Dark/Light Mode

PLN EPI Perkuat Ekosistem Biomassa Desa untuk Dukung Cofiring

Rabu, 30 September 2026 13:51 WIB
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mendorong penguatan ekosistem biomassa berbasis desa melalui inovasi BIODES (Biomassa dari Desa): Integrasi Pertanian Terpadu & Ekonomi Kerakyatan untuk Sustainabilitas Cofiring Biomassa yang dipaparkan oleh tim PLN EPI dalam Knowledge Hub Enlit Asia MKI Electricity Connect 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mendorong penguatan ekosistem biomassa berbasis desa melalui inovasi BIODES (Biomassa dari Desa): Integrasi Pertanian Terpadu & Ekonomi Kerakyatan untuk Sustainabilitas Cofiring Biomassa yang dipaparkan oleh tim PLN EPI dalam Knowledge Hub Enlit Asia MKI Electricity Connect 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mengembangkan ekosistem biomassa berbasis desa melalui inovasi BIODES (Biomassa dari Desa): Integrasi Pertanian Terpadu dan Ekonomi Kerakyatan untuk Sustainabilitas Cofiring Biomassa.

Inovasi tersebut mengintegrasikan potensi biomassa desa, pertanian terpadu, pemberdayaan masyarakat, serta rantai pasok untuk mendukung keberlanjutan pasokan biomassa bagi program cofiring pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

BIODES dipaparkan PLN EPI dalam Knowledge Hub Enlit Asia MKI Electricity Connect 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.

Inovasi tersebut dikembangkan untuk mengoptimalkan limbah pertanian, perkebunan, dan kehutanan serta tanaman energi yang dibudidayakan di lahan kering atau marginal.

Melalui pendekatan itu, desa tidak hanya menjadi sumber bahan baku, tetapi juga bagian dari ekosistem produksi dan rantai pasok biomassa yang melibatkan petani, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pemasok, hingga pembangkit. Inovasi BIODES dipaparkan tim PLN EPI yang terdiri atas Khalda Az Zahra, Pandu Trijaka, dan Nurlita Dewi Utami dalam sesi bertema “BIODES (Biomassa dari Desa)”.

Pengembangan BIODES menjadi salah satu pendekatan PLN EPI untuk menjawab tantangan peningkatan kebutuhan biomassa dalam program cofiring.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2022 yang digunakan dalam pengembangan BIODES, ketersediaan biomassa berbasis limbah siap pakai memiliki keterbatasan dari sisi volume dan keberlanjutan pasokan.

Baca juga : YBM PLN EPI Salurkan Bantuan bagi Penyintas Gempa NTT

Potensinya diperkirakan mencapai titik jenuh sekitar 2,4 juta ton. Sementara itu, masih terdapat kesenjangan pasokan sekitar 7,6 juta ton untuk memenuhi target cofiring dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan mengatakan BIODES merupakan bagian dari upaya perusahaan membangun ekosistem biomassa berkelanjutan dengan mengoptimalkan potensi sumber daya di tingkat desa.

“BIODES merupakan wujud komitmen PLN EPI dalam membangun ekosistem biomassa yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan energi, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan," ujar Mamit.

Melalui integrasi potensi biomassa desa, pertanian terpadu, dan rantai pasok yang terkelola, PLN EPI berupaya menyediakan biomassa yang berkualitas dan berkelanjutan sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam mendukung transisi energi.

Mamit mengatakan, BIODES dikembangkan melalui enam pendekatan utama, yakni optimalisasi potensi biomassa desa, penanaman tanaman energi dengan pola tumpang sari, pengembangan rantai pasok berbasis spoke-hub, peningkatan kualitas dan kuantitas biomassa, digitalisasi berbasis marketplace, serta integrasi desa dengan industri.

Pendekatan tersebut diarahkan untuk membangun rantai pasok yang lebih efisien sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam ekosistem biomassa.

Officer Strategi dan Pengembangan Bisnis Biomassa PLN EPI sekaligus perwakilan tim BIODES Khalda Az Zahra menjelaskan, inovasi tersebut tidak hanya mengandalkan biomassa dari limbah, tetapi juga mendorong pengembangan tanaman energi secara produktif dan terintegrasi dengan komoditas pangan.

Baca juga : PLN EPI dan Kemendes PDT Perkuat Rantai Pasok Biomassa Desa

“Melalui BIODES, kami ingin mengoptimalkan potensi biomassa yang ada di desa sekaligus membangun rantai pasok yang lebih terintegrasi," kata Zahra.

BIODES juga mendorong penanaman tanaman energi secara tumpang sari dengan tanaman pangan.

Dengan demikian, keberlanjutan pasokan biomassa dapat berjalan beriringan dengan manfaat ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat desa. Implementasi awal BIODES dikembangkan di Kabupaten Cilacap sejak 2023 melalui pemanfaatan 106 hektare lahan.

Program tersebut diproyeksikan menghasilkan tambahan pasokan biomassa hingga 15.000 ton per tahun, melibatkan 330 petani, memanfaatkan 106 hektare lahan marginal, serta menciptakan 25 lapangan kerja baru.

Program tersebut juga diproyeksikan memberikan tambahan pendapatan bagi petani kecil hingga Rp100.000 per hari per pekerja.

Dari sisi lingkungan, pemanfaatan biomassa melalui BIODES diproyeksikan berkontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca sekitar 6.750 ton CO2e.

Program tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung target Net Zero Emissions (NZE), swasembada energi, dan ketahanan pangan.

Baca juga : PLN EPI Bantu Gapoktan Gunungkidul Produksi 14 Ton Pupuk Organik

Ke depan, PLN EPI membuka peluang mereplikasi BIODES di berbagai wilayah dengan menyesuaikan potensi biomassa dan karakteristik masing-masing daerah.

Setelah implementasi awal di Kabupaten Cilacap, roadmap BIODES mencakup pengembangan ke desa-desa di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Program selanjutnya diarahkan untuk dikembangkan bersama mitra pemasok di luar Pulau Jawa serta diperluas ke berbagai lokasi PLTU cofiring.

Secara bertahap, BIODES ditargetkan dapat dikembangkan hingga 100 desa untuk memperkuat ekosistem pasokan biomassa sekaligus membuka peluang pengembangan bisnis beyond kWh.

Model tersebut juga berpotensi direplikasi lebih luas dengan mengintegrasikan potensi desa, petani, BUMDes, mitra pemasok, industri, dan pembangkit dalam satu ekosistem.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.