Dark/Light Mode

Dosen IPB Pulang Kampung, Berdayakan Warga Lampung Lewat Pangan Lokal Dan TOGA

Senin, 7 September 2026 18:27 WIB
Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim IPB University menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk Dosen Pulang Kampung di Desa Rejomulyo, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Senin (24/8/2026). Foto: IPB University
Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim IPB University menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk Dosen Pulang Kampung di Desa Rejomulyo, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Senin (24/8/2026). Foto: IPB University

RM.id  Rakyat Merdeka - Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University bersama Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim IPB University menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Dosen Pulang Kampung” di Desa Rejomulyo, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Senin (24/8/2026).

Kegiatan itu mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Optimalisasi Pangan Lokal, Tanaman Obat Keluarga (TOGA), dan Pemanfaatan Limbah Pertanian untuk Meningkatkan Kesehatan dan Kemandirian Ekonomi”.

Program ini menjadi momentum bagi tim dosen Biokimia IPB University asal Lampung untuk “pulang kampung” dan berbagi ilmu serta teknologi tepat guna secara langsung kepada masyarakat di daerah asal mereka. Kegiatan dipimpin Dr. dr. Husnawati, selaku ketua tim pelaksana, dengan Rara Annisaur Rosyidah sebagai moderator.

Sebanyak 68 warga Desa Rejomulyo mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Mereka berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari aparat desa, petani, kader PKK dan Posyandu, hingga anggota Karang Taruna.

TOGA dan Sijaka untuk Kesehatan Keluarga

Baca juga : Ancaman Serius Gajah Sumatera, Pakar IPB: Populasi Anjlok Lebih Dari 70%

Sesi pertama diisi Dr. dr. Husnawati yang memaparkan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Dia menjelaskan berbagai jenis tanaman obat yang dapat dibudidayakan di pekarangan rumah beserta manfaatnya bagi kesehatan keluarga.

Warga juga didorong memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber bahan alami yang dapat menunjang pemeliharaan kesehatan keluarga.

Kemudian, Prof. Dr. Mega Safithri yang memperkenalkan “Sijaka”, formulasi berbahan sirih merah, jahe merah, dan kayu manis yang dikembangkan untuk membantu mengontrol kadar gula darah.

Prof. Mega juga menjelaskan potensi ketiga bahan alami tersebut serta cara mengolahnya menjadi minuman herbal yang mudah dibuat di rumah. Tak hanya menerima materi, warga turut mempraktikkan langsung pembuatan Sijaka.

Mereka juga aktif mengajukan pertanyaan mengenai keamanan konsumsi secara rutin yang dijawab langsung oleh Prof. Mega. Sementara itu, materi mengenai kebutuhan gizi anak disampaikan Rini Kurniasih.

Baca juga : Mahasiswa IPB University Ubah Limbah Popok Bayi Jadi Media Tanam Hidrogel

Dia menjelaskan pemenuhan gizi anak melalui pemanfaatan pangan lokal. Salah satu alternatif yang diperkenalkan adalah nugget tempe sebagai camilan bergizi tinggi protein yang relatif terjangkau dan disukai anak-anak. Warga juga mendapat kesempatan mempraktikkan langsung pembuatan nugget tempe dan membawa pulang hasil olahannya.

Sementara itu, Martini Hudayanti memaparkan cara pembuatan dan manfaat sari kedelai bagi kesehatan. Sari kedelai diperkenalkan sebagai alternatif minuman bergizi yang dapat diproduksi secara mandiri menggunakan bahan baku yang mudah diperoleh masyarakat.

Warga pun berkesempatan mencicipi sari kedelai hasil olahan sekaligus berdiskusi mengenai potensinya sebagai salah satu alternatif untuk mendukung asupan susu bagi anak-anak.

Pada sesi pemanfaatan limbah pertanian, Dr. Dimas Andrianto, Prof. Dr. Ir. I Made Artika, dan Ukhradiya M. Safira bersama-sama memaparkan budidaya maggot dan manfaatnya.

Mereka menjelaskan bahwa maggot dapat dimanfaatkan untuk mengolah limbah organik pertanian maupun rumah tangga. Selain membantu mengurangi limbah, budidaya maggot juga berpotensi menghasilkan sumber pakan ternak alternatif yang memiliki nilai ekonomi.

Baca juga : Teken MoU, Bank Mandiri Taspen dan IPB University Perkuat Literasi Keuangan

Rangkaian kegiatan turut didukung mahasiswa Departemen Biokimia IPB University, Amanda dan Rahma Azizah Deabie, yang membantu kelancaran teknis kegiatan dari awal hingga akhir. Melalui program “Dosen Pulang Kampung”, tim pengabdi berharap masyarakat Desa Rejomulyo semakin mampu mengolah pangan lokal secara mandiri, memanfaatkan TOGA untuk mendukung kesehatan keluarga, serta mengolah limbah pertanian menjadi produk bernilai guna melalui budidaya maggot.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi desa secara berkelanjutan.

Program ini terselenggara melalui kolaborasi Departemen Biokimia IPB University dan Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim IPB University.

Tim pengabdi juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Desa Rejomulyo Tushandoro yang telah membuka kegiatan secara resmi. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada Sekretaris Desa Hartono atas dukungan dan kelancaran pelaksanaan kegiatan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

mpo slot slot gacor harum100 slot gacor slot gacor