RM.id Rakyat Merdeka - Pengembangan bioenergi membuka peluang bisnis baru bagi pengusaha daerah, terutama dalam membangun rantai pasok biomassa dari sumber bahan baku hingga pembangkit listrik.
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mendorong pelaku usaha lokal ikut mengolah limbah dan sampah menjadi bahan bakar bernilai ekonomi.
Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan kebutuhan biomassa untuk mendukung program co-firing pada pembangkit listrik PLN cukup besar.
Hal itu disampaikan Hokkop dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Jawa Barat di Bekasi.
Menurut Hokkop, terdapat 52 lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan total kapasitas terpasang 18.154 megawatt (MW) yang memiliki kebutuhan biomassa sekitar 9 juta ton per tahun.
“Jadi bisnis ini adalah bisnis yang melibatkan sebanyak mungkin pengusaha lokal,” kata Hokkop.
Baca juga : PLN EPI Raih Tiga Penghargaan ICA dan ISDA 2026
Ia menjelaskan, rantai pasok biomassa dapat dibangun melalui berbagai model, mulai dari pengumpulan bahan baku, pengolahan, penyimpanan hingga pengiriman ke pembangkit.
Dalam skema yang disiapkan PLN EPI, pengusaha dapat terlibat sebagai pengelola sub hub, hub maupun main hub.
Sumber bahan bakunya pun beragam, mulai dari serbuk gergaji, sisa tebangan kayu, sekam padi, bonggol jagung, batang singkong hingga limbah lainnya.
Rantai pasok tersebut dapat melibatkan koperasi, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kelompok tani maupun mitra swasta.
“Jadi bukan hanya perusahaan besar. Koperasi, BUMDes, UMKM dan pengusaha daerah bisa masuk dalam ekosistem ini,” ujar Hokkop.
Hingga periode 2023–2026, PLN EPI mencatat realisasi penyediaan biomassa mencapai 4,77 juta ton. Namun, lebih dari 77 persen pasokan tersebut masih berasal dari biomassa berbasis kayu.
Baca juga : PLN EPI Perkuat Ekosistem Biomassa Desa untuk Dukung Cofiring
Kondisi tersebut menunjukkan besarnya peluang diversifikasi bahan baku, terutama dengan mengoptimalkan residu pertanian, perkebunan, serta sampah yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Di Jawa Barat, salah satu potensi yang dipetakan PLN EPI adalah pemanfaatan sampah dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Gedebage untuk diolah menjadi Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP).
Produk tersebut berpotensi menjadi alternatif bahan bakar co-firing yang selanjutnya dapat disalurkan ke sejumlah PLTU.
Dalam pemetaan PLN EPI, jarak TPS Gedebage menuju PLTU Indramayu sekitar 150 kilometer (km), PLTU Pelabuhan Ratu 170 km, PLTU Adipala 185 km, dan PLTU Lontar 240 km.
Pemetaan jarak menjadi salah satu faktor penting dalam membangun rantai pasok yang efisien. Sebab, biaya logistik turut menentukan keekonomian biomassa.
Ketua Umum HIPPI Erik Hidayat mengatakan keterlibatan pengusaha lokal membutuhkan akses dan kesempatan yang konkret.
Baca juga : PLN EPI Dorong CBG dari Limbah Sawit untuk Kurangi Emisi dan LNG
Menurut dia, pengusaha daerah tidak cukup hanya diberikan dorongan, tetapi perlu masuk dalam rantai ekonomi yang lebih besar.
“Kita nggak perlu uang, kita perlu akses, kita perlu pembinaan, kebijakan yang berpihak, program yang konkret, dan kita butuh sinergi dengan pemerintah daerah,” ujar Erik.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menekankan pentingnya dunia usaha mengambil peran lebih besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia mencatat pertumbuhan ekonomi Jawa Barat berada di kisaran 5,73 persen, dengan konsumsi menjadi salah satu penopang utama, disusul investasi, belanja pemerintah, dan ekspor.
Melalui pengembangan rantai pasok biomassa yang semakin inklusif, PLN EPI mendorong limbah yang sebelumnya menjadi beban lingkungan dapat ditransformasikan menjadi sumber energi sekaligus sumber ekonomi baru bagi masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.