RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa (29/9/2026) dibuka melemah 0,13 persen ke level Rp 18.001 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp 17.978 per dolar AS.
Pergerakan mata uang Asia terhadap dolar AS bervariasi. Yuan China menguat 0,06 persen, won Korea Selatan naik 0,03 persen, dan dolar Hong Kong menguat 0,01 persen. Sementara itu, ringgit Malaysia melemah 0,04 persen, dolar Singapura turun 0,04 persen, dan yen Jepang melemah 0,04 persen.
Baca juga : IHSG & Rupiah Kompak Merah
Indeks dolar AS menguat 0,01 persen ke level 100,94. Sementara itu, rupiah menguat 0,01 persen terhadap poundsterling Inggris ke level Rp 23.801.
Rupiah juga melemah 0,01 persen terhadap dolar Australia ke level Rp 12.593, sedangkan terhadap euro stagnan di level Rp 19.859.
Baca juga : Harga Minyak Naik, Rupiah Tertekan Ke Level Rp 17.940
Analis pasar uang Lukman Leong mengatakan rupiah masih berpotensi tertekan oleh ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) serta peningkatan imbal hasil obligasi AS.
“Rupiah diperkirakan masih tertekan terhadap dolar AS oleh ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan imbal hasil obligasi AS yang terus meningkat,” jelasnya, Selasa (29/9/2026).
Baca juga : 1 Dolar Kembali Dekati Rp 18.000, Airlangga: Kita Monitor
Menurut Lukman, investor juga cenderung berhati-hati karena pekan ini dipenuhi agenda rilis data ekonomi penting.
Lukman memproyeksikan rupiah bergerak dalam rentang Rp 17.900 hingga Rp 18.050 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.