Dark/Light Mode

Harga Minyak Naik, Rupiah Tertekan Ke Level Rp 17.940

Senin, 28 September 2026 09:30 WIB
Foto: Khairizal Anwar/RM
Foto: Khairizal Anwar/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pagi tadi dibuka melemah 0,33 persen menjadi Rp 17.940 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan Jumat (25/9/2026) di level Rp 17.880 per dolar AS.

Pergerakan mata uang di kawasan Asia mayoritas melemah terhadap dolar AS. Yuan China turun 0,03 persen, ringgit Malaysia melemah 0,15 persen, dolar Singapura turun 0,09 persen, yen Jepang melemah 0,29 persen, dan won Korea Selatan minus 0,59 persen.

Baca juga : 1 Dolar Kembali Dekati Rp 18.000, Airlangga: Kita Monitor

Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya menguat 0,12 persen ke level 100,83. Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap pound sterling Inggris menguat 0,38 persen ke level Rp 23.773, terhadap dolar Australia menguat 0,29 persen ke level Rp 12.586, dan terhadap euro stagnan di level Rp 19.830.

Analis pasar uang Lukman Leong mengatakan, nilai tukar rupiah berpotensi kembali melemah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini.

Baca juga : Makin Lemas, Rupiah Tembus Rp 17.936

“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah kembali meningkatnya imbal hasil obligasi AS, harga minyak mentah dunia, dan prospek kenaikan suku bunga The Fed menyusul data ekonomi AS, yaitu penjualan barang tahan lama yang lebih kuat, serta penolakan proposal Iran oleh AS,” jelasnya, Senin (28/9/2026).

Lukman mengatakan, nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp 17.900 hingga Rp 18 ribu per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.