Dark/Light Mode

Rupiah Menguat Ke Rp17.729, Harga Minyak Jadi Sentimen

Jumat, 18 September 2026 09:27 WIB
Foto: Khairizal Anwar/RM
Foto: Khairizal Anwar/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pada Jumat pagi (18/9/2026) dibuka menguat 0,16 persen atau 24 poin ke level Rp 17.729 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp 17.753 per dolar AS.

Pergerakan mata uang di kawasan Asia juga mayoritas menguat terhadap dolar AS. Baht Thailand menguat 0,02 persen, ringgit Malaysia naik 0,48 persen, yuan China menguat 0,09 persen, rupee India naik 0,02 persen, dan dolar Taiwan menguat 0,34 persen.

Sementara itu, indeks dolar AS terhadap mata uang utama dunia melemah 0,03 persen ke level 99,96.

Baca juga : Rupiah Makin Loyo, Dibuka Rp 17.763 Per Dolar AS

Adapun rupiah terhadap sejumlah mata uang utama bergerak bervariasi. Rupiah menguat 0,05 persen terhadap poundsterling Inggris ke level Rp 23.686, stagnan terhadap euro di level Rp 19.788, dan menguat 0,11 persen terhadap dolar Australia menjadi Rp 12.616.

Analis pasar uang Lukman Leong mengatakan,  rupiah berpeluang menguat terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat. Penurunan harga minyak mentah dunia menjadi salah satu sentimen positif bagi mata uang Garuda.

“Harga minyak dunia yang mulai turun seiring meredanya kekhawatiran gangguan pasokan dari Arab Saudi dapat memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat,” katanya, Jumat (18/9/2026).

Baca juga : Rupiah Tertekan Ke Rp 17.735, Investor Waspadai Keputusan The Fed

Penurunan harga minyak terjadi setelah muncul harapan Arab Saudi dapat memulihkan sekitar setengah dari pasokan minyak yang terdampak dalam beberapa hari ke depan. Perkembangan tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.

Harga minyak Brent tercatat turun 2,7 persen menjadi 105,83 dolar AS per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi 3,2 persen menjadi 102,43 dolar AS per barel pada perdagangan Rabu (16/9/2026).

“Penurunan harga minyak tersebut juga diikuti pelemahan indeks dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Kondisi ini dapat memberikan tambahan katalis bagi rupiah,” ujarnya.

Baca juga : Rupiah Dibuka Naik Ke Level Rp 17.667

Lukman memproyeksikan rupiah bergerak dalam rentang Rp 17.700 hingga Rp 17.800 per dolar AS sepanjang perdagangan Jumat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.