Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kementan Percepat Adopsi Teknologi PM-AAS di Kabupaten Sukabumi
Jumat, 24 Juli 2026 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat adopsi Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Kabupaten Sukabumi melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Demonstrasi Plot (Demplot) bagi penyuluh dan petani.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kelompok Tani (Poktan) Mulya Tani I, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Kamis (23/7/2026).
Program ini menjadi tahap awal implementasi PM-AAS di Kabupaten Sukabumi sepanjang Juli 2026. Kegiatan difokuskan untuk membekali penyuluh dan petani dalam mengadopsi teknologi budidaya presisi, sekaligus memastikan seluruh tahapan budidaya dijalankan sesuai standar teknis guna mencapai produktivitas optimal.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya menegaskan, PM-AAS merupakan wujud nyata transformasi sistem budidaya modern yang tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
“PM-AAS merupakan salah satu bentuk nyata penerapan sistem budidaya modern yang mampu meningkatkan pendapatan petani hingga lebih dari tiga kali lipat dibandingkan metode budidaya konvensional. Akselerasi swasembada pangan tidak hanya mengejar peningkatan produksi, tetapi juga memastikan petani memperoleh keuntungan yang jauh lebih besar melalui transformasi sistem budidaya,” katanya.
Menurut Amran, pola pertanian tradisional perlu bertransformasi menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berbasis mekanisasi.
Baca juga : Menkop Tegaskan Penguatan Koperasi di Kabupaten Pamekasan
“Kita harus ubah total cara bertani kita. Jangan lagi bertani secara manual yang melelahkan dan berbiaya tinggi. Dengan PM-AAS, kita terapkan mekanisasi penuh dan tanam benih langsung (tabela) agar biaya produksi turun hingga 50 persen dan produktivitas melompat dari rata-rata 5 ton menjadi 8 hingga 10 ton per hektare. Teknologi ini harus dikuasai langsung oleh petani di daerah,” tegasnya.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) Kementan sekaligus Penanggung Jawab Swasembada Pangan Berkelanjutan Kabupaten Sukabumi Leli Nuryati mengatakan, implementasi PM-AAS tidak hanya berorientasi pada perluasan areal penerapan, tetapi juga memastikan seluruh parameter teknis dipenuhi sejak awal agar produktivitas benar-benar meningkat.
“Kami bersama penyuluh dan petani bergerak cepat mengawal langsung implementasi PM-AAS di Kabupaten Sukabumi melalui Bimbingan Teknis dan Demplot. Tahap awal ini sangat penting untuk memastikan pemahaman petani dan penyuluh benar-benar sesuai dengan standar panduan PM-AAS sebelum diterapkan secara luas,” kata Leli.
Ia menjelaskan, koordinasi dan Bimtek selama Juli difokuskan untuk membangun pemahaman teknis secara menyeluruh sekaligus mengevaluasi kesiapan lahan yang akan dijadikan lokasi penerapan PM-AAS.
“Kita harus memastikan kondisi lahan yang disiapkan untuk PM-AAS benar-benar sesuai dengan parameter yang diharapkan dalam juknis. Bukan sekadar mengikuti aturan secara kaku, tetapi memastikan syarat idealnya terpenuhi. Jangan hanya mengejar hamparan lahan yang luas, tetapi hasil panennya justru tidak optimal,” ujarnya.
Menurut Leli, keberhasilan PM-AAS sangat ditentukan oleh kedisiplinan dalam memenuhi parameter dasar sebelum proses tanam dilakukan.
Baca juga : Kemenperin Percepat Transformasi Digital Industri Farmasi Dengan AI
“Hal paling utama dan krusial yang wajib diperiksa sebelum memulai PM-AAS adalah tingkat pH tanah. Setelah derajat keasaman tanah teridentifikasi, barulah kita dapat melakukan tindakan selanjutnya untuk memastikan pH tanah benar-benar ideal, sekitar 6,0–7,0, agar padi dapat tumbuh dengan baik,” jelasnya.
Secara teknis, PM-AAS mengombinasikan berbagai inovasi budidaya modern, mulai dari penyiapan lahan sesuai parameter, pengondisian tanah macak-macak, penggunaan varietas unggul tahan rebah, hingga sistem tanam benih langsung (tabela) dengan populasi rapat.
Sistem ini juga menerapkan pengelolaan air melalui metode Alternate Wetting and Drying (AWD) serta pemupukan presisi berbasis kebutuhan tanaman.
“Melalui pendekatan tersebut, populasi tanaman dapat ditingkatkan hingga 800 ribu sampai 1,2 juta rumpun per hektare, sekaligus menekan penggunaan air, mengurangi kebutuhan tenaga kerja, dan meningkatkan efisiensi biaya produksi,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, para penyuluh dari Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, secara kreatif membuat drum seeder secara swadaya untuk digunakan petani. Alat tersebut kemudian digunakan dalam demplot langsung di sawah sehingga peserta dapat menyaksikan dan mempraktikkan teknik penanaman presisi menggunakan metode PM-AAS.
Para penyuluh juga mendapat Bimtek mengenai cara merakit drum seeder secara mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal. Langkah ini diharapkan mempercepat proses alih teknologi dengan biaya lebih terjangkau dan mengurangi ketergantungan pada peralatan impor.
Baca juga : KB Bank Perkuat Kontribusi Sosial Bagi UMKM & Karyawan Hingga Pendidikan
Untuk memastikan implementasi PM-AAS berjalan secara menyeluruh, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan turut menyosialisasikan Petunjuk Teknis (Juknis) Pupuk Bersubsidi terbaru.
Evaluasi terhadap kelancaran distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Sukabumi juga dilakukan guna memastikan kebutuhan sarana produksi petani tetap terjamin selama proses budidaya.
“Program ini tidak hanya ditentukan oleh penerapan teknologi modern, tetapi juga oleh kepatuhan seluruh pelaksana terhadap panduan teknis sehingga target peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani dapat tercapai secara optimal,” jelas Leli.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pertanian turut menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi PM-AAS.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Aep Majmudin mengapresiasi pelaksanaan Bimtek PM-AAS. Ia berharap penerapan program tersebut dapat berjalan sesuai petunjuk teknis sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan produksi pangan nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya