Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ambil Alih Utang Whoosh, Purbaya Bayar Cicilan Rp 1 Triliun Per Tahun
Kamis, 10 September 2026 08:46 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mengambil alih utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh mulai 15 September 2026. Kementerian yang dikomandoi Purbaya Yudhi Sadewa itu akan membayar cicilan sekitar Rp 1 triliun per tahun selama 80 tahun.
"Total utang besar, tapi sudah direstrukturisasi 80 tahun, cicilannya Rp 1 triliun atau sedikit di bawah dari tahun ke tahun. Ada yang tinggi, ada yang rendah," ujar Purbaya di Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Untuk diketahui, nilai investasi awal Whoosh sebesar 6,07 miliar dolar AS atau sekitar Rp 106 triliun. Sebanyak 75 persen berasal dari pinjaman China Development Bank (CDB), sedangkan 25 persen merupakan setoran awal pemegang saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
Namun, pembangunannya mengalami keterlambatan akibat proses pembebasan lahan hingga pandemi Covid-19. Akibatnya, biaya proyek membengkak 1,2 miliar dolar AS menjadi 7,27 miliar dolar AS atau sekitar Rp 127 triliun. KCIC harus mengeluarkan sekitar 120 juta dolar AS atau Rp 2,12 triliun per tahun untuk membayar bunganya.
Baca juga : Diperiksa Sebagai Tersangka, Febrie Dikonfirmasi Soal Aliran Uang Rp 40 Miliar
Menurut Purbaya, setelah direstrukturisasi dengan tenor hingga 80 tahun, beban pembayaran utang Whoosh setiap tahun menjadi relatif lebih ringan. Bahkan, kata dia, skema tersebut berpotensi memberikan keuntungan hingga Rp 800 miliar per tahun.
Menurut dia, kewajiban pembayaran utang Whoosh masih dapat ditangani oleh satu special mission vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan. Salah satu perusahaan SMV saat ini dapat membukukan keuntungan sekitar Rp 3 triliun-Rp 4 triliun per tahun.
Keputusan mengenai entitas yang akan menerima mandat tersebut akan mempertimbangkan besaran beban pembayaran setiap tahun. "Ada dua kemungkinan, mungkin kita pakai SMI (PT Sarana Multi Infrastruktur) dan INA (Indonesia Investment Authority), atau mungkin satu juga. Nanti kita lihat," kata Purbaya.
Setelah tanggung jawab pengelolaan Whoosh berada di bawah Pemerintah, Purbaya juga membuka rencana pengembangan jaringan kereta cepat ke wilayah lain di Pulau Jawa. Salah satu tujuan yang disebut adalah Jawa Timur.
Baca juga : Trump Kembali Berulah
"Nanti kami tarik ke Jawa Timur. Kan jadi punya saya, punya SMV, kereta cepatnya. Kami akan tarik ke Jawa Timur," ujarnya.
Purbaya mengatakan, rencana tersebut telah dibicarakan dengan Menteri Keuangan China dan pihak berwenang di negara tersebut. Menurut dia, pihak China menunjukkan ketertarikan terhadap rencana pengembangan jaringan kereta cepat tersebut.
Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Wihadi Wiyanto menilai, tidak ada persoalan terkait pembayaran utang Whoosh yang diambil alih Pemerintah. "Presiden sudah menyatakan bahwa itu akan dibayarkan melalui APBN," ujar Wihadi saat dihubungi Rakyat Merdeka, Rabu (9/9/2026).
Ia juga menilai pembayaran utang tersebut tidak akan membebani fiskal Pemerintah. Menurut dia, Pemerintah pasti sudah memperhitungkannya.
Baca juga : Purbaya Pede, Tahun Ini Ekonomi Dekati 6%
Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian mengatakan, skema tersebut perlu dilihat sebagai bagian dari penataan kembali neraca atau balance-sheet restructuring. Dengan memperpanjang tenor, beban pembayaran tahunan menjadi lebih manageable, sehingga tekanan terhadap cash flow dalam jangka pendek dapat dikurangi.
Namun, untuk proyek infrastruktur dengan tenor hingga puluhan tahun, evaluasinya tidak cukup hanya melihat besarnya cicilan tahunan. Tapi juga harus melihat aset yang berada di balik kewajiban tersebut dan kemampuan aset itu menghasilkan economic value sepanjang umurnya.
"Pertanyaan yang lebih penting adalah apakah aset yang berada di balik kewajiban tersebut mampu menghasilkan economic value yang memadai dalam jangka panjang," ujar Fakhrul kepada Rakyat Merdeka.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya