BREAKING NEWS
 

Pertamina Grand Prix of Indonesia Dari Sponsorship ke Global Branding

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : FIRSTY HESTYARINI
Kamis, 8 Oktober 2026 06:40 WIB
Para pembalap MotoGP memulai start saat Tissot Sprint Race pada gelaran MotoGP Pertamina Grand Prix Of Indonesia 2025 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (4/10/2025). (Foto: Dok. Pertamina)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pertamina terus memoles diri dan memperkuat kapasitasnya untuk menjadi pebisnis global. Upaya tersebut antara lain ditempuh lewat ajang balap motor paling bergengsi di dunia: Pertamina Grand Prix of Indonesia di Mandalika. Di event tahunan itu, Pertamina aktif mempromosikan ekosistem bisnis energinya, agar semakin eksis di dunia internasional.

Pertamina Grand Prix of Indonesia, akan kembali hadir di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat pada 9-11 Oktober 2026. Ajang spektakuler ini tak hanya mempertemukan pembalap terbaik dunia, tetapi juga menjadi panggung bagi Pertamina untuk memperluas eksposur merek, sekaligus menunjukkan kapabilitas produk, teknologi, layanan energi, hingga jejaring bisnis di tingkat internasional.

Kehadiran berbagai lini bisnis Pertamina dalam ekosistem MotoGP memperlihatkan bagaimana perusahaan energi nasional tersebut menggunakan motorsport sebagai ruang untuk membangun global energy brand. Mulai dari produk bahan bakar dan pelumas, tim balap, layanan penerbangan, hospitality, hingga keterlibatan dalam rantai pasok dan aktivitas masyarakat. Seluruhnya menjadi bagian dari ekosistem yang mempertemukan merek Indonesia dengan audiens global.

Peneliti Pusat Riset Ekonomi Makro dan Keuangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Anggi Putri Kurniadi menilai Pertamina memang perlu melakukan langkah tersebut secara aktif.

“Dukungan (Pertamina) ini idealnya jangan berhenti pada sponsorship saja, tetapi berlanjut melalui program yang menghubungkan event dengan UMKM, pariwisata, tenaga kerja, dan rantai pasok lokal sepanjang tahun,” kata Anggi belum lama ini.

Peran ajang motorsport dunia sebagai penggerak aktivitas ekonomi juga tercermin dari penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia tahun lalu. Berdasarkan data Mandalika Grand Prix Association (MGPA), jumlah penonton pada tahun 2025 mencapai 140.324 orang, atau meningkat 15,73 persen dibanding tahun 2024 yang berjumlah 121.252 orang.

Baca juga : AI Jadi Mesin Pertumbuhan Baru Industri Di Indonesia

Mengacu studi Lembaga Teknologi Manajemen Industri Institut Teknologi Bandung (LETMI ITB), InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mencatat, dampak ekonomi nasional dari penyelenggaraan tersebut berhasil tembus Rp 4,96 triliun.

Sementara kajian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) memperkirakan, dampak ekonomi penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025 berada di kisaran Rp 2,7 triliun hingga Rp 4,7 triliun. Perhitungan tersebut mencakup dampak langsung, tidak langsung, serta dampak lanjutan terhadap berbagai sektor ekonomi.

Kajian Bappenas juga mencatat dampak besar penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia terhadap promosi pariwisata. Eksposur media global selama penyelenggaraan menghasilkan Advertising Value Equivalency (AVE) sebesar 361,6 juta euro atau sekitar Rp 6,9 triliun. Nilai tersebut menggambarkan potensi nilai promosi yang diperoleh Indonesia dan Mandalika melalui pemberitaan serta eksposur media internasional.

Berikut upaya Pertamina dalam upaya menjadikan perusahaan energi tersebut sebagai energy global brand dalam sebuah ekosistem:

Pelumas Enduro & Pertamax Turbo

Dalam ekosistem motorsport tingkat dunia tersebut, Pertamina mempromosikan pelumas Enduro kepada penggemar motorsport mancanegara, melalui Pertamina Enduro VR46 Racing Team. Ini adalah tim satelit Ducati yang dimiliki legenda MotoGP Valentino Rossi dan diperkuat dua pembalap asal Italia, Fabio Di Giannantonio dan Franco Morbidelli.

Adsense

Sementara promosi Pertamax Turbo dilakukan lewat safety car, yang bertugas mengawal keselamatan selama rangkaian balapan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Kendaraan yang berperan memastikan kondisi lintasan tetap aman, terutama ketika terjadi insiden atau situasi yang membutuhkan pengawasan khusus, menggunakan Pertamax Turbo sebagai bahan bakarnya.

Uji Keandalan Produk di Touring to Mandalika

Baca juga : Please, Tarif Transjakarta Jangan Buru-buru Dikerek

Uji keandalan produk juga dilakukan oleh 120 pengendara dari berbagai komunitas roda dua yang menempuh perjalanan darat dari Jakarta menuju Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Pengalaman pertama bagi komunitas dan penonton setia motorsport internasional ini, dibungkus Pertamina dalam menyatukan semangat persaudaraan antar komunitas, edukasi energi, sport tourism, uji keandalan produk BBM dan pelumas Enduro, hingga pengalaman menginap di kawasan sirkuit Pertamina Camping Ground.

Pengalaman menarik dirasakan 120 rider yang mengikuti kegiatan Touring to Mandalika. Sebelum menuju titik akhir di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, para anggota komunitas motor ini singgah ke Kilang atau Refinery Unit (RU) Balongan di Indramayu, Jawa Barat, pada Selasa (6/10/2026).

Para rider yang terbiasa menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) diajak melihat dari dekat proses pengolahan minyak mentah dan uji kualitas BBM yang diterapkan di kilang Pertamina.

Kilang Balongan merupakan tulang punggung penyedia produk BBM bagi masyarakat di kawasan DKI Jakarta, Banten, dan sebagian besar Jawa bagian barat, dengan kemampuan mengolah minyak 150 ribu barel per hari.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, kehadiran para rider Touring to Mandalika di Balongan menjadi salah satu bentuk edukasi publik.

Baca juga : Tango Terakhir Lionel Messi

“Kami tidak hanya memberikan pengalaman baru kepada para rider, tetapi juga menunjukkan upaya Pertamina menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat, sekaligus memperlihatkan uji kualitas BBM melalui tahap berlapis di laboratorium berstandar internasional,” ujar Baron.

Para rider juga dijadwalkan melewati sejumlah titik pemberhentian strategis yang berkaitan dengan rantai bisnis Pertamina di Pulau Jawa, Bali, hingga Lombok, Nusa Tenggara Barat.

“Touring ini menjadi pengalaman langsung untuk melihat kesiapan produk dan layanan Pertamina sepanjang perjalanan menuju Mandalika. Para rider bisa merasakan langsung ketersediaan BBM, pelumas, serta dukungan layanan di berbagai titik yang mereka lalui,” jelas Baron.

Setibanya di Mandalika, para rider akan merasakan pengalaman pertama menginap di Pertamina Camping Ground sebagai pilihan akomodasi yang dikelola Patra Facility Management, bagian dari Patra Jasa yang juga menghadirkan layanan hospitality, mulai dari housekeeping hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Kesiapan Pasokan & Layanan Energi

Untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas selama perhelatan besar tersebut, Pertamina menyiagakan tujuh SPBU di Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Kota Mataram. Pasokan BBM juga ditambah di sepanjang jalur wisata dan akses menuju Pertamina Mandalika International Circuit.

Dengan kesiapan tersebut, pengunjung diharapkan dapat lebih mudah memenuhi kebutuhan bahan bakar selama perjalanan menuju maupun dari kawasan Mandalika.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense