BREAKING NEWS
 

PTPN I & IPB University Sulap Limbah Sawit Jadi Rompi Antipeluru

Reporter & Editor :
MUHAMAD FIKY
Rabu, 7 Oktober 2026 08:42 WIB
PTPN I fasilitasi IPB ubah tandan kosong sawit menjadi rompi antipeluru. (Foto: PTPN 1)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 2 berkolaborasi dengan IPB University mengembangkan tandan kosong (tankos) kelapa sawit menjadi berbagai produk berbasis green composite.

Hasil riset Dr Siti Nikmatin tersebut dikembangkan menjadi sejumlah produk, mulai dari helm, sepatu, sandal, pakaian hingga rompi antipeluru.

Siti mengatakan, penelitian pemanfaatan serat tandan kosong sawit telah dilakukannya sejak 2015. Bahan bakunya berasal dari limbah pabrik kelapa sawit PTPN I Regional 2 di Cikasungka, Kabupaten Bogor.

"Kami bisa membuat helm, sepatu, sandal, dan beberapa produk lainnya dari green composite itu. Kemudian, kami membuat kesepakatan bersama untuk mengembangkan hasil penelitian menjadi produk industri manufaktur," ujar Siti dalam keterangan Selasa (6/10/2026).

Baca juga : PTPN I Undang Investor Garap Hilirisasi Hingga Hospitality

Menurut Siti, kolaborasi tersebut menjadi model sinergi kampus dan dunia usaha. PTPN I memberikan pendanaan untuk pengembangan dan produksi sejumlah produk yang dibutuhkan perusahaan, dengan imbal hasil berupa produk.

"Terima kasih PTPN I Regional 2 atas kerja sama ini. Mereka memberikan pendanaan untuk menindaklanjuti hasil penelitian kami. Saat ini kami terus mencari formula yang paling tepat agar pengembangan produk semakin kompetitif dan berkelanjutan," katanya.

Dalam pengembangan produk, IPB menggandeng startup PT Material Data Space (MDS) dan PT Interstisi Material Maju (IMM) sebagai entitas operasional. Keduanya telah memproduksi ribuan helm pengaman dan produk fesyen pesanan PTPN.

Adsense

Siti mengatakan, produksi saat ini masih berdasarkan pesanan atau purchase order (PO). Namun, pihaknya siap meningkatkan kapasitas produksi.

Baca juga : Ekspedisi Bantuan IPB University Peduli Dan ARM HA-IPB Tiba Di Labuan Bajo

"Helm pesanan PTPN I jumlahnya sudah cukup banyak. Begitu juga rompi antipeluru yang memenuhi standar Polri, sudah kami produksi dalam skala terbatas. Kami membutuhkan dukungan pemerintah agar hasil penelitian ini dapat berkembang menjadi industri yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Dari sisi standar, Siti menyebut helm berbahan serat sawit yang dikembangkan telah memenuhi SNI. Sementara material antipeluru kaliber 9 x 19 mm telah mengantongi sertifikat dari Dislitbang AD pada 2025.

Selain ramah lingkungan, produk tersebut diklaim memiliki harga lebih kompetitif dibandingkan material komposit konvensional.

"Bahan yang kami olah merupakan green composite karena berasal dari bahan nabati. Produk-produk tersebut telah melalui berbagai pengujian sesuai standar. Harganya juga lebih rendah dibandingkan komposit yang beredar di pasaran,” ujar Siti.

Baca juga : Dosen IPB Pulang Kampung, Berdayakan Warga Lampung Lewat Pangan Lokal Dan TOGA

Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras mengatakan, kolaborasi dengan IPB University merupakan upaya perusahaan agar hasil riset dan inovasi tidak berhenti di laboratorium, tetapi bisa menjadi produk bernilai tambah.

"Bagi PTPN I, pemanfaatan tandan kosong ini bukan sekadar mengolah limbah, tetapi bagaimana kita mengubah sesuatu yang sebelumnya belum memiliki nilai tambah menjadi material yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Ini sejalan dengan semangat hilirisasi, ekonomi sirkular dan pengembangan inovasi berbasis sumber daya yang kita miliki,” ujar Abdul.

Dia menegaskan, sinergi antara PTPN I, perguruan tinggi dan pelaku industri akan terus diperkuat untuk mendorong inovasi dari tahap penelitian hingga komersialisasi.

"Kami ingin membangun ekosistem kolaborasi yang menghubungkan riset, industri dan kebutuhan pasar. Ketika inovasi mampu menghasilkan produk yang kompetitif, ramah lingkungan dan memberikan manfaat lebih luas, maka di situlah nilai strategis sebuah kolaborasi benar-benar hadir,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense