BREAKING NEWS
 

Gangguan Layang-Layang di Jalur Whoosh Turun 65 Persen

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Kamis, 8 Oktober 2026 08:46 WIB
Petugas tengah menjelaskan kepada anak anak bahaya main layang-layang di jalur kereta cepat Whoosh. (Foto : KCIC)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat gangguan akibat layang-layang di sekitar jalur Kereta Cepat Whoosh turun signifikan sepanjang September 2026.

Jumlah kejadian layang-layang yang tersangkut di jalur Whoosh pada September tercatat 26 kejadian.

Angka tersebut turun sekitar 65 persen dibandingkan rata-rata kejadian pada periode Juni-Agustus 2026 yang mencapai sekitar 75 kejadian per bulan. Pada Juni 2026, KCIC mencatat 78 kejadian, kemudian meningkat menjadi 90 kejadian pada Juli dan 58 kejadian pada Agustus.

Baca juga : Pintu Kereta Macet, Nyaris Terbawa Ke St. Petersburg

Penurunan menjadi 26 kejadian pada September dinilai sebagai perkembangan positif dalam menjaga keselamatan dan kelancaran operasional Whoosh.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengapresiasi dukungan masyarakat yang ikut menjaga keamanan di sekitar jalur kereta cepat.

Adsense

“KCIC mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada masyarakat yang telah turut menjaga keselamatan jalur Whoosh. Penurunan jumlah kejadian ini merupakan perkembangan positif. Kerjasama dan kepedulian masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga perjalanan Whoosh tetap aman, lancar, dan andal,” ujar Eva.

Baca juga : Skybridge LRT-KRL Manggarai Ditargetkan Rampung Bulan Ini

KCIC juga terus memperkuat pencegahan dengan menyiagakan lebih dari 530 personel pengamanan di stasiun dan sepanjang jalur Whoosh. Petugas melakukan patroli selama 24 jam dengan pembagian pengawasan setiap 500 meter. Pengawasan dilakukan bersama TNI, Polri, dan aparat kewilayahan.

Petugas juga mendatangi lokasi yang kerap menjadi tempat bermain layang-layang untuk memberikan edukasi mengenai bahaya aktivitas tersebut terhadap perjalanan kereta cepat. Berdasarkan pemetaan KCIC, kejadian layang-layang paling banyak ditemukan di koridor Padalarang, Cimahi, Kota Bandung hingga Kabupaten Bandung.

Lokasi tersebut umumnya berdekatan dengan permukiman dan ruang terbuka. Aktivitas bermain layang-layang juga cenderung meningkat saat libur sekolah, terutama pada pukul 15.00-18.00 WIB.

Baca juga : Whoosh Antar Peserta FIFA ASEAN Cup 2026 Jakarta-Bandung

KCIC menemukan aktivitas tersebut tidak hanya dilakukan anak-anak, tetapi juga masyarakat dewasa. Layang-layang atau benang layangan yang masuk ke jalur dapat mengganggu sistem kelistrikan kereta cepat, terutama jika tersangkut pada Overhead Catenary System (OCS) atau pantograf.

Kondisi tersebut harus segera ditangani petugas dan dalam situasi tertentu dapat menyebabkan perjalanan kereta ditahan sementara. Karena itu, KCIC mengimbau masyarakat tidak bermain layang-layang dalam radius minimal 3 kilometer dari sisi kiri dan kanan jalur Whoosh.

“Kami berharap tren positif ini dapat terus dipertahankan. Upaya pengawasan dan edukasi akan terus kami lakukan, namun keberhasilannya membutuhkan dukungan dan kepedulian bersama agar gangguan akibat layang-layang tidak kembali meningkat,” jelas Eva.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense