RM.id Rakyat Merdeka - Rektor Universitas Paramadina Didik J Rachbini menilai sektor industri perlu kembali tumbuh hingga dua digit agar target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 7-8 persen dapat dikejar.
Ia mengatakan, industri memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi karena memiliki bobot sekitar 19 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Baca juga : Reshuffle Ketujuh Kabinet Merah Putih
Dengan pertumbuhan industri sekitar 4,5 persen, kontribusi sederhananya terhadap pertumbuhan ekonomi hanya sekitar 0,86 persen. Kondisi tersebut dinilai belum cukup untuk menopang akselerasi pertumbuhan ekonomi hingga 7-8 persen.
Didik mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen pada masa lalu ditopang oleh pertumbuhan sektor industri yang mencapai dua digit. Karena itu, menurut dia, penguatan sektor industri menjadi pekerjaan rumah.
Baca juga : Jadi Menlu, Arrmanatha Prioritaskan Kepentingan Nasional dan Asta Cita
Di sisi lain, Didik menyoroti pengesahan RAPBN 2027 yang dinilai belum memberikan sinyal kuat mengenai dorongan terhadap sektor produktif, khususnya industri.
Menurut dia, desain kebijakan anggaran perlu diarahkan untuk memperkuat sektor industri jika pemerintah ingin mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi.
Baca juga : Suyudi Ario Seto Kapolri, Sugiono PMK, Bahlil Menko Hilirisasi & Transisi Energi
Ia juga mengingatkan bahwa besarnya defisit anggaran tidak otomatis menunjukkan adanya ekspansi produktif apabila belanja lebih banyak digunakan untuk pembayaran utang dan program sosial.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.