RM.id Rakyat Merdeka - Shell Lubricants memperluas pengembangan bisnis pelumas dengan menyasar kebutuhan teknologi baru, termasuk pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI), kendaraan listrik (EV), dan infrastruktur kelistrikan.
Langkah tersebut dilakukan seiring perubahan kebutuhan industri dan mobilitas yang mendorong pengembangan teknologi pelumasan dan cairan khusus untuk mendukung sistem yang semakin kompleks.
Global Executive Vice President Shell Lubricants Jason Wong mengatakan, inovasi Shell kini tidak hanya ditujukan untuk kendaraan dan mesin konvensional, tetapi juga untuk menjawab perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan mobilitas.
“Penghargaan ini mencerminkan dedikasi tim kami selama dua dekade dalam menyediakan solusi pelumas dan cairan yang tepat untuk membantu mengelola gesekan dan panas,” ujar Wong.
Baca juga : Tekan Konsumsi Energi Data Center, Shell Luncurkan Produk Cairan Pendingin Imersi
Untuk kebutuhan era AI, Shell mengembangkan cairan khusus untuk pendinginan imersi pada pusat data. Teknologi tersebut ditujukan untuk membantu pengelolaan panas yang dihasilkan perangkat komputasi berkinerja tinggi.
Sementara pada sektor kendaraan listrik, Shell mengembangkan cairan termal yang disesuaikan dengan kebutuhan kendaraan listrik. Perusahaan juga mengembangkan biodegradable coolants untuk mendukung kebutuhan infrastruktur kelistrikan.
Pengembangan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya Shell beradaptasi dengan perubahan industri setelah selama 20 tahun berturut-turut tercatat sebagai pemasok pelumas dengan penjualan terbesar di dunia berdasarkan laporan Kline & Company, Global Lubricants: Market Analysis and Assessment.
Dalam laporan tersebut, Shell juga menempati posisi teratas pada pasar pelumas dan fluida otomotif maupun industri, termasuk tiga kategori utama yang dipantau Kline, yakni consumer automotive, commercial automotive, dan industrial.
Baca juga : Bidik Potensi Emas, Bank BSN Kolaborasi MBC Perluas Ekosistem Keuangan Syariah
VP of Energy Kline & Company Annie Jarquin mengatakan, posisi Shell di pasar global merupakan hasil dari konsistensi sekaligus kemampuan perusahaan beradaptasi terhadap perkembangan industri.
“Pasar pelumas telah mengalami perkembangan yang signifikan selama dua dekade terakhir dan posisi Shell sebagai pemimpin pasar merupakan hasil dari kombinasi konsistensi dan kemampuan beradaptasi,” ujar Jarquin.
Shell saat ini didukung 31 pabrik pelumas (lubricant oil blending plants) dan lebih dari 300 ilmuwan riset dan pengembangan (R&D) secara global untuk mengembangkan teknologi yang mengikuti perubahan kebutuhan industri.
Di Indonesia, President Director & Managing Director Lubricants Shell Indonesia Andri Pratiwa mengatakan, Indonesia menjadi salah satu pasar pertumbuhan utama bisnis pelumas Shell secara global.
Baca juga : Berpotensi Sumbang PAD Rp 3 Triliun, Pemprov DKI Bidik Pajak Mobil Listrik
Menurut dia, pertumbuhan tersebut didukung kapabilitas manufaktur melalui Pabrik Pelumas dan Pabrik Manufaktur Gemuk di Marunda, serta sumber daya manusia dan tim ahli Shell di Indonesia.
“Fondasi keberhasilan ini berakar pada kepercayaan pelanggan pelumas di berbagai sektor, mulai dari segmen kendaraan, transportasi komersial, hingga industri,” kata Andri.
Ke depan, Shell akan terus mengembangkan solusi dan layanan pelumasan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar domestik, seiring perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan industri.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.