk sampai di tingkat kota-kota tersebar di seluruh Indonesia," katanya.

Ia menambahkan, Ajaib berkomitmen memberikan pendampingan dan edukasi kepada investor, termasuk masyarakat yang baru memulai investasi dengan modal kecil.

Sekitar 80 persen pengguna Ajaib, kata Andi Gani, berasal dari kalangan anak muda dan investor pemula. Mereka berasal dari berbagai segmen, mulai dari investor ritel dengan nilai investasi kecil hingga investor dengan nilai investasi menengah dan besar.

Menurut dia, sebagian nasabah bahkan telah menggunakan layanan Ajaib sejak perusahaan berdiri. Seiring bertambahnya pengetahuan dan pengalaman, nilai investasi mereka turut meningkat.

"Ajaib tidak hanya membantu atau mengedukasi yang sudah besar, bahkan yang baru mulai saja kita dampingi sampai akhirnya ketika mereka masuk dengan nilai yang masih sangat kecil, sekarang sudah menengah dan bahkan menuju besar," tuturnya.

Baca juga : Bantu Nagekeo, Andi Gani Galang Rp1 Miliar Untuk Korban Gempa NTT

Dalam waktu dekat, jajaran Ajaib Group juga dijadwalkan bertemu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Pertemuan tersebut akan membahas penguatan edukasi finansial, khususnya bagi generasi muda.

Andi Gani berharap pemerintah dapat terus mendukung program literasi dan edukasi finansial sehingga semakin banyak masyarakat, terutama anak muda, memahami investasi secara baik dan bertanggung jawab.

"Kami berharap keberhasilan Ajaib Group dalam menerima investasi ini akan terus mendorong kemajuan teknologi startup yang ada di Indonesia," ucapnya.

Adapun dana investasi sebesar 270 juta dolar AS tersebut akan dimanfaatkan Ajaib untuk memperluas edukasi finansial, mengembangkan produk, serta meningkatkan kompetensi sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan.

Andi Gani berharap investasi tersebut tidak hanya memperkuat pertumbuhan Ajaib Group, tetapi juga ikut memperluas akses masyarakat terhadap layanan investasi dan meningkatkan literasi finansial di Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.