RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah menargetkan penyelesaian tiga perjanjian perdagangan internasional dengan potensi tambahan ekspor mencapai 15,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 273 triliun. Kesepakatan dagang itu diharapkan memperluas akses pasar produk Indonesia di Eropa, Kanada dan kawasan Eurasia.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, tiga perjanjian yang menjadi prioritas dalam waktu dekat adalah Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA), Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-CA CEPA) dan Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).
“Keberadaan CEPA dan FTA tidak boleh berhenti pada penyediaan akses preferensial. Perjanjian itu harus diterjemahkan menjadi peningkatan utilisasi yang nyata oleh para eksportir nasional,” kata Airlangga seperti dikutip dari keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Menurut Airlangga, perjanjian perdagangan dapat memperluas pasar melalui penurunan atau penghapusan tarif, meningkatkan kepastian akses pasar, serta membuka peluang ekspor untuk produk yang sebelumnya menghadapi tarif relatif tinggi.
Berdasarkan analisis dampak, I-EU CEPA diproyeksikan meningkatkan ekspor Indonesia hingga 10,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp 194,9 triliun. Sementara, I-CA CEPA berpotensi menambah ekspor sekitar 1,6 miliar dolar AS atau Rp 28,6 triliun.
Adapun potensi tambahan ekspor melalui I-EAEU FTA diperkirakan mencapai 2,2 miliar dolar AS-2,89 miliar dolar AS atau sekitar Rp 39,3 triliun-Rp 51,6 triliun.
Baca juga : Gedungnya 6 Lantai, Fasilitasnya Modern
Airlangga menjelaskan, Pemerintah akan mengoptimalkan pemanfaatan perjanjian tersebut dengan menyasar komoditas yang memiliki peluang ekspor besar. Salah satu indikatornya adalah export gap. Yakni selisih antara nilai ekspor saat ini dan potensi ekspor yang masih dapat dicapai.
Untuk pasar Uni Eropa, Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (European Free Trade Association/EFTA) dan Inggris, peluang ekspornya antara lain terdapat pada kelapa sawit dan produk turunannya, kendaraan bermotor, kopi, kakao, karet dan produk olahannya, besi dan baja, kayu olahan, serta produk perikanan.
Sementara, pasar Kanada menawarkan peluang bagi produk mineral dan logam, bahan kimia, kendaraan, kayu dan karet, mesin dan peralatan elektronik, makanan dan minuman, hasil laut, alas kaki, serta kerajinan.
Di kawasan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU), peluang ekspor mencakup produk kimia, produk nabati, kendaraan, mineral dan logam, serta kayu, kertas, karet, dan plastik.
Sedangkan kelapa sawit, alas kaki, udang, karet alam, kopi, dan minyak atsiri juga berpotensi memperoleh keuntungan tarif melalui I-EAEU FTA.
“Melalui strategi ini, manfaat kesepakatan dagang diharapkan langsung bertransformasi menjadi lonjakan kinerja ekspor nasional,” jelasnya.
Baca juga : Viking Tahan Si Bavaria
Manfaatkan I-EU CEPA
Terpisah, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengatakan, dunia usaha bersiap memanfaatkan peluang perdagangan setelah perjanjian I-EU CEPA diratifikasi.
Hal itu disampaikan Anindya saat menerima audiensi Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Belgia, Luksemburg dan Uni Eropa Andy Rachmianto di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Pertemuan tersebut membahas peluang peningkatan perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa melalui kesepakatan tersebut.
Anindya berharap, proses ratifikasi dapat diselesaikan sebelum akhir tahun ini. Menurut dia, Indonesia masih memiliki ruang besar untuk meningkatkan perdagangan dengan kawasan Eropa.
I-EU CEPA dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk unggulan Indonesia. Sejumlah komoditas yang berpotensi dikembangkan di pasar Eropa meliputi produk pangan, alas kaki, tekstil dan garmen, furnitur, elektronik, serta kopi.
Baca juga : Petaka Mandalika, Aldeguer Naik Meja Operasi
“Peningkatan investasi, perdagangan dan perindustrian merupakan bagian dari misi Kadin sebagaimana diamanatkan undang-undang,” tuturnya.
Menurutnya, upaya tersebut diharapkan mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6 persen pada tahun depan dan secara bertahap menuju 8 persen. DIR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Kamis, 15 Oktober 2026 dengan judul "Peluang Ekspor Tembus Rp 273 Triliun RI Target Rampungkan Tiga Perjanjian Dagang"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.