BREAKING NEWS
 

1 Dolar AS=Rp 18.000, BI Terus Intervensi Pasar

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : SISWANTO
Rabu, 30 September 2026 07:40 WIB
Petugas menunjukkan lembaran mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS). (Foto: Putu Wahyu Rama/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah sempat menembus Rp 18.010 per dolar Amerika Serikat (AS) dalam perdagangan kemarin. Meski kemudian menguat dan ditutup di Rp 17.960, tekanan terhadap mata uang Garuda belum reda. Bank Indonesia (BI) pun memastikan intervensi pasar terus dilakukan.

Mengutip data Refinitiv, rupiah dibuka melemah 0,03 persen ke level Rp 17.970 per dolar AS pada perdagangan Selasa (29/9/2026). Mata uang Garuda tak mampu membendung penguatan dolar AS hingga sempat menyentuh Rp 18.010 pada siang hari.

Namun, rupiah mampu bangkit. Pada penutupan perdagangan, mata uang Garuda menguat 40 poin ke level Rp 17.960 per dolar AS.

Pergerakan rupiah sejalan dengan mata uang Asia yang bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Yuan China menguat 0,10 persen, ringgit Malaysia terapresiasi 0,09 persen, dan won Korea Selatan naik 0,14 persen. Sedangkan peso Filipina melemah 0,06 persen, dolar Singapura turun 0,14 persen, dan yen Jepang melemah 0,02 persen.

Sementara itu, mata uang negara maju kompak melemah terhadap dolar AS. Euro Eropa turun 0,24 persen, poundsterling Inggris melemah 0,17 persen, dolar Australia terkoreksi 0,43 persen, dolar Kanada turun 0,14 persen, dan franc Swiss melemah 0,25 persen.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea menjelaskan, pelemahan rupiah dipengaruhi berlanjutnya kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global dan risiko fiskal. Tekanan tersebut sejalan dengan kenaikan harga minyak hingga di atas 108 dolar AS per barel, di tengah belum tercapainya kesepakatan terkait pembukaan Selat Hormuz.

Kondisi itu mendorong ekspektasi pengetatan kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) lebih lanjut. Imbasnya, yield UST tenor 10 tahun kembali naik ke level 5,23 persen, tertinggi sejak 2007.

Baca juga : 1 Juta Dolar Untuk Pansus Haji Ditolak Ace & Nusron

“Tekanan nilai tukar juga didorong oleh kebutuhan valas importir menjelang akhir triwulan III, serta arus keluar dana dari portofolio aset negara emerging markets di tengah kenaikan yield obligasi,” urai Erwin dalam keterangan resminya, Selasa (29/9/2026).

BI menilai, pergerakan rupiah masih sejalan dengan mata uang kawasan regional. Secara quarter-to-date (qtd), pelemahan rupiah tercatat 0,67 persen.

Di sisi lain, posisi cadangan devisa Indonesia masih cukup kuat. Cadangan devisa tercatat meningkat menjadi 146,5 miliar dolar AS pada akhir Agustus 2026.

Erwin menegaskan, BI akan tetap hadir memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar rupiah tetap terjaga sesuai fundamentalnya.

BI juga mengelola struktur suku bunga di pasar uang melalui penguatan strategi operasi moneter yang lebih pro-market.

Adsense

Efektivitas stabilisasi rupiah diperkuat dengan menjaga kecukupan likuiditas. Salah satunya melalui peningkatan insentif untuk instrumen swap dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) lindung nilai kepada BI dalam rangka pendanaan luar negeri.

Intervensi juga akan terus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan. Caranya melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan DNDF di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Baca juga : Dorong Pencak Silat Masuk Olimpiade Los Angeles 2028

“Koordinasi dan komunikasi dengan korporasi dan pelaku pasar terus dilakukan secara intensif,” kata Erwin.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan pemerintah terus memantau perkembangan rupiah. Pemerintah tidak akan tinggal diam melihat mata uang Garuda melemah hingga menyentuh Rp 18 ribu per dolar AS.

“Kita monitor dulu. Pemerintah tentu kita akan menggenjot ekspor supaya devisa meningkat,” kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/9/2026).

Airlangga menegaskan, kondisi fundamental makroekonomi Indonesia masih baik. Meski begitu, pergerakan nilai tukar juga dapat dipengaruhi faktor di luar fundamental.

“Kalau kita lihat karena kondisi makro cukup baik, kita lihat aja, kan selalu ada faktor di luar fundamental, faktor sentimental kan ada juga. Kita harus mem-balance aja,” terang Airlangga.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu memastikan, pemerintah tidak mengubah asumsi nilai tukar rupiah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Pemerintah memasang asumsi nilai tukar rupiah sebesar Rp17.500 per dolar AS. “Tidak diganti, optimis,” tegasnya.

Sementara itu, HSBC memproyeksikan nilai tukar rupiah berada di sekitar level Rp 18.000 per dollar AS hingga akhir 2026. Chief Asia Economist HSBC Frederic Neumann mengatakan, ruang pergerakan rupiah hingga akhir tahun relatif terbatas karena hanya tersisa sekitar tiga bulan.

Baca juga : 105 Unit Ranpur Amfibi Buatan AS Perkuat Korps Marinir

HSBC memperkirakan rupiah bergerak stabil atau sedikit melemah. Tekanan terhadap rupiah saat ini lebih banyak mencerminkan penguatan dollar AS secara global dibandingkan pelemahan fundamental rupiah.

“Terkait rupiah, kita harus mengakui bahwa The Fed sedang menaikkan suku bunga saat ini dan dolar karena itu mendapat banyak dukungan. Kita melihat penguatan dolar terhadap banyak mata uang, yen Jepang misalnya, Eropa, euro juga,” kata Frederic dalam Media Briefing HSBC Indonesia Summit 2026 di Jakarta Selatan, Selasa (29/9/2026).

Frederic mengatakan, penguatan dollar AS menjadi faktor utama yang menekan sejumlah mata uang, termasuk rupiah. “Ini lebih merupakan cerminan dari kekuatan dolar daripada pada dasarnya kelemahan rupiah,” tegasnya.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah antara lain dipengaruhi harga minyak dunia yang bertahan di atas 90 dolar AS per barel. Menurutnya, kondisi tersebut meningkatkan risiko terhadap perekonomian Indonesia. Dampak kenaikan harga minyak tercermin pada tiga sektor, yakni inflasi, fiskal, dan keseimbangan eksternal. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense