Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Arsenal Minat! Vinicius Jr Dibanderol Rp 3 Triliun
- Komisi XIII: Praktik Bisnis Berbasis HAM di Freeport Patut Dicontoh
- Julius Firdaus Haru di Konser Sole Amore, Kenang Sahabat Tercinta
- Limbah Sawit Berpotensi Jadi Produk UMKM Bernilai Tambah Tinggi
- Manfaat Ganda PSEL: Sampah Terurai, Lapangan Kerja Tercipta
Laris Manis Di Luar Negeri, Ekspor Mobil Hybrid Toyota Meroket 46,4 Persen
Senin, 27 Juli 2026 19:09 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Permintaan kendaraan ramah lingkungan di pasar global terus meningkat dan menjadi pendorong pertumbuhan ekspor Toyota Indonesia. Sepanjang Januari-Juni 2026, ekspor kendaraan hybrid Toyota Indonesia melonjak 46,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi 12.693 unit.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh ekspor dua model elektrifikasi yang diproduksi di Indonesia, yakni Kijang Innova Zenix Hybrid Electric Vehicle (HEV) dan Yaris Cross Hybrid EV. Sejak mulai diekspor pada 2023 hingga Semester I-2026, kedua model tersebut telah mencatatkan ekspor kumulatif lebih dari 62.906 unit ke berbagai negara.
Peningkatan ekspor kendaraan elektrifikasi menjadi bagian dari strategi Toyota Indonesia dalam memperkuat daya saing industri otomotif nasional sekaligus menjawab tren global menuju kendaraan rendah emisi. Di tengah dinamika geopolitik dan perubahan regulasi di berbagai negara, perusahaan terus memperluas portofolio kendaraan ramah lingkungan yang diproduksi di dalam negeri.
Baca juga : Meroket 42,8%, Ekspor Mobil Hybrid Toyota Tembus 10.632
Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) I Nyoman Winaya Adnyana mengatakan, pemahaman terhadap kebutuhan dan tren pasar internasional menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan ekspor otomotif Indonesia.
"Keberlanjutan kinerja ekspor sangat bergantung pada inovasi yang berkesinambungan serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan regulasi dan preferensi konsumen di berbagai negara. Ke depan, kami akan terus memperluas penetrasi pasar, meningkatkan standar kualitas, serta memperkuat portofolio kendaraan berteknologi ramah lingkungan," kata Nyoman dalam keterangannya, Senin (27/7/2026).
Menurut dia, industri otomotif nasional perlu berada di garis depan dalam menghadapi transisi energi melalui penguatan ekosistem kendaraan elektrifikasi yang mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional terhadap produk rendah emisi.
Baca juga : Laris Manis! Ekspor Mobil Toyota Tembus 121.832 Unit, Naik 12,3%
Selain mengembangkan kendaraan hybrid, Toyota Indonesia juga menerapkan strategi multi-pathway dengan menghadirkan berbagai pilihan teknologi kendaraan, mulai dari Battery Electric Vehicle (BEV), Hybrid Electric Vehicle (HEV), hingga Flexy Fuel Vehicle (FFV) yang memanfaatkan bioetanol sebagai bahan bakar alternatif.
Strategi tersebut tidak hanya mendukung upaya dekarbonisasi sektor transportasi, tetapi juga membuka peluang peningkatan penggunaan bahan baku bioetanol dalam negeri serta mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil.
Secara keseluruhan, Toyota Indonesia membukukan ekspor kendaraan utuh (Completely Built-Up/CBU) sebanyak 145.080 unit sepanjang Semester I-2026, naik 10,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Perusahaan juga menyumbang 57,6 persen dari total ekspor CBU nasional yang mencapai 251.705 unit, menjadikannya kontributor terbesar ekspor kendaraan Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya