BREAKING NEWS
 

Panen Perdana PM-AAS Di Sukabumi, Produktivitas Padi Tembus 11,2 Ton Per Hektare

Reporter : BHAYU AJI PRIHARTANTO
Editor : FAQIH MUBAROK
Kamis, 15 Oktober 2026 17:40 WIB
Panen Raya PM AAS Bekerja sama Dengan PT SU dan CV Sumur Bandung di Kelompok Tani (Poktan) Rancasalak, Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Foto: PM AAS

RM.id  Rakyat Merdeka - Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menunjukkan hasil menjanjikan. Dalam panen perdana di lahan demonstrasi seluas 2.800 meter persegi, produktivitas padi tertinggi tercatat setara 11,2 ton per hektare.

Panen yang berlangsung pada Kamis (15/10/2026) ini melibatkan petani, penyuluh pertanian UPTD VI, Dinas Pertanian, Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) Kementerian Pertanian, serta mitra Badan Pusat Statistik (BPS).

Kegiatan tersebut menjadi tahap awal pengembangan sistem budidaya modern sekaligus evaluasi penerapan teknologi pertanian di Kabupaten Sukabumi.

Padi yang dipanen berumur 102 hari setelah sebar (HSS) dan dibudidayakan menggunakan metode tanam benih langsung (tabela). Pengukuran produktivitas dilakukan BPS melalui metode ubinan dengan mengambil dua sampel. Hasil pengukuran menunjukkan berat gabah masing-masing sampel mencapai 7 kilogram dan 6,4 kilogram.

Setelah dikonversi, produktivitasnya setara dengan 11,2 ton dan 10,24 ton per hektare. Dengan demikian, rata-rata produktivitas dari kedua sampel tersebut mencapai 10,72 ton per hektare.

Baca juga : Astra Gandeng BKKBN Cegah Stunting di Sukabumi, 674 Keluarga Dijangkau

Capaian ini menjadi indikator awal yang positif bagi penerapan PM-AAS di Sukabumi. Namun, evaluasi teknis tetap diperlukan untuk memastikan hasil panen dapat dipertahankan dan ditingkatkan pada musim tanam berikutnya.

Pemilihan varietas yang sesuai dengan kondisi agroekosistem setempat juga menjadi salah satu faktor penting untuk mengoptimalkan produktivitas. Dalam pelaksanaannya, budidaya diawali dengan perendaman benih, kemudian dilanjutkan dengan penyemaian secara manual.

Pemupukan dilakukan tiga kali, yakni pada umur 7, 30, dan 45 hari setelah tanam (HST), menggunakan pupuk NPK dan urea. Sementara itu, pengendalian gulma dilakukan melalui aplikasi herbisida pada empat hari setelah tanam.

Adsense

Tanaman juga mendapat tambahan silika sebanyak dua kali untuk mendukung pertumbuhannya. Meski menunjukkan hasil awal yang menjanjikan, sejumlah aspek teknis masih perlu dievaluasi. Salah satunya adalah efektivitas penggunaan drum seeder sebagai alat tanam.

Pengamatan di lapangan juga menemukan sebagian bulir padi belum terisi secara optimal. Kondisi tersebut perlu dikaji lebih lanjut dengan memperhatikan ketepatan pemupukan, kecukupan unsur hara, kondisi tanaman, serta faktor lingkungan yang memengaruhi pembentukan dan pengisian gabah.

Baca juga : Gempa M5,7 Guncang Kabupaten Sukabumi, Tidak Berpotensi Tsunami

Selain itu, serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) turut menjadi perhatian. Pada pertanaman tersebut ditemukan hama penggerek batang, tikus, dan burung. Pemantauan secara rutin serta penerapan pengendalian OPT yang tepat dan terpadu diperlukan untuk menekan potensi kehilangan hasil pada musim tanam berikutnya.

Hasil evaluasi panen perdana ini akan menjadi dasar perbaikan penerapan PM-AAS, mulai dari pengelolaan benih, teknik penanaman, pemupukan, hingga pengendalian OPT.

Penyesuaian teknologi dengan kondisi wilayah dan musim tanam juga diperlukan agar produktivitas meningkat tanpa mengabaikan efisiensi usaha tani. Pengembangan PM-AAS di Kabupaten Sukabumi direncanakan mencakup lahan hingga 10.000 hektare.

Khusus di Kecamatan Waluran, calon petani dan calon lokasi (CPCL) yang telah terhimpun mencapai 174 hektare. Pelaksanaannya direncanakan pada November–Desember 2026.

Perluasan tersebut diharapkan menjadi kesempatan untuk menguji konsistensi produktivitas pada lahan yang lebih luas. Hasil evaluasi teknis dari panen perdana juga akan menjadi bahan perbaikan sebelum sistem budidaya ini diterapkan di wilayah lainnya.

Baca juga : 2 Wamen Hadir Di UMMI, Ajak Mahasiswa Siapkan Kompetensi Masa Depan

Aang, perwakilan Kelompok Tani Rancasalak, mengapresiasi dukungan dan pendampingan Kementerian Pertanian melalui PVTPP. "Kami berharap penerapan PM-AAS terus dikembangkan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak petani di wilayah sekitar," ujar Aang.

PVTPP memandang panen perdana tersebut sebagai langkah awal pengembangan sistem budidaya pertanian modern di Kabupaten Sukabumi. Hasil uji coba ini diharapkan menjadi bahan pembelajaran bagi kelompok tani lain, dengan mengutamakan evaluasi berkelanjutan, penyesuaian teknologi terhadap kondisi setempat, serta penguatan pendampingan kepada petani.

Melalui penerapan PM-AAS yang disertai evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan, Kementerian Pertanian berharap produktivitas padi dan efisiensi usaha tani dapat terus ditingkatkan. Upaya ini sekaligus diharapkan mendukung penguatan kemandirian pangan nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense