RM.id Rakyat Merdeka - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) meraih Primaniyarta Awards 2026 kategori Eksportir Pemanfaat Free Trade Agreement (FTA) setelah mencatat kontribusi sebesar 60,3 persen terhadap ekspor kendaraan utuh atau Completely Built-Up (CBU) nasional hingga kuartal III-2026.
Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Perdagangan Budi Santoso kepada TMMIN dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Rabu (14/10).
Hingga kuartal III-2026, ekspor CBU bermerek Toyota produksi Indonesia mencapai 223.696 unit dari total ekspor CBU nasional sebanyak 371.260 unit. Jumlah tersebut tumbuh 2,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto mengatakan, penghargaan Primaniyarta menjadi bagian dari perjalanan panjang perusahaan dalam mengembangkan kegiatan manufaktur dan ekspor dari Indonesia.
"Kami berharap kerja sama perdagangan yang terus dibangun pemerintah dapat semakin membuka akses ke pasar baru, sehingga produk otomotif buatan Indonesia dapat menjangkau lebih banyak negara dan semakin berdaya saing di pasar global," ujar Nandi.
Baca juga : Hingga September 2026, Toyota Indonesia Ekspor 223.696 Mobil
Menurut dia, TMMIN memanfaatkan sejumlah perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dengan negara mitra untuk memperluas pasar ekspor, antara lain Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA), ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA), dan Indonesia–United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA).
Pemanfaatan fasilitas perdagangan tersebut mendukung ekspor produk otomotif produksi Indonesia ke Jepang, negara-negara ASEAN, serta Uni Emirat Arab sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Secara kumulatif sejak ekspor perdana pada 1987 hingga September 2026, Toyota Indonesia telah mengekspor 3.375.490 unit kendaraan CBU produksi lokal ke lebih dari 100 negara di kawasan Asia, Amerika, Timur Tengah, Afrika, Australia, dan Oseania.
Selain kendaraan utuh, ekspor Toyota Indonesia juga mencakup kendaraan dalam bentuk terurai atau Completely Knocked-Down (CKD), komponen kendaraan, mesin utuh dan komponen mesin, serta dies dan jig untuk mendukung kebutuhan produksi di berbagai negara.
Kegiatan manufaktur TMMIN juga melibatkan sekitar 360.000 tenaga kerja dan didukung 760 pemasok dari Tier 1 hingga Tier 3. Ekosistem tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung keberlangsungan produksi sekaligus kemampuan industri otomotif Indonesia memenuhi kebutuhan pasar global.
Baca juga : 326 Alumni AKTI Terserap Di TMMIN Dan Pemasok Toyota
Perkuat Ekspor Kendaraan Elektrifikasi
TMMIN juga terus memperluas kontribusi manufaktur Indonesia dalam rantai pasok kendaraan elektrifikasi seiring dengan transformasi industri otomotif global.
Hingga kuartal III-2026, ekspor Kijang Innova Zenix HEV dan Yaris Cross HEV mencapai 25.752 unit atau tumbuh 64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Wakil Presiden Direktur TMMIN I Nyoman Winaya Adnyana mengatakan, perkembangan tersebut menunjukkan peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan kapabilitas manufaktur dan rantai pasok kendaraan elektrifikasi.
"Transformasi menuju elektrifikasi merupakan bagian dari perubahan besar dalam industri otomotif global. Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi peluang untuk terus meningkatkan kapabilitas manufaktur dan rantai pasok," katanya.
Baca juga : AKTI Wisuda 76 Lulusan Vokasi, Toyota Perkuat Sinergi Pendidikan Dan Industri
TMMIN juga akan merealisasikan ekspor HEV battery pack assy pada paruh kedua 2026. Selain itu, perusahaan akan melakukan pengiriman langsung komponen otomotif untuk kebutuhan purnajual ke Amerika Serikat.
Langkah tersebut dinilai memperlihatkan semakin beragamnya produk manufaktur Indonesia yang dapat diterima pasar global, tidak hanya kendaraan utuh tetapi juga komponen yang mendukung ekosistem otomotif dan elektrifikasi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.