Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
PLN EPI Targetkan Pangkas 45,7 Ton Emisi Karbon Lewat Clean Energy Day
Selasa, 28 April 2026 17:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mulai mengimplementasikan program Clean Energy Day guna mendorong efisiensi energi dan menekan emisi karbon di lingkungan kerja.
Program ini mewajibkan seluruh pegawai dan tenaga alih daya (TAD) untuk mengadopsi gaya hidup rendah karbon setiap hari Jumat.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya subholding PLN tersebut dalam merespons dinamika global dan tekanan terhadap rantai pasok energi. Selain menjaga keberlanjutan operasional, program ini menjadi wujud nyata dukungan terhadap target pemerintah mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060.
Baca juga : Temuan Cadangan Gas di Kaltim, Komisi XII Dorong Percepatan Eksplorasi
Direktur Manajemen Human Capital dan Administrasi PLN EPI, Dedeng Hidayat, menegaskan bahwa transformasi menuju energi bersih memerlukan perubahan perilaku yang fundamental di tingkat individu.
“Komitmen menuju Net Zero Emission 2060 tidak hanya lahir dari proyek besar, tetapi juga dari kebiasaan sederhana yang kita lakukan setiap hari. Clean Energy Day menjadi langkah nyata untuk membangun kesadaran bahwa setiap individu memiliki peran dalam mengurangi emisi dan menjaga keberlanjutan energi,” ujar Dedeng
dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (28/4/2026).
Mobilitas Rendah Karbon
Baca juga : Prabowo: Bukan Lagi Raksasa Tidur, Indonesia Siap Buat Kejutan Untuk Dunia
Dalam praktiknya, pegawai diimbau untuk menanggalkan penggunaan kendaraan pribadi berbasis bahan bakar minyak (BBM).
Sebagai alternatif, mereka diminta memanfaatkan transportasi umum, kendaraan listrik, bersepeda, atau berjalan kaki untuk menuju kantor.
Untuk memastikan dampaknya terukur, perusahaan mewajibkan pegawai mencatat histori perjalanan. Data ini nantinya digunakan untuk menghitung total penurunan emisi karbon serta efisiensi penggunaan bahan bakar secara kolektif.
Baca juga : Elnusa Targetkan Efisiensi Operasi 25 Persen Lewat Inovasi Teknologi
Berdasarkan data internal perusahaan, program ini diproyeksikan mampu menurunkan emisi hingga 45,7 ton CO2e per tahun. Angka tersebut setara dengan penghematan 18,8 kiloliter Pertamax atau setara dengan daya serap karbon dari 500 pohon mangrove selama 20 tahun.
Dedeng menambahkan, inisiatif ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi budaya kerja yang lebih disiplin dan bertanggung jawab.
“Program ini bukan sekadar inisiatif, tetapi langkah nyata untuk membangun pola pikir baru bahwa energi adalah sumber daya yang harus digunakan secara bijak dan bertanggung jawab,” tutup Dedeng.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya