Dark/Light Mode

Pemerintah Perluas Jejaring Internasional

Program Sekolah Garuda Bidik Kampus Di Kanada

Kamis, 2 Juli 2026 06:55 WIB
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Kanada, Muhsin Syihab, di Kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Selasa (30/6). Foto: kemdiktisaintek
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Kanada, Muhsin Syihab, di Kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Selasa (30/6). Foto: kemdiktisaintek

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) memperluas jejaring internasional dengan menggandeng Kanada dan Nanyang Technological University (NTU) Singapura. Kemitraan strategis ini difokuskan pada penguatan mutu pendidikan tinggi, kolaborasi riset, serta pengembangan talenta nasional agar mampu bersaing di tingkat global.

Saat menerima Duta Besar Republik Indonesia untuk Kanada Muhsin Syihab di Kantor Kemendiktisaintek, Selasa (30/6/2026), Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto membahas penguatan kerja sama pendidikan tinggi bilateral.

Ruang lingkup kerja sama tersebut meliputi pengembangan talenta, mobilitas mahasiswa dan dosen, kolaborasi riset, hingga perluasan kemitraan antarkampus.

Brian mengatakan, Kanada menjadi salah satu negara tujuan Program Sekolah Garuda.

Pemerintah berharap, perguruan tinggi di Kanada dapat memberikan dukungan kepada mahasiswa Indonesia. Mulai dari proses penerimaan hingga pelaksanaan studi.

“Kanada termasuk salah satu negara tujuan Program Sekolah Garuda. Kami berharap perguruan tinggi di Kanada dapat mendukung Indonesia melalui proses penerimaan mahasiswa hingga mahasiswa bisa mengikuti perkuliahan,” ujar Brian dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/7/2026).

Baca juga : Gerindra Dukung Penambahan PLBN, Perbatasan Harus Jadi Beranda Terdepan RI

Selain Program Sekolah Garuda, kedua pihak juga membahas penyelesaian Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Kemendiktisaintek dan Kementerian Post-Secondary Education and Future Skills Provinsi British Columbia.

Pembahasan mencakup peluang pengembangan program akademik bersama, peningkatan mobilitas mahasiswa dan dosen, serta kolaborasi riset di berbagai bidang strategis.

Hingga September 2025, tercatat 108 perjanjian kerja sama aktif antara perguruan tinggi di Indonesia dan Kanada. Kerja sama tersebut meliputi pertukaran mahasiswa, riset bersama, pengembangan program akademik, hingga penyelenggaraan seminar ilmiah.

Dubes Muhsin Syihab mengatakan, sistem pendidikan tinggi di Kanada yang dikelola Pemerintah Provinsi membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan Indonesia.

Menurut dia, KBRI Ottawa akan terus memfasilitasi berbagai inisiatif untuk mempererat hubungan antarlembaga pendidikan tinggi di kedua negara.

“Kami akan mencoba mendorong supaya ada yang konkret nantinya hubungan kedua pihak ini,” kata Dubes Muhsin.

Baca juga : Dongkrak Pamor Partai, PSI Bali Undang Jokowi

Pertemuan tersebut juga membahas penyelenggaraan Beasiswa Indonesia Maju dan Beasiswa Garuda bagi mahasiswa Indonesia di Kanada. Fokus pembahasannya meliputi penguatan pembekalan sebelum keberangkatan, kesiapan akademik, orientasi budaya, serta koordinasi antara Kemendiktisaintek dan KBRI Ottawa guna mendukung kelancaran studi mahasiswa.

Selain itu, dibahas pula peluang peningkatan dukungan beasiswa dari pemerintah maupun perguruan tinggi di Kanada.

Sebelumnya, pada Senin (29/6/2026), Brian menerima audiensi delegasi Nanyang Technological University (NTU) Singapura untuk membahas penguatan kerja sama di bidang pendidikan tinggi, sains dan teknologi.

Dalam pertemuan tersebut, Brian menekankan pentingnya memperluas kolaborasi antara NTU dan berbagai perguruan tinggi di Indonesia melalui pengembangan program akademik bersama, riset kolaboratif, serta peningkatan mobilitas mahasiswa dan dosen.

Delegasi NTU memaparkan capaian Program INSPIRASI yang telah berjalan selama satu tahun. Program tersebut menghasilkan peningkatan publikasi ilmiah bersama dan riset di bidang energi terbarukan, baterai, panas bumi, pemanfaatan karbon berbasis hayati, fondasi digital, serta ketahanan perkotaan berbasis kecerdasan artifisial.

Sejumlah penelitian juga telah menghasilkan kepemilikan kekayaan intelektual bersama (joint intellectual property).

Baca juga : Gojek Dan Grab Patuhi Perpres, Komisi Driver Ojol Kini Cuma Dipotong 8 Persen

Director of Global Alliance of Industries NTU Lydia Helena Wong mengatakan, pihaknya telah menerima 60 mahasiswa Indonesia dalam program musim panas yang berlangsung selama dua pekan.

Program tersebut dilaksanakan selama satu pekan di NTU dan satu pekan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). NTU juga menyelenggarakan lokakarya School of Materials Science and Engineering yang diikuti sekitar 27 staf, dosen, dan mahasiswa dari Indonesia.

Selain itu, kerja sama diperkuat melalui program Women in Science yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa Indonesia untuk mengikuti kegiatan akademik dan kunjungan industri di Singapura dengan dukungan perusahaan Evonik.

Brian mengapresiasi perkembangan kerja sama yang telah terjalin dan berharap semakin banyak perguruan tinggi di Indonesia membangun kemitraan yang lebih konkret dengan NTU. ASI

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Kamis, 2 Juli 2026 dengan judul "Pemerintah Perluas Jejaring Internasional Program Sekolah Garuda Bidik Kampus Di Kanada"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.