Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pemprov Diminta Kaji Kemampuan Ekonomi Warga
Please, Tarif Transjakarta Jangan Buru-buru Dikerek
Kamis, 8 Oktober 2026 06:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diminta tidak buru-buru menaikkan tarif Bus Transjakarta dan Transjabodetabek. Rencana itu harus dikaji dulu secara komprehensif mulai dari kemampuan fiskal daerah hingga kemampuan ekonomi masyarakat.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Dwi Rio Sambodo mengatakan, evaluasi tarif Transjakarta memang dapat dilakukan mengingat tarif yang berlaku sudah sangat lama. Yaitu, sekitar 20 tahun. Namun, besaran tarif harus ditentukan berdasarkan kajian yang matang.
“Perlu dikaji secara komprehensif, dengan melihat keberlanjutan layanan, kemampuan fiskal daerah, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat,” ujar Rio kepada Reporter Rakyat Merdeka, Senin (1/10/2026).
Menurut dia, sebelum tarif dinaikkan, Pemprov DKI juga harus memastikan, efisiensi operasional dan tata kelola subsidi telah berjalan optimal.
Rio menambahkan, transparansi penggunaan anggaran menjadi penting, agar publik mengetahui dasar kebijakan penyesuaian tarif.
“Efektivitas belanja publik juga harus diperhatikan, sehingga subsidi benar-benar diberikan kepada kelompok yang membutuhkan,” tandasnya.
Baca juga : Tango Terakhir Lionel Messi
Rio mengingatkan, transportasi publik merupakan layanan dasar masyarakat. Karena itu, perubahan tarif jangan sampai membuat akses warga terhadap angkutan umum, menjadi berat.
“Penyesuaian tarif jangan sampai mengurangi akses masyarakat terhadap transportasi umum. Khususnya pelajar, lansia, pekerja berpenghasilan rendah, serta masyarakat yang setiap hari bergantung kepada transportasi publik,” tegasnya.
Jika tarif akhirnya disesuaikan, Rio meminta kebijakan tersebut dibarengi peningkatan kualitas layanan.
Dia mengingatkan, jangan sampai masyarakat harus membayar lebih mahal, tetapi tidak mendapatkan perubahan berarti.
Peningkatan itu mencakup kenyamanan, ketepatan waktu, keamanan, integrasi antarmoda hingga kemudahan akses.
Selain mengatur tarif, Rio meminta Pemprov mencari sumber pembiayaan lain untuk menjaga keberlanjutan transportasi publik. Antara lain, dengan mengoptimalkan pendapatan daerah dari sektor transportasi dan pengelolaan kendaraan pribadi.
Baca juga : Sukses Di Asian Games 2026, PBSI Bidik Emas Olimpiade 2028
Dengan begitu, pembiayaan transportasi publik, tidak semata-mata dibebankan kepada pengguna. “Pembahasannya perlu dilakukan secara terbuka bersama DPRD, dengan mempertimbangkan masukan masyarakat,” tandasnya.
Pemprov DKI Jakarta akan menaikkan tarif Bus Transjakarta dan Bus Transjabodetabek mulai 1 Januari 2027.
Rencana tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat menghadiri peringatan Hari Perhubungan Nasional tingkat Provinsi DKI Jakarta, di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (29/9/2026).
“Tarif sudah 20 tahun tidak pernah mengalami perubahan. Kami akan berlakukan tarif baru, tanggal 1 Januari 2027. Sehingga, ada kesempatan yang cukup panjang untuk melakukan sosialisasi,” kata Pram.
Meski tanggal pemberlakuan penyesuaian sudah disampaikan, Pemprov DKI Jakarta belum mengumumkan secara resmi berapa tarif baru itu.
Menurutnya, pola kenaikan ini akan mengikuti pola penetapan tarif Bus Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta.
Baca juga : Dipastikan Dudung: Suasana Politik Adem Ayem
“Transjabodetabek dari Blok M ke Soekarno-Hatta, sudah berlaku menjadi Rp 15.000. Tetap paling murah dibandingkan dengan seluruh alat transportasi lainnya,” ujarnya.
Pram menyebut, pengalaman itu menjadi bagian dari pendekatan Pemprov DKI dalam melakukan penyesuaian tarif layanan transportasi.
Pram juga menyinggung tarif Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta rute Kelapa Gading, Jakarta Utara-Manggarai, Jakarta Selatan.
Saat ini, tarif LRT rute tersebut ditetapkan secara flat sebesar Rp 5.000. “Layanan tersebut juga akan masuk dalam pembahasan penyesuaian tarif transportasi,” tandasnya.
Pram menyatakan, penyesuaian tarif dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat sebagai pengguna layanan transportasi umum. “Sehingga, tidak membebani masyarakat,” ujarnya.
Dengan demikian, lanjut Pram, tarif transportasi umum masih berada pada tingkat yang terjangkau jika dibandingkan dengan tarif transportasi di sekitar Jakarta. “Saya yakin, tarif ini masih yang paling murah,” yakinnya. [DRS/RAA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya